Home > Belajar Reksa Dana, Riset Reksa Dana > Mengenal Metode Evaluasi Kinerja Reksa Dana

Mengenal Metode Evaluasi Kinerja Reksa Dana

Evaluasi terhadap kinerja merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalam memilih jenis reksa dana yang menjadi tujuan investasi. Oleh karena itu, sebelum memilih berinvestasi pada reksa dana sebaiknya investor melakukan penilaian terhadap kinerja yang ingin dimilikinya. Namun bagaimana cara melakukan evaluasi terhadap kinerja reksa dana? apakah cukup hanya dengan return? Jika tidak, indikator apa yang harus digunakan oleh investor? Bagaimana pula cara untuk mengetahui baik buruknya kinerja tersebut?

Dalam buku dan literatur investasi, reksa dana adalah sekumpulan dari portofolio. Oleh karena itu, pengukuran kinerja reksa dana dikenal juga dengan istilah Evaluation of Portfolio Performance.

Metode evaluasi kinerja portofolio secara khusus hanya mengukur risk and return dari portofolio investasi (reksa dana) yang bersangkutan. Meski menurut kami cara ini belum komplit, namun memang bobot terbesar dalam penilaian kinerja reksa dana harus memperhatikan faktor ini.

Beberapa metode yang sering digunakan dalam evaluasi kinerja reksa dana antara lain:

  1. Risk Adjusted Return
  2. Sharpe Ratio (Reward to Variability Ratio [RVAR])
  3. Treynor Ratio (Reward to Volatility Ratio [RVOL])
  4. Capital Asset Pricing Model
    • Pendekatan Securities Market Line (SML)
    • Pendekatan Capital Market Line (CML)

Dimana formula untuk melakukan perhitungan di atas adalah sebagai berikut:

Untuk kepentingan pengukuran kinerja masa lalu, maka tingkat return yang dipergunakan adalah menggunakan rata-rata return geometrik. Dalam kasus pengukuran kinerja dengan pendekatan CAPM yang dimaksud dengan expected return bukanlah return pada masa mendatang, akan tetapi merupakan tingkat return yang seharusnya terjadi berdasarkan tingkat risiko di masa lalu.

Supaya lebih memudahkan contoh perhitungan dan hasil interprestasi dengan menggunakan Indeks Reksa Dana Saham, Campuran, Pendapatan Tetap dan IHSG sebagai indikator Pasar dengan menggunakan data 5 tahun terakhir (2005 – 2010). Sumber data indeks dapat anda download secara gratis pada bagian ini di www.infovesta.com dengan mengklik tombol grafik yang ada pada sebelah kanan.

Hasil perhitungan secara sederhana karena untuk kepentingan ilustratif berikut dengan interprestasinya adalah sebagai berikut:

