Home > Perencanaan Investasi > Perencanaan Properti Melalui Investasi Reksa Dana

Perencanaan Properti Melalui Investasi Reksa Dana

Post berikut ini sekaligus menjawab pertanyaan ibu Nadya,

Pak, mohon pencerahannya. Saya Perempuan single umur 23 tahun, dalam bulan July ini rencana mulai invest di RD Saham Syariah dg metode DCA. Akan membuat Account 1 untuk Pensiun di umur 55thn dan skr let say biaya hidup 10 Jt/bulan. Account ke 2 untuk membeli rumah idamaan (hehe) sekitar 10thn – 15 thn dr skarang (re: range harga skr yg dalam Rp 2M sampai 5Milyar). Kira2 brapa per bulan saya harus invest kan ke acc 1 dan acc 2 ya pak? terimakasih banyak

Selain untuk kebutuhan sangat panjang seperti untuk persiapan Pensiun, investasi reksa dana juga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terlalu panjang seperti untuk properti dan real estate. Bagaimana cara untuk membuat perencanaan properti melalui investasi reksa dana?

Langkah-langkah dalam membuat perencanaan properti melalui investasi reksa dana adalah sebagai berikut:

1. Menentukan properti yang anda inginkan. Properti yang anda inginkan sebaiknya jangan hanya berdasarkan harga, apakah terjangkau atau tidak, namun juga kenyamanan. Faktor kenyamanan yang bisa anda pertimbangkan antara lain, jarak dan akses tranportasi ke tempat kerja, lingkungan, prospek harga tanah di masa mendatang, dan faktor-faktor lainnya yang pokoknya membuat anda merasa nyaman tinggal disitu. Kalau untuk soal ini, tentu setiap orang memiliki pendapat dan selera yang berbeda-beda. Sebagai contoh, jika saya pribadi, pertimbangan untuk tempat tinggal yang paling utama adalah kedekatan dengan tempat kerja.

2. Setelah itu adalah melakukan perhitungan dana yang dibutuhkan. Pada bagian ini, penting untuk menentukan apakah properti yang diinginkan akan dicapai menggunakan KPR atau tidak. Dengan kondisi harga tanah dan properti yang sangat “menggila” di Jakarta, pilihan menggunakan KPR sepertinya tidak terhindarkan kecuali jika anda sudah memiliki sejumlah uang yang cukup besar. Nah, dengan asumsi menggunakan KPR, maka anda harus memiliki sejumlah DP berikut kemampuan membayar cicilan pada masa mendatang. Untuk kasus ibu Nadya, Harga Rumah Rp 2 Milliar, dengan DP 35% = Rp 700 juta. Nilai Pinjaman Rp 1.3 Milliar. Simulasi cicilan dengan jangka waktu KPR 10 tahun dan 20 tahun adalah sebagai berikut

3. Setelah perhitungan di atas selesai, maka PR anda ada 2. Pertama, bagaimana memiliki dana sebesar Rp 700 juta untuk 10 tahun yang akan datang. Tentunya angka ini disesuaikan lagi dengan inflasi. Kira-kira perhitungan dengan anggapan harga rumah naik 5% setiap tahun dan hasil investasi reksa dana adalah 16%, maka sebagai berikut:

Jadi PR pertama anda adalah investasi senilai kira-kira Rp 4 juta dan memastikan bahwa Reksa dana anda harus mendapatkan return 16% pertahun secara konsisten selama 10 tahun. Untuk hal ini, anda bisa menggunakan fitur Myplan yang ada di myplan.infovesta.com, jika diperlukan.

PR kedua adalah memastikan bahwa penghasilan anda / gabungan bersama calon suami minimal 3 kali dari nilai cicilan bulanan yang diharuskan untuk KPR dengan nilai pinjaman yang anda butuhkan. Jika anda membuka usaha, maka usaha anda sebaiknya memiliki laba bersih 3 kali dari nilai tersebut (paling tidak rata-rata setiap bulan selama 1 tahun). Misalnya jika cicilan yang dipilih adalah Rp 12 juta per bulan, maka paling tidak penghasilannya adalah Rp 36 juta per bulan.

Demikian untuk perencanaan properti anda. Hanya saja konsep mempersiapkan investasi untuk mencapai tujuan keuangan untuk membeli real estate yang ada disini sifatnya masih konvensional. Karena mengharuskan si investor untuk disiplin menabung dan mengambil KPR. Belakangan ini saya banyak sekali melihat seminar / iklan yang pada dasarnya menawarkan cara / ilmu untuk memiliki properti tanpa melalui utang dan KPR (atau paling tidak ini yang saya baca di iklannya). Jika anda ingin menggunakan cara yang tidak konvensional ini juga tidak ada salahnya. Namun terus terang cara tersebut bukan sesuatu yang saya kuasai, jika silakan bertanya kepada yang ahlinya.

Untuk pertanyaan anda soal pensiun, setelah dilakukan simulasi dengan myplan.infovesta.com, hasilnya kurang lebih seperti ini

Demikian kira-kira hasil perhitungannya. Perlu diperhatikan bahwa angka di atas merupakan angka perkiraan. Dengan berinvestasi sesuai dengan rencana sekalipun tidak menjamin bahwa tujuan keuangan akan tercapai karena tingkat return reksa dana berfluktuasi setiap harinya. Untuk memperbesar kemungkinan bahwa tujuan akan tercapai, perlu dilakukan monitoring secara berkala sekaligus memperhatikan kondisi perekonomian secara umum. Pilihan reksa dana juga harus tepat mengingat banyak produk reksa dana yang ada dan tidak seluruhnya memiliki kinerja yang bagus.

Semoga pertanyaan anda terjawab. Atas perhatiannya, saya mengucapkan banyak terima kasih.

Penyebutan produk investasi  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa lalu tidak akan selalu terulang pada masa mendatang.

Categories: Perencanaan Investasi Tags:
  1. yusuf
    May 23rd, 2011 at 01:38 | #1

    saya usia 30 tahun pns dan istri juga. anak 2 orang umur 2 tahun dan umur 3 bulan, saat ini invest reksadana saham dengan auto invest tiap bulan 1 juta rupaih. dari reksadana itu ingin satu untuk biaya anak sekolah nantinya dan satunya untuk masa pesiun. menurut pak rudi bagaimana langkah ini dan apa yang musti saya lakukan agar keinginan bisa tercapai. trima kasih

    • May 26th, 2011 at 01:32 | #2

      Yth Pak Yusuf,

      Anda perlu membuat perencanana keuangan yang komprehensif pak. Dari berapa yang harus anda setorkan untuk bisa pensiun dan kebutuhan pendidikan anak. Atau bisa juga dibalik, dengan nilai setoran yang anda lakukan, kira2 “gaya hidup” seperti apa yang bisa anda siapkan buat pensiun nanti atau berapa besar perkiraan data yang terkumpul untuk kebutuhan sekolah anak anda.

  2. Nadya
    May 23rd, 2011 at 07:13 | #3

    Oia pak, mau tanya,saya perhatikan hampir di setiap perhitungan menggunakan expected return 16%, tp kl saya lihat para perencana keuangan lain menggunakan 25% (RD Saham). Apakah realnya susah mendapatkan 25% ya pak jadinya kita menggunakan asumsi 16% saja?
    Terimakasihh pak :)

  3. May 23rd, 2011 at 10:05 | #4

    @Nadya
    Yth Ibu Nadya,

    Acuan yang saya gunakan adalah disini
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/04/02/apakah-investasi-saham-jangka-panjang-pasti-menguntungkan/
    dan
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/files/2011/04/Return-IHSG-Jangka-Panjang-1984-2011.png

    Penggunaan tingkat return yang tinggi memang tidak salah, tapi semua itu hanyalah kalkulasi matematika saja. Semakin tinggi return yang anda gunakan, berarti semakin kecil jumlah cicilan anda. Permasalahannya, bagaimana mendapatkan return tersebut secara konsisten setiap tahunnya.

    Dengan menggunakan asumsi return yang lebih konservatif, berarti kerja kita makin keras dan harapan kita tidak tinggi. Ketika hasil yang dicapai bagus / melebihi ekspektasi, maka harapannya investor akan lebih bahagia. Kalaupun ternyata hasilnya agak melenceng, karena nilai yang kita tabung juga banyak, maka diharapkan nilainya tidak terlalu jauh dengan hasil yang kita harapkan.

    Bandingkan dengan asumsi return tinggi, berarti kerja kita tidak keras (karena cicilan kecil) dan bergantung sepenuhnya pada reksa dana. Kalau hasil bagus ya selamat, tapi bagaimana kalau hasilnya ternyata tidak bagus? Tentu kita akan sangat kecewa dengan hasilnya. Belum lagi risiko tidak tercapainya tujuan keuangan.

    Jadi prinsip infovesta untuk mencapai tujuan keuangan tertentu, tidak hanya membiarkan reksa dana (atau instrumen investasi saja) yang bekerja keras, tapi investornya juga. Semoga menjawab pertanyaan anda, terima kasih.

  4. tgr
    May 24th, 2011 at 01:39 | #5

    Terima kasih pak untuk artikel nya

  5. sbastian
    May 24th, 2011 at 09:57 | #6

    Pak rudi, mumpung sedang membicarakan properti. Apakah ada produk reksdana yg isinya khusus saham2 properti? saya lupa namanya kalau ddi luar negeri ada produk semacam ini. Jadi bagi investor kecil yg ingin memiliki investasi di bidang property bisa membeli produk tsb.

    kemudian, jika ada bagaimana prospeknya di indonesia?

    • May 26th, 2011 at 01:33 | #7

      Yth Pak Widodo,

      Untuk reksa dana yang khusus berinvestasi pada properti, dikenal dengan REIT (Real Estate Investment Trust) atau DIRE (Dana Investasi Real Estat) kalau di Indonesia. Sayangnya produk tersebut belum berkembang di Indonesia jadi masih belum ada. Dan rasanya kalaupun ada, nilai investasi minimal akan cukup besar.

      Oh ya, sebagai tambahan informasi, jenis reksa dana penyertaan terbatas juga memungkinkan untuk berinvestasi ke sektor properti, baik itu riil langsung ataupun melalui surat berharga.

  6. jam tangan
    August 11th, 2011 at 13:31 | #8

    wah saya banyak belajar nih dari tulisan Pak Rudi,
    terimakasih

  7. budi
    May 26th, 2013 at 22:53 | #9

    Salam kenal Pak Rudiyanto,

    Saya Budi,Terima ksh untuk menyediakan artikel yg sangat berguna pak, tp jujur saya msh blm paham bagaimana sistematika perhitungannya pak. Mohon di bantu untuk case saya pak.

    Saya berusia 25 thn, saya mmpunyai target untuk membeli rumah dengan sistem kpr seharga 700jt dlm kurun waktu 10 thn. Dengan sisa dr pendapatan saya sekitar 500rb-800rb/bulan. Seperti apa profil reksadana yg tepat agar saya bs membayar 30% dp dr kpr dan angsurannya ya pak?

    Terima kasih Pak,

    Budi

  8. Rudiyanto
    May 27th, 2013 at 16:30 | #10

    @budi
    Salam Kenal juga Budi,

    Untuk kasus anda, bisa coba menggunakan kalkulator yang tersedia di website panin
    http://www.panin-am.co.id/InvestmentCalculator.aspx
    Pilih yang kebutuhan investasi berkala.
    Ekspektasi inflasi adalah perkiraan kenaikan harga rumah setiap tahunnya.
    Kemudian ekspektasi imbal hasil, adalah jika kamu berinvestasi, berapa target return yang didapat per bulannya. Untuk saham dan jangka panjang, kamu bisa coba masukkan angka 15 – 20%.
    Selamat mencoba. Nanti kalau masih bingung, angka yang kamu peroleh dari kalkukator tersebut bisa kita diskusikan disini. Terima kasih

  9. budi
    May 29th, 2013 at 20:12 | #11

    @Rudiyanto

    Salam Pak Rudiyanto,

    Terima kasih atas balasannya dan memberikan contoh tools yg berguna. Tools nya sangat menarik dan bermanfaat untuk pemula seperti saya yg ingin melihat hasil output dari investasi yg sudah di tanam.

    Dengan menggunakan kalkulator hasil investasi berkala, saya kira itu udh cukup memberikan sedikit gambaran untuk melihat output dr investasi kita dalam kurun beberapa tahun.

    Terima kasih pak, di tunggu artikel2 yg lainnya pak! :)

    Regards.

  10. samsu
    May 13th, 2014 at 15:16 | #12

    salam Pak rudiyanto

    saya sekarang usia 41 tahun, jika ingin pensiun 55 dengan biaya hidup setara saat ini 15 juta/bln, brpa yg harus saya tabung per bulan di reksadana ?

    terima kasih

    salam

  11. Rudiyanto
    May 14th, 2014 at 19:28 | #13

    @samsu
    Salam Pak Samsu,

    Anda bisa coba baca artikel ini http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/03/28/panduan-mempersiapkan-pensiun-dengan-reksa-dana/

    Semoga bermanfaat.

  12. wiwit
    October 19th, 2015 at 13:12 | #14

    siang pak rudi, bersama ini saya mohon petunjuk perihal reksadana karena saya awan sekali. saya berumur hampir 40 th beranak 1 dengan sisa penghasilan sekitar 200-500rb, dengan kondisi tersebut saya punya tujuan memiliki rumah yang layak di jakarta dalam waktu 3-5 th mendatang. kiranya reksadana apa yang cocok dan bagaimana cara memulainya hingga tercapai tujuan, mohon petunjuk via email pak. terima kasih atas perhatiannya.

  13. Rudiyanto
    October 19th, 2015 at 13:16 | #15

    @wiwit
    Selamat Siang Pak Wiwit,

    Boleh tahu apakah untuk rumah yang layak tersebut sudah kamu survey harganya ada di kisaran berapa ?

  14. Marini
    June 23rd, 2016 at 13:22 | #16

    Selamat siang pak..

    Usia saya skrg 20th, saya masih kuliah uang jajan saya sebulan berkisar 1,4jt sebulan, saya mau nanya pak klo buat investasi untuk orangtua saya naik haji brp ya pak kira2 yg saya harus sisihkan uang jajan saya? Terimakasih pak

  15. Rudiyanto
    June 26th, 2016 at 13:47 | #17

    @Marini
    Salam Ibu Marini,

    Senang sekali mengetahui bahwa anda sangat berbakti kepada orang tua.

    Dan jika memang demikian, menurut saya anda perlu melakukan PR terlebih dahulu karena hanya niat saja tidak cukup. PRnya adalah anda coba cari tahu berapa target biaya perjalanan haji yang ingin anda capai dan targetnya berapa tahun lagi anda mau memberikan hadiah naik haji untuk kedua orang tua anda.

    Jika informasinya sudah lengkap, saya akan bantu cara menghitung besaran kebutuhan investasi per bulannya.

    Semoga bermanfaat

  16. yeri
    July 17th, 2016 at 00:09 | #18

    Salam Pak Rudi,

    Mohon sarannya pak, dengan penhasilan 2,5 juta per bulan. saya membutuh kan uang untuk DP rumah sebesar 50 juta. saya bisa menyisihkan uang 500 rbu per blnnya. mohon sarannya pak reksadana apa yang pas buat saya. trimkasih sebelumnya ats saran pak Rudi

  17. Rudiyanto
    July 18th, 2016 at 00:04 | #19

    @yeri
    Salam Pak Yeri,

    Saya salut dan kagum atas semangat anda untuk memiliki rumah sendiri. Namun, tanpa mengurangi rasa hormat menurut saya dana Rp 500rb per bulan tersebut sebaiknya anda gunakan untuk pengembangan diri, modal usaha atau kegiatan promosi (jika anda berusaha), supaya penghasilan anda bisa meningkat setidaknya mencapai Rp 5 atau 10 juta per bulan. Baru setelah itu anda pikirkan investasi reksa dana.

    Sebab punya rumah tidak hanya selesai di DP, tapi juga biaya notaris, balik nama, furniture, biaya pemeliharaan, air listrik dan sebagainya. Dengan penghasilan tersebut rasanya sangat sulit bisa dipenuhi.

    Jadi fokusnya sekarang bukanlah investasi keuangan, tapi investasi pada pengembangan kemampuan diri sendiri.

    Semoga bermanfaat

  1. May 25th, 2011 at 00:58 | #1

 


%d bloggers like this: