Home > Belajar Reksa Dana, Riset Reksa Dana > Mencermati Geliat Reksa Dana Saham Baru 2011

Mencermati Geliat Reksa Dana Saham Baru 2011

Memasuki akhir semester I tahun 2011 ini, banyak bermunculan reksa dana saham baru yang bisa menjadi pilihan bagi investor reksa dana. Total terdapat 8 reksa dana saham baru yang diterbitkan oleh 5 Manajer Investasi. Bagaimana profil dan sikap investor terhadap reksa dana baru tersebut?

BNP Paribas STAR
Reksa Dana BNP PARIBAS STAR (“BNP PARIBAS STAR”) adalah Reksa Dana Saham yang bertujuan memberikan tingkat pengembalian yang optimal kepada Pemegang Unit Penyertaan melalui alokasi utama pada Efek bersifat ekuitas dengan menggunakan metode auto-rebalancing sektoral berdasarkan metode kuantitatif yang sistematis dan objektif. Reksa Dana ini sesuai untuk investor yang memiliki profil risiko agresif dengan horison investasi panjang.

STAR dalam profil reksa dana tersebut dijabarkan sebagai berikut:
Sector : pemeringkatan 9 sektor dalam IHSG;
Trend : overweight sektor yang mempunyai tren dan kinerja positif;
Alpha : pemilihan saham berdasarkan analisa fundamental dan katalis, melalui proses investasi yang transparan dan terstruktur;
Rotation : auto-rebalancing antara sektor yang mempunyai kinerja dan tren negatif dengan yang positif.

Danareksa Mawar Komoditas 10, Danareksa Mawar Konsumer 10 dan Danareksa Equity Focus
Merupakan produk yang dikeluarkan oleh PT. Danareksa Investment Management. Berdasarkan informasi dari prospektus, Alokasi investasi DANAREKSA MAWAR KOMODITAS 10 yaitu pada sahamsaham yang terdaftar dalam Indeks Pertambangan dan Pertanian serta sektor-sektor terkait, yang kemudian diseleksi berdasarkan kriteria fundamental. Proses penyesuaian komposisi portofolio akan dilakukan secara periodik pada jangka waktu tertentu. Sementara Alokasi investasi DANAREKSA MAWAR KONSUMER 10 yaitu pada saham-saham yang terdaftar dalam Indeks Industri Barang Konsumsi dan Indeks Perdagangan, Jasa dan Investasi yang kemudian diseleksi berdasarkan kriteria fundamental. Proses penyesuaian komposisi portofolio akan dilakukan secara periodik pada jangka waktu tertentu. Informasi mengenai Danareksa Equity Focus tidak ada karena tidak tersedia di website resmi Danareksa.

Mandiri Investa Ekuitas Dinamis
Adalah produk yang dikeluarkan oleh PT. Mandiri Manajemen Investasi. Keunikan reksa dana ini adalah diinvestasikan pada saham-saham yang masuk kategori berkapitalisasi menengah dan kecil. Definisi saham berkapitalisasi menengah dan kecil yang digunakan adalah saham-saham di luar 20 saham berkapitalisasi besar yaitu saham urutan no 21 sampai akhir diukur dari  kapitalisasi pasarnya. Strategi pemilihan saham mengkombinasikan analisa fundamental, teknikal dan likuiditas.

OSK Nusadana Equity Focus dan OSKN Indonesia Dynamic Resources Plus
Kedua produk ini diterbitkan oleh Manajer Investasi yang masih masuk kategori pendatang baru di dunia Manajer Investasi yaitu PT. OSK Nusadana Asset Management. Dibandingkan dengan Manajer Investasi lain yang dana kelolaan reksa dananya telah mencapai triliunan rupiah, total dana kelolaan untuk Manajer Investasi ini adalah sekitar Rp 318 milliar per akhir Mei 2011 (tidak termasuk Reksa Dana Penyertaan Terbatas). Reksa Dana OSKN Indonesia Dynamic Resources Plus memiliki underlying asset atau aset dasar saham-saham berbasis sumber daya alam, baik di sektor hulu maupun hilir dan dimungkinkan untuk mengalami perubahan sektor setiap kali terjadi perubahan kondisi makro ekonomi. Sedangkan strategi investasi OSK Nusadana Equity Focus adalah memanfaatkan pergerakan sektor-sektor dalam IHSG untuk memberikan kinerja yang unggul karena pada suatu siklus pasti ada sektor-sektor yang lebih unggul dibandingkan sektor yang lain. Namun pengelolaan OSKN Equity Focus tidak terlalu agresif karena disesuaikan dengan profil risiko pemodal yang tidak terlalu agresif.

TRAM Consumption Plus
Adalah produk terbaru yang diterbitkan oleh salah satu Manajer Investasi lokal di Indonesia yang baru-baru ini mengalami pemisahan bidang usaha dimana untuk kegiatan pengelolaan dana yang dulunya dikelola oleh PT. Trimegah Sekuritas dipindahkan ke PT. Trimegah Asset Management. Reksa dana ini 75-80% porsinya akan diinvestasikan pada konsumsi domestik, sedangkan 20-25% sisanya akan diinvestasikan pada portofolio Plus dengan tujuan untuk menciptakan alpha melalui investasi pada saham berkapitalisasi kecil dan menengah, dan beta pada kondisi pasar bullish melalui investasi pada sektor konsumsi tidak langsung maupun sektor non konsumsi, seperti komoditas, industri dasar, pertanian dan infrastruktur.

Dari profil di atas, bisa dikategorikan menjadi 2 yaitu reksa dana saham yang fokus pada satu sektor atau segmen saham tertentu dan reksa dana lain yang melakukan rotasi antar sektor untuk memaksimalkan kinerjanya. Dari sini, investor bisa melakukan analisis dan menentukan jenis reksa dana yang paling sesuai dengan karakteristiknya sendiri.

Penerbitan produk reksa dana baru sebetulnya hanya memiliki 1 tujuan yaitu meningkatkan Jumlah Dana Kelolaan. Dari sudut pandang saya, setidaknya ada 5 alasan yang mendasari penerbitan reksa dana baru tersebut.

Alasan pertama, dari sisi diversifikasi produk. Investor memiliki sifat alami untuk melakukan diversifikasi. Dalam konteks investasi reksa dana, meski sudah puas dengan kinerja satu reksa dana, selalu ada kecenderungan untuk memilih jenis reksa dana yang lain baik dari Manajer Investasi (MI) yang sama maupun Manajer Investasi yang berbeda. Bagi MI, produk yang baru menambah daftar variasi produk yang bisa ditawarkan kepada investor. Kunci dari diversifikasi ini adalah produk tersebut harus memiliki karakteristik dan atau strategi investasi yang berbeda dengan reksa dana yang sudah ada saat ini.

Kedua dari sisi Strategi Pemasaran. Bagi Manajer Investasi yang memiliki reksa dana dengan kinerja historis kurang begitu bagus, reksa dana baru merupakan sarana untuk mendapatkan jumlah dana kelolaan karena dalam memasarkan produk tersebut yang ditonjolkan adalah strategi investasi dan prospek ekonomi tanpa harus terganggu dengan kinerja historis reksa dana tersebut. Sementara bagi Manajer Investasi dengan kinerja historis yang bagus, biasanya produk yang baru menjadi buruan investor karena investor sudah memiliki persepsi yang bagus mengenai produk yang dikeluarkan oleh MI tersebut.

Ketiga dari sisi Psikologis investor. Meskipun salah, “konsep NAB/Up Rp 1000 itu murah” masih melekat pada sebagian investor reksa dana. Jadi ketika ada Manajer Investasi yang memiliki produk reksa dana dengan NAB/Up mencapai beberapa ribu atau puluhan ribu, menerbitkan suatu reksa dana baru, ada semacam harapan bahwa reksa dana tersebut bisa menyamai kinerja reksa dana pendahulunya. Hal ini membuat reksa dana baru, terutama yang diterbitkan oleh Manajer Investasi yang telah memiliki track record, basis investor besar dan Agen Penjual yang handal sangat diminati.

Artikel terkait:

Keempat yaitu dari sisi Pengelolaan Dana. Jumlah dana yang terlalu besar pada satu reksa dana akan semakin mempersulit MI dalam pengelolaannya. Oleh karena itu, supaya pengelolaannya efektif reksa dana baru diperlukan agar dana tidak terlalu terkonsentrasi pada satu dana tertentu saja.

Kelima yaitu dari permintaan khusus investor. Belakangan ini, muncul investor profesional (istilah untuk investor dengan dana besar) yang menginginkan pengelolaan dana secara bilateral namun tetap mengemukakan keterbukaan seperti reksa dana. Alhasil terdapat reksa dana dimana hanya terdiri 1 orang investor saja. Perbedaannya dengan KPD yang sifatnya bilateral adalah karena bentuknya reksa dana, maka informasi pengelolaan tersebut dipublikasikan dan bisa diakses di website BAPEPAM-LK sehingga menambah rasa aman dari investor tersebut.

Diversifikasi dan Kemampuan Mengumpulkan Dana

Dalam memilih reksa dana yang baru terbit, hal yang harus diperhatikan oleh investor ada 2. Pertama, konsep strategi pengelolaan yang ditawarkan oleh Manajer Investasi. Apakah berbeda / lebih baik dibandingkan dengan cara yang lama? Jika reksa dana baru tersebut hanya merupakan strategi pemasaran tanpa adanya konsep yang membedakan dengan produk sebelumnya, maka sebaiknya investor berfokus pada reksa dana lama yang telah memiliki track record kinerja historis. Faktor kedua adalah kemampuan MI dalam mengumpulkan dana, sebab jika dalam 30 hari sejak mendapat pernyataan efektif, jumlah dana kelolaan tidak mencapai Rp 25 Milliar, maka reksa dana tersebut terancam untuk dibubarkan.

Demikian artikel ini, semoga bermanfaat bagi anda dalam memilih reksa dana. Selamat berinvestasi.

Penyebutan produk investasi  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang.

  1. Prayudi
    July 5th, 2011 at 16:23 | #1

    Pak Rudi;

    Mengenai MI yg banyak mengeluarkan produk RD sejenis (misal RDS),.
    apakah tidak menyebabkan rancu dipengelolaannya ?
    Jadi tidak fokus, akibatnya RDS lama tidak dimaintain lagi (pasif).

    jika iya, apakah sebaiknya switch ke produk RDS yg baru?

    Note. Memang ada juga MI yg konsisten kinerja RDS lamanya.

  2. July 5th, 2011 at 17:45 | #2

    @Prayudi
    Yth Pak Prayudi,

    Kalau untuk hal ini memang paling tepat itu ditanyakan langsung dengan Manajer Investasinya.

    MI (Manajer Investasi) yang baik tentu memiliki sistem yang baik pula, lagipula kalau dia tidak menjaga kinerja reksa dana yang lama tentu akan sulit bagi dia untuk mendapatkan kepercayaan pada reksa dana barunya.

    Untuk menentukan pengelolaan suatu reksa dana itu pasif atau aktif, bisa dengan cara melihat rasio portofolio turnover (perputaran portofolio) yang dicantumkan dalam laporan keuangan reksa dana. Namun belum tentu pengelolaan suatu reksa dana menjadi pasif atau aktif karena ada produk baru, bisa saja karena kondisi pasar yang mengharuskan demikian. Referensi : http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/profile/2011/04/09/mengenal-laporan-keuangan-reksa-dana/

    Jika harus switch atau tidak bisa anda lihat di bagian perencanaan investasi. Pada dasarnya kalau suatu reksa dana tidak bisa mencapai tujuan dan juga bukan reksa dana jagoan, maka pada saat itulah kita bisa mencari reksa dana lain yang lebih baik. Referensi:
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/category/perencanaan-investasi/

    Semoga bisa menjawab pertanyaan anda, terima kasih

  3. Yoyo
    July 19th, 2011 at 14:08 | #3

    Salam pak,
    Saya sedang belajar reksa dana. Secara umum bagaimana melihat kinerja suatu reksa dana, apakah dari pergerakan NAB, atau returnnya. Apa perbedaan dan hubungan NAB dng return? Bagaimana suatu harga reksa dana ditentukan dan apa yg menyebabkan harga berfluktuasi ?

  4. July 19th, 2011 at 15:28 | #4

    @Yoyo
    Salam Yoyo,

    Return reksa dana dihitung dari pergerakan NAB/Up (harga) reksa dana.
    Sebagai ilustrasi
    Harga reksa dana A, awal tahun 1000 akhir tahun 1200
    Harga reksa dana B, awal tahun 2000 akhir tahun 2400

    Pergerakan harga A adalah +200 dan harga B adalah +400
    Kalau return:
    A = +200 / 1000 (harga awal tahun) = 20%
    B = + 400 / 2000 = 20%

    Jadi hubungan dan perbedaan antara harga dengan return mudah2an bisa dijelaskan di atas. NAB/Up reksa dana ditentukan dari seluruh Nilai Aktiva reksa dana yang terdiri dari Kas, Piutang, Deposito, Obligasi, dan Saham dikurangi dengan kewajiban reksa dana yang terdiri dari hutang atau pembayaran yang jatuh tempo, biaya-biaya dan pajak dibagi dengan jumlah unit penyertaan reksa dana yang beredar. Hasil pengurangan antara aset dengan kewajiban disebut Nilai Aktiva Bersih [NAB] (sering disebut juga Jumlah Dana Kelolaan reksa dana). Hasil pembagian antara NAB dengan Jumlah unit sering disebut harga atau disingkat menjadi NAB/Up. Nah, harga tersebut akan berfluktuasi sesuai dengan perubahan komponen2 yang menjadi aset reksa dana.

    Demikian pak, semoga bisa menjawab.

  5. Saily
    July 20th, 2011 at 13:32 | #5

    Dear Pa Rudi.
    Dalam penjelasan Bpk diatas, NAB/Up reksa dana ditentukan dari seluruh Nilai Aktiva reksa dana yang terdiri dari Kas, Piutang, Deposito, Obligasi, dan Saham dikurangi dengan kewajiban reksa dana yang terdiri dari hutang atau pembayaran yang jatuh tempo, biaya-biaya dan pajak dibagi dengan jumlah unit penyertaan reksa dana yang beredar.
    Pertanyaan saya: Apabila dana kelolaan yang dihimpun dari investor itu digunakan untuk investasi di saham, apakah dalam prakteknya M.I itu melakukan trading saham dgn dana kelolaan tsb ?. dalam bagaimana perlakuannya terhadap gain/loss dari trading tersebut.
    Demikian pertanyaan saya, makasih.

  6. July 20th, 2011 at 17:34 | #6

    @Saily
    Yth Ibu Saily,

    Kalau soal ditradingkan dan berapa porsinya itu diperbolehkan karena merupakan hak manajer investasi sebagai bagian dari pelaksanaan pengelolaan dana. Jika untung atau rugi ya dicatat sebagai untung rugi realisasi investasi yang nantinya akan muncul dalam audit laporan keuangan. Dari sudut perhitungan NAB/Up, kalau gain berarti aktiva akan bertambah yang diperoleh dair penjualan saham, misalnya beli saham senilai Rp 1 M dan dijual Rp 1,1 M setelah dikurangi segala biaya. Jadinya dia yang tadinya punya aset saham senilai 1 M menjadi memiliki kas senilai Rp 1,1 M.

    Apakah cukup jelas buat anda?

  7. Saily
    July 22nd, 2011 at 19:18 | #7

    Dear Pa Rudi.
    Jawaban Bpk, cukup jelas dan clear.
    Pertanyaan saya berikutnya adalah bagaimana stretegi berinvestasinya.
    Saya memang sudah memiliki reksadana saham. Kalau saya perhatikan, return yang dicapai memang dapat melampaui Inflasi, suka bunga bank bahkan masih diatas IHSG BEI. Namun investasi tersebut kembali akan turun lagi apabila saham-saham juga turun, akhirnya return yang di dapat tergerus lagi dengan penurunan tersebut. Pertanyaan saya apa yang bisa kita lakukan akar return yang sudah kita dapatkan itu tetap dapat bertahan. Apakah tepat kalau langkah di bawah ini kita lakukan: 1. Kita jual saja unit kita saat IHSG sudah mencapai record (tetapi kita juga tidak tahu juga kapan record itu berakhir dan mulai downtrend), 2. kita patok Investasi kita dgn suatu nilai tertentu, dan apabila melampaui nilai patokan tersebut, kita redemp selisih plusnya. Demikian, mohon pandangan. Mksh

  8. July 22nd, 2011 at 23:16 | #8

    @Saily
    Yth Ibu Saily,

    Yang anda lakukan tidak salah, bahkan sebetulnya tidak ada cara yang selalu benar.
    Cuma satu komentar saya, investasi anda tidak memiliki tujuan… Saya mungkin bisa memberikan masukan mengenai benar tidaknya strategi anda jika anda memiliki tujuan investasi yang jelas. Masalahnya saya tidak mendapatkan informasi tentang itu.

    Salah satu artikel lain yang membahas pertanyaan anda secara tidak langsung bisa dilihat disini http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/04/25/pensiun-dengan-reksa-dana-anda-yakin/

    Jika anda memang ingin lebih serius membahas masalah tersebut dan mendiskusikan rencana keuangan anda dengan kami, anda bisa datang ke kelas RD006 yang kami selenggarakan. Informasi lebih lanjut bisa dilihat disini http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/training-workshop/jadwal-training-infovesta/pelatihan-konsep-dasar-investasi/

    Semoga bermanfaat dan menjawab pertanyaan anda. Terima kasih

  1. No trackbacks yet.