  1. Rata-rata return tahunan geometrik adalah rata-rata return dari keempat indikator di atas selama 5 tahun terakhir setelah memperhitungkan faktor bunga berbunga. Pengukuran return dilakukan dengan menggunakan metode rata-rata return geometrik. Hasil diatas menunjukkan IHSG sebagai market merupakan instrumen dengan kinerja paling baik yang diikuti dengan rata-rata Reksa Dana Saham, Campuran dan kemudian reksa dana pendapatan tetap
  2. Standar Deviasi (Risiko), dalam definisi statistik adalah simpangan baku dari rata-rata. Dalam definisi keuangan, standar deviasi merupakan suatu angka yang merncerminkan total risiko dari suatu portofolio investasi. Yang dimaksud dengan total risiko adalah risiko sistematis dan risiko tidak sistematis. Semakin besar angka tersebut semakin besar pula risiko yang berarti semakin besar fluktuasi harga suatu reksa dana.
  3. Beta dalam definisi keuangan, adalah menunjukkan “hanya” risiko sistematis dari suatu portofolio investasi. Meski hanya mewakili sebagian dari risiko reksa dana, indikator ini lebih investor friendly karena lebih mudah diterjemahkan. Misalnya Infovesta Equity Fund Index memiliki beta 1.0259. Maka ketika IHSG bergerak naik 1% maka diperkirakan indeks tersebut akan bergerak naik sebesar 1.0259% dan sebaliknya. Jika suatu reksa dana memiliki beta lebih kecil dari satu maka pengaruh fluktuasi harga IHSG terhadap harga reksa dana tersebut juga semakin kecil. Secara umum interprestasinya sama dengan total risiko.
  4. Risk Free Rate yang dipergunakan adalah SBI 9 bulan terakhir. Penggunaan ini bersifat opsional, ada pula yang menggunakan Yield Obligasi 5 atau 10 tahun sebagai indikator Risk Free.
  5. Risk Adjusted Return (RAR) sebesar 0.9601 pada IHSG dapat diinterprestasikan atas 1% risiko yang ditanggung, maka IHSG memberikan return 0,9601%. Semakin besar RAR, maka semakin baik pula kinerja suatu reksa dana karena memberikan return yang tinggi atas risiko yang ditanggungnya.
  6. Sharpe Ratio sebesar 2,6935 pada Infovesta Fixed Income Fund Index dapat diinterprestasikan atas 1% risiko yang ditanggung, maka rata-rata reksa dana pendapatan tetap memberikan excess return sebesar 2,6935%. Yang dimaksud dengan Excess return yaitu selisih return reksa dana dengan Risk Free. Dasar pemikirannya, selain return positif, return reksa dana juga seharusnya di atas tingkat return instrumen bebas risiko. Interprestasi baik buruknya sharpe ratio sama dengan RAR.
  7. Treynor ratio sebesar 0.1630 pada Infovesta Balanced Fund Index, dapat diinterprestasikan bahwa atas 1% risiko sistematis yang ditanggung, reksa dana memberikan excess return sebesar 0.1630%. Selanjutnya baik buruknya interprestasi sama dengan Sharpe Ratio dan RAR, perbedaan hanya pada risiko yang digunakan.
  8. Capital Asset Pricing Model (CAPM) dengan pendekatan Securties Market Line (SML) adalah pengukuran berapa “Pantasnya” return reksa dana berdasarkan risiko sistematisnya.
    1. Expected Return sebesar 26,58% pada Infovesta Equity Fund Index menunjukkan bahwa dengan risiko sistematis (beta) sebesar 1.0259, Risk Free 6,75% dan Return Market (IHSG) sebesar 26.08%, maka sepantasnya rata-rata reksa dana saham harus membukukan return 26,58%
    2. Actual Return adalah hasil aktual dari return selama 5 tahun terakhir yakni sebesar 21,61%
    3. Alpha adalah selisih antara Return Actual dengan Expected Return (Return yang diharapkan). Angka -4,96% menunjukkan performa Infovesta Equity Fund Index 4,96% lebih rendah dari yang diharapkan (underperform)
  9. Capital Asset Pricing Model (CAPM) dengan pendekatan Capital Market Line (CML) adalah pengukuran berapa “Pantasnya” return reksa dana berdasarkan risiko Totalnya.
    1. Expected Return sebesar 26,58% pada Infovesta Fixed Income Fund Index menunjukkan bahwa dengan risiko total (standar deviasi) sebesar 4.07%, Risk Free 6,75%, Return Market (IHSG) sebesar 26.08% dan risiko totalnya sebesar 27,16%, maka sepantasnya rata-rata reksa dana pendapatan tetap harus membukukan return 9,65%%
    2. Actual Return adalah hasil aktual dari return selama 5 tahun terakhir yakni sebesar 10,97%
    3. Alpha adalah selisih antara Return Actual dengan Expected Return (Return yang diharapkan). Angka 1,32% menunjukkan performa Infovesta Fixed Income Fund Index 1,32% lebih tinggi dari yang diharapkan (outperform)

Dalam melakukan evaluasi terhadap kinerja reksa dana, seluruh perhitungan dilakukan dengan cara membandingkan antara kinerja reksa dana yang satu dengan reksa dana yang lain. Jadi, investor harus memilih 1 rasio yang ingin dipergunakan sebagai dasar pemilihan kinerja, selanjutnya dihitung rasio tersebut untuk sekelompok reksa dana dengan menggunakan data yang sama panjang. Selanjutnya rasio tersebut diperingkat, reksa dana dengan rasio yang paling tinggi berarti reksa dana tersebut berdasarkan metode yang digunakan merupakan reksa dana yang paling baik kinerjanya.

Beberapa hal yang harus diperhatikan investor adalah bahwa pengukuran kinerja tersebut hanya melihat dari sisi risk and return. Kewajaran isi portofolio, faktor besar kecilnya jumlah dana kelolaan, layanan dan transparansi informasi merupakan indikator yang tidak kalah penting dan tidak tercermin secara langsung dari pergerakan harga reksa dana.

Demikian semoga artikel ini bermanfaat dan menjadi referensi bagi anda yang ingin melakukan penelitian di reksa dana.

Penyebutan produk investasiĀ  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa lalu tidak akan selalu terulang pada masa mendatang.

Keterangan IHSG (Market) Infovesta Balanced Fund Index Infovesta Fixed Income Fund Index Infovesta Equity Fund Index
Rata-rata Return Tahunan Geometrik 26.08% 16.24% 10.97% 21.61%
Standar Deviasi (Risiko) 27.16% 16.76% 4.07% 28.40%
Beta 1.0000 0.5821 0.0527 1.0259
Risk Free Rate (SBI 9 bulan) 6.75% 6.75% 6.75% 6.75%
Risk Adjusted Return (RAR) 0.9601 0.9688 2.6935 0.7609
Sharpe Ratio (RVAR) 0.7116 0.5661 1.0364 0.5232
Treynor Ratio (RVOL) 0.2013 0.0980 0.0157 0.1953
CAPM – Pendekatan SML
Expected Return 26.08% 18.00% 7.77% 26.58%
Actual Return 26.08% 16.24% 10.97% 21.61%
Alpha SML 0.00% 1.76% -3.20% 4.96%
CAPM – Pendekatan CML
Expected Return 26.08% 18.68% 9.65% 26.96%
Actual Return 26.08% 16.24% 10.97% 21.61%
Alpha CML 0.00% 2.44% -1.32% 5.35%
  1. Hermawan
    May 18th, 2011 at 06:19 | #1

    Dear Pak Rudi,

    Kalau boleh tahu, diantara semua teknik evaluasi di atas, Alpha, Risk Adjusted, Sharpe Ratio, Beta Korelasi, dsb, mana yang paling Bapak sukai / prioritaskan ketika mengevaluasi suatu RD?

    Terima kasih.

  2. May 18th, 2011 at 11:51 | #2

    @Hermawan
    Yth Pak Hermawan,

    Di antara seluruh metode di atas, yang dipergunakan Infovesta dalam melakukan rating adalah Sharpe Ratio dan Metode Capital Asset Pricing Model dengan metode CML karena lebih representatif dan mencerminkan risiko secara keseluruhan.

    Sebagai informasi tambahan, cara di atas bukan semua, ada pula cara-cara lain yang dipergunakan seperti Information Ratio, Sortino Ratio, Roy Safety First Ratio dan Value At Risk serta berbagai metode lainnya yang sudah pernah ditemukan oleh para ahli namun masih belum dikenal secara umum oleh masyarakat. Mudah2an bisa dibahas dalam kesempatan2 yang akan datang.

  3. Hermawan
    May 18th, 2011 at 12:14 | #3

    Terima kasih Pak Rudi. Saya jadi paham sekarang, memang terbaik adalah mengukur rasio resiko imbalan, yang mungkin digabung mencari tahu siapa saja staff ahli di dalam mi-nya.

    Sekali lagi, terima kasih sharing ilmunya.

  4. anna
    May 20th, 2011 at 04:23 | #4

    Yth Pak Rudi,

    Pak Rudi, saya baru saja menjual emas perhiasan yang saya beli tahun 1989 sebesar
    20.000/gram kemarin tahun 2011 seharga 300.000,-/gram.
    Bagaimanakah cara menghitung bunga majemuknya, apakah dengan deposito bunga majemuk return investasi emas masih lebih besar ?
    Mohon bantuan, dan petunjuknya. terima-kasih.

  5. May 20th, 2011 at 04:54 | #5

    @anna
    Yth Ibu Anna,

    Kalau saya bantu hitung, asumsinya sebagai berikut:
    Investasi Awal Rp 30.000
    Investasi Akhir Rp 300.000
    Masa Investasi 2010 – 1989 = 21 tahun (anggap belinya akhir 1989 jualnya akhir 2010)

    Itu sama dengan 13.76%. Nah itu bagus atau tidak bisa anda bandingkan dengan rata-rata return 15 tahun IHSG yang ada di sini
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/files/2011/04/Return-IHSG-Jangka-Panjang-1984-2011.png
    atau artikel selengkapnya bisa anda baca disini
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/04/02/apakah-investasi-saham-jangka-panjang-pasti-menguntungkan/

    Tapi ternyata kalau dari emas hiasan sama emas murni, “diskon”nya lumayan besar juga ya? Kan untuk emas murni itu buybacknya pricenya sepengetahuan saya sekitar 400rb. Terima kasih atas sharing dan informasinya

    Semoga dapat membantu

  6. Gita
    May 22nd, 2011 at 03:51 | #6

    Dear Pak Rudi,,

    Saya ingin bertanya..
    Apakah bapak tahu wesite,blog atau media dimana tersedia informasi/kasus evaluasi kinerja reksadana di indonesia?
    Mohon bantuannya,Pak Rudi..Saya membutuhkan informasi ini sebagai tugas kuliah saya..
    Terimakasih…

  7. May 22nd, 2011 at 07:33 | #7

    @Gita
    Yth Ibu Gita,

    Seingat saya, tulisan tentang evaluasi kinerja reksa dana selain dibahas dalam tabloid kontan, juga pernah dimuat dalam Majalah Investor yang ditulis oleh rekan saya pak Edbert. Cuma untuk edisi ke berapa dan yang diterbitkan bulan apa saya lupa.

    Untuk tabloid kontan, anda bisa cari dengan mentelusuri kontan e-paper dan coba cari edisi lama. Kalau untuk Majalah Investor, sepertinya masih belum ada versi e-papernya. Untuk website, informasi dan analisis tersebut tersedia di http://www.infovesta.com. Untuk situs lainnya, saya rasa di perpustakaan digital universitas juga ada karena topik tersebut cukup sering dipakai sebagai topik skripsi. Anda juga bisa mencoba peruntungan anda di website bapepam.go.id dimana di situ ada data artikel yang merupakan kumpulan tulisan dari orang-orang yang bekerja di Manajer Investasi. Siapa tahu, ada tulisan yang membahas tentang topik tersebut.

    Sebetulnya perhitungan di atas bukan perhitungan yang terlalu rumit, sepanjang data yang ingin dicari ada, dan bisa dilihat di website kontan yang bagian pusat data yang gratis tapi anda meski sedikit repot untuk copypaste, hitung, dan kemudian melakukan analisa, atau di website infovesta yang sudah jadi namun berbayar (jika anda tidak ingin repot) sehingga fokus anda cukup pada analisisnya saja.

    Semoga bisa menjawab pertanyaan anda.

  8. sutrisno
    May 28th, 2011 at 04:53 | #8

    salam kenal pa rudy,
    sy pernah coba ikut RD mandiri syariah atraktif( nekat masuk pdhal belum ngerti :)..)
    saya nyimpan 1jt rupiah. setelah 3th saya jual ko cuma dpt 200rb..! tolong koreksi pa salah sy di mana karna sy ingin mencoba lagi ikut RD untuk nyiapin beli rumah 5th ke depan pa.
    klo bisa bahasannya di kirim ke e mail sy. terima kasih pa rudy

  9. Henvi
    June 9th, 2011 at 14:56 | #10

    Yth Pak Rudi,

    Karena saya tidak berpengalaman sama sekali tapi sangat berminat untuk mulai berinvestasi di reksadana, jadi saya ingin meminta pendapat Bapak bila seandainya ingin memilih reksadana, dimana yang satu adalah reksadana yg sudah berjalan 10tahun dengan NAB sekitar Rp10ribu dan yang kedua adalah reksadana baru tahun pertama dengan NAB Rp.1ribu. Yang ingin saya tanyakan apakah dengan membeli harga unit Rp.1ribu utk naik menjadi Rp.2ribu (mendapatkan keuntungan 100%) akan lebih mudah dicapai dibandingkan dengan membeli harga unit Rp.10ribu untuk mencapai Rp.20ribu bila kedua reksadana sama2 menjanjikan performanya.
    Mohon pencerahan dari Bapak. Terima kasih.

  10. June 9th, 2011 at 15:48 | #11

    @Henvi
    Yth Henvi,

    Jawaban untuk pertanyaan anda bisa anda baca di sini:
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/profile/2011/04/18/reksa-dana-mahal-reksa-dana-murah-2/
    dan
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/profile/2010/10/10/reksa-dana-mahal-reksa-dana-murah-1/

    Jika anda ingin mencari arsip artikel lama bisa sini
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/profile/arsip/

    Semoga menjawab pertanyaan anda. Terima kasih

  11. winda
    July 6th, 2011 at 09:34 | #12

    Dear Pak. Rudy

    saya ingin bertanya..
    bagaimana cara untuk menghitung kemampuan manajer investasi reksa dana saham mengenai kemampuannya dalam stock selection dan market timing dengan menggunakan metode henriksson-merton dan treynor-mazuy?apa kira-kira data yang dibutuhkan untuk menghitung metode tersebut?

  12. July 6th, 2011 at 23:41 | #13

    @winda
    Yth Winda,

    Untuk cara menghitung metode tersebut bisa coba anda searching di google dengan memasukkan kata kunci nama metode dan penemunya. Sebetulnya perhitungan dengan menggunakan kedua cara tersebut tidak terlalu sulit. Sebab tidak ada matematika non linear yang terlibat disini. Hanya regresi biasa dengan 2 variabel. Dari regresi tersebut anda akan menghasilkan 3 indikator yaitu Alpha yang menunjukkan kemampuan pemilihan saham (Stock Selection), Beta 1 (Sensitivitas reksa dana terhadap IHSG) dan Beta 2 (Kemampuan Manajer Investasi melakukan Market Timing).

    Perbedaan utama antara Henriksson Merton dengan Treynor Mazuy dalam menggunakan variabel dalam menghitung beta 2 tersebut. Seingat saya kalau tidak salah, Metode Treynor Mazuy menggunakan (Return Market – Risk Free)^2 sebagai varibel regresi untuk menentukan beta2. Sementara metode Henriksson Merton menggunakan angka 0 dan 1. Dimana 0 adalah ketika Return Market lebih rendah dari Risk Free dan Return Market lebih tinggi dari Risk Free.

    Data yang dibutuhkan saya kira bisa anda baca dalam buku panduan yang anda gunakan. Jika memang ini adalah tugas skrispsi, tesis atau desertasi anda, ada baiknya anda mencoba mencari sendiri seluruh panduan dan indikator yang ada, karena “mencari dan menemukan data” adalah bagian dari proses pembelajaran yang akan membuat hasil kerja anda semakin berharga nanti.

    Semoga bermanfaat.

  13. winda
    July 8th, 2011 at 14:51 | #14

    Dear Pak Rudy,

    Menyambung pertanyaan saya diatas..memang ini merupakan skripsi saya pak, saya sudah mencari2 namun saya kesulitan menemukan penelitian terdahulu yang sejenis dengan penelitian saya ini..mohon bantuannya pak?

    • July 8th, 2011 at 17:00 | #15

      Yth Winda,

      Mengapa tidak memulai dari buku panduan yang anda pergunakan dulu, jika tidak ada bisa ditanyakan ke dosen pembimbing anda. Tentu sudah pasti judul yang anda ajukan tersebut sudah anda (atau dosen anda) pikirkan dahulu bukan?

      Saran saya, skripsi bisa bagus meskipun tidak menggunakan referensi penelitian terdahulu. Sebab anda bisa memulainya dengan membaca dasar teori metode yang anda kemukakan di atas kemudian mencoba mengaplikasikan teori tersebut berdasarkan kondisi nyata yang ada. Jadi pertama, rumusnya apa. Kemudian variabel-variabel dalam rumus tersebut apa, baru kemudian setelah variabel tersebut ditemukan anda coba lakukan kalkulasi sesuai dengan rumus yang ada di buku. Nah, baru ketika hasilnya keluar anda baru cari referensi penelitian sejenis untuk mengecek apakah cara perhitungan anda sudah benar atau salah. Terkadang bisa kita sendiri yang salah, terkadang bisa saja referensi yang kamu lihat malah yang salah.

      Percayalah, proses seperti ini akan membuat anda menjadi lebih baik. Selamat mencoba…

  14. Razif
    July 20th, 2011 at 07:29 | #16

    selamat pagi, Bp. Rudy.
    sebelumny blog bapak bermanfaat sekali.

    saat ni sy sedang melakukan penilitian tentang tingkat pengembalian, resiko, dan kinerja sebuah reksa dana.
    disini sy ingin membandingkan RD yg besifat konv. dan syariah, ada bbrp metode penulisan yg telah sy dapatkan, diataranya; metode Risk Adjust Perfomance (sharpe, treynor, n jensen). kira2 metode apalagi yg bs sy gunakan untuk membandingkan tingkat pengembalian, resiko, dan kinerja sebuah reksa dana?

    terima kasih.

  15. July 20th, 2011 at 17:31 | #17

    @Razif
    Untuk pengukuran kinerja sebetulnya ada cukup banyak akan tetapi biasanya merupakan derivatif dari metode di atas seperti:
    Bentuk Lain Risk Adjusted Return:
    Sortino Ratio yang memperhitungkan Downside Risk
    Roy Safety First Ratio
    Bentuk lain Jensen:
    Market Timing and Asset Allocation

    Ada juga Value At Risk yang bisa diukur dengan 3 metode seperti cara manual, metode mean variance (mungkin ini, saya agak lupa namanya) dan metode monte carlo simulation

    Demikian pak, semoga bermanfaat.

  16. Razif
    July 22nd, 2011 at 10:56 | #18

    terima kasih bpk.
    evaluasi kinerja reksa dana da 4 model diantranya:
    treynor’s model
    sharpe’s model
    jensen’s model
    treynor n black’s model
    menurut bapak sendiri jika ditinjau dari tingkat validitasnya, yg manakah dari evaluasi kinerja reksa dana menurut bapak atau dari yang saya maksudkan di atas?
    krn saya tidak mengetahui persis apakah model yang bpk berikan memiliki hasil yang berbeda dengan kata lain rumus berbeda hasil yang didapat berbeda.

    oh iya, buku apa yang memuat rumus2 dalam model evaluasi kinerja menurut yg bapak tuliskan beberpa waktu lalu?

    terima kasih..

  17. July 22nd, 2011 at 11:04 | #19

    @Razif
    Yth Razif,

    Saya kurang begitu mengerti maksud pertanyaan anda tentang validitas, rumus dan hasil, bisakah coba anda lebih dijelaskan lagi?

    Mengenai buku bisa coba anda searching di google, rasanya kalau buku Indonesia jarang yang membahas metode tersebut. Beberapa teori di atas dibahas dalam materi CFA (Chartered Financial Analyst) tapi kebanyakan saya menemukannya dalam publikasi riset yang dimuat dalam situs universitas atau situs tentang penelitian keuangan. Jadi bentuknya bukan buku.

  18. gun
    August 7th, 2011 at 20:59 | #20

    Dear pak rudy.

    saya sangat awam tentang reksadana, tetapi saya tertarik untuk belajar mengenai reksadana. Berdasarkan artikel bapak diatas mengenai metode-metode evaluasi kinerja reksadana, dari mana saya harus memulai untuk bisa belajar mengenai metode-motede tersebut, sedangkan teori-teori tersebut belum ada pembahasannya dalam bentuk buku yang komplit sehingga menyulitkan buat saya yang sangat awam.

    terima kasih. saya harap sgera bisa dijawab oleh pak rudi.

  19. August 8th, 2011 at 15:50 | #21

    @gun
    Yth Gun,

    Anda bisa coba buku CFA tentang Investment Performance Evaluation, Buku Investment Karangan P. Jones, atau bisa di wikipedia. Kebanyakan buku manajemen keuangan dan investasi juga ada membahas tentang teori di atas.

  20. LQM
    October 23rd, 2011 at 16:57 | #22

    dear pak rudy,
    saya mahasiswa fakutas ekonomi sedang melakukan riset yang membutuhkan perhitungan dengan menggunakan WACC. saya mau tanya sekarang sysematic risk (beta) Indonesia untuk tahun 2011 berapa ya? saya tidak tau bisa dapat darimana data beta tersebut.

Comment pages
1 2 3 10 535
  1. May 29th, 2011 at 17:12 | #1
  2. October 4th, 2011 at 17:40 | #2

 


%d bloggers like this: