Home > Perencanaan Investasi, Riset Reksa Dana > Pensiun dengan Reksa Dana, Anda Yakin?

Pensiun dengan Reksa Dana, Anda Yakin?

Tulisan kali ini merupakan salah satu cuplikan kecil dari materi yang saya bawakan pada saat acara talkshow bersama Kontan kemarin. Semoga bisa bermanfaat untuk teman2 yang belum sempat datang ke acara tersebut.

Apa yang paling penting dalam berinvestasi di reksa dana? Menurut saya ada 2:

1. Memiliki kondisi finansial yang sehat. Pembahasan tentang Sehat Secara Finansial bisa anda baca disini http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2010/11/04/sehat-dulu-investasi-kemudian/

2. Memiliki Tujuan Investasi yang jelas.

Memiliki tujuan investasi sangat penting. Karena dengan adanya tujuan yang jelas, bisa menjawab banyak sekali pertanyaan investor. Dari berapa sebaiknya investasi bulanan yang harus kita lakukan, jenis reksa dana apa yang harus kita pilih, hingga apakah sebaiknya kita melakukan cutloss, pindah produk reksa dana, atau bahkan taking profit dan menikmati hidup.

Meski kedengarannya mudah, namun pada prakteknya tidak mudah-mudah amat, diperlukan kedisiplinan dan niat yang kuat bahwa kita ingin dan mampu memiliki kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang.Tujuan investasi sangat banyak dan beragam. Namun dalam contoh kali ini saya menggunakan Pensiun (sesuai dengan judul di atas. Contoh yang saya pergunakan adalah perencanaan pensiun buat keluarga dengan penghidupan yang menurut saya layak jika ingin pensiun di kota besar di Indonesia. Contohnya sebagai berikut:

Secara sederhana, cara baca dari gambar di atas adalah:

1. Jika anda ingin pensiun 20 tahun dari sekarang dengan gaya hidup setara Rp 10 juta sekarang, tanpa harus bekerja lagi selama masa pensiun tersebut, maka 20 tahun dari sekarang, jumlah dana yang anda butuhkan adalah sekitar Rp 9,08 Milliar.

2. Kalau anda ingin bisa pensiun dengan berinvestasi di Deposito, maka setiap bulannya anda harus menabung Rp 19.650.000.

3. Jika anda ingin melakukannya melalui reksa dana, dan berhasil menemukan reksa dana yang mampu menghasilkan return 25% per tahun dalam jangka panjang, maka jumlah dana yang dibutuhkan adalah Rp 1.350.000

Bagi teman2 yang sudah kenal dengan financial planner atau memiliki pengetahuan tentang financial planning tentu informasi di atas bukan sesuatu yang mengejutkan lagi. Namun terkejut atau tidak, jika anda ingin pensiun 20 tahun dari sekarang, maka siap2lah punya uang paling tidak sekitar Rp 9 miliar nanti. Pencapaian dari 0 ke Rp 9 miliar itu tentu tidak hanya terjadi dalam sekejap mata saja. Ada proses yang harus dilalui oleh investor. Untuk kepentingan simulasi, saya mengasumsikan rencana tersebut dibuat dari tahun 2005. Jika di grafikkan, proses tersebut adalah sebagai berikut:

Grafik ini menceritakan plan 5 tahunan yang harus dicapai oleh si investor untuk bisa mencapai Rp 9 milliar 20 tahun yang akan datang. Dengan asumsi plan tersebut dilakukan pada tahun 2005 maka target 5 tahunan adalah seperti yang terlihat di atas. Rp 16,5 juta di 2005, Rp 215 juta di 2010, Rp 900 juta di 2015, Rp3,2 miliar di 202o dan finally, Rp 9 milliar di 2020 (saat pensiun).

Memiliki tujuan jangka panjang memang bagus, sebab proses tersebut tidak selesai. Selain plan jangka panjang kita perlu juga membuat monitoring jangka pendek untuk memastikan apakah tujuan tersebut tercapai atau tidak.

Pada umumnya, karena jumlah investasi yang dibutuhkan relatif lebih kecil dan jangka waktunya yang dibutuhkan relatif panjang. Orang akan memilih mencapai tujuan pensiunnya dengan berinvestasi pada reksa dana saham. Bahkan, dengan semakin majunya produk perbankan, ada fasilitas autoinvest yang memungkinkan rekening investor di debit secara otomatis dan melakukan top up secara bulanan ke reksa dana yang dipilihnya.

Meski pergerakan harga reksa dana saham fluktuatif, logikanyanya dalam jangka panjang pasti untung (padahal belum tentu). Selain itu, perhitungan jumlah investasi bulanan yang diperlukan itu umumnya jarang ditopang dengan pengetahuan reksa dana yang memadai. Akibatnya fokus investor hanya di bagaimana bisa mencicil jumlah investasi yang dibutuhkan namun melupakan faktor yang tidak kalah pentingnya yaitu apakah kinerja reksa dananya telah sesuai dengan yang diharapkan atau tidak. Padahal belum tentu seluruh reksa dana saham akan untung dan memberikan kinerja seperti yang diharapkan dalam jangka panajgn.

Tindakan investor di atas dalam jangka panjang bisa berakibat fatal, sebab pemilihan produk reksa dana yang tidak tepat dapat membuat tujuan keuangan tidak tercapai. Seperti yang ditunjukkan dalam grafik sebagai berikut:

Sama seperti grafik sebelumnya, bedanya hanya pada grafik ini ditambahkan grafik warna biru yang merupakan hasil aktual dari investasi di reksa dana non jagoan. Yang dimaksud dengan reksa dana non jagoan adalah reksa dana saham yang dipilih oleh penulis dengan mengambil contoh reksa dana yang TIDAK termasuk dalam daftar reksa dana jagoan yang dipublikasikan di Kontan Edisi Khusus dengan topik Memilih Reksa Dana Jagoan.

Perbandingan antara grafik biru dan grafik merah di atas menunjukkan bahwa setelah berinvestasi selama 5 tahun dengan cicilan Rp 1,350.000 per bulan memang secara nominal investor memperoleh keuntungan. Namun, sebetulnya jika dikaitkan dengan tujuan investasi pertama kali, bisa dibilang, investor tersebut sangat diragukan untuk bisa pensiun dengan gaya hidup yang dia inginkan 15 tahun yang akan datang (asumsinya sudah jalan 5 tahun).

Berikutnya, dilakukan simulasi lagi dengan memilih satu reksa dana saham secara random, namun kali ini dilakukan pada reksa dana saham yang masuk dalam kategori reksa dana jagoan dalam publikasi kontan. Hasil simulasinya adalah sebagai berikut:

Sangat berbeda jauh bukan? Pada akhir 2010, investor tersebut ditargetkan untuk memiliki setidaknya Rp 215 juta, namun kenyataannya hasil investasi telah berkembang menjadi Rp 378 juta. Jauh di atas target yang diharapkan. Bagi investor yang berada dalam kondisi ini, sebetulnya secara finansial sangat fleksibel.

Banyak pilihan yang bisa dia lakukan, seperti berhenti mencicil untuk 1-2 tahun ke depan dan menggunakan uang tersebut untuk kebutuhan lainnya atau bila perlu berfoya-foya. Mencairkan sebanyak Rp  163 juta (Rp 378 – Rp 215), dan menggunakan uang tersebut untuk kesenangan pribadi sambil terus melanjutkan investasi bulanannya yang sebesar Rp 1,35 juta. Bagi investor yang ini saya mengucapkan selamat, karena kemungkinan dia untuk bisa pensiun 15 tahun yang akan datang sangat besar. Bahkan bukan tidak mungkin bisa pensiun dini jika dana tersebut tercapai lebih cepat.

Hasil simulasi di atas menunjukkan:

1. Pemilihan reksa dana yang tidak tepat dapat menyebabkan tujuan investasi tidak tercapai

2. Investasi jangka panjang memang penting, namun lebih penting lagi adalah hasil investasi mencapai tujuan / target yang diharapkan. Jika tidak maka sebaiknya investor harus mengevaluasi kegiatan investasinya. Apakah memang investasinya yang kurang banyak atau memang kinerja reksa dananya yang tidak mendukung.

3. Kebijakan untuk melakukan profit taking / cut loss haruslah didasarkan pada perbandingan antara tujuan dengan aktual. Jika memang hasil aktual jauh di atas target maka tidak ada salahnya mengambil sebagian dari selisih untuk dinikmati. Sebaliknya apabila hasil aktual jauh di bawah tujuan padahal sudah dilaksanakan sesuai tujuan, maka tidak salahnya juga melakukan cutloss sambil mencari reksa dana lain yang lebih prospek.

Demikian artikel ini, semoga bermanfaat bagi semua. Semoga kita semua bisa mencapai tujuan keuangan dengan investasi yang kita lakukan. Apabila anda membutuhkan alat bantu untuk bisa mencapai tujuan tersebut bisa anda akses di sini. Atas perhatiannya saya mengucapkan banyak terima kasih.

Pesan Buku
20130919-210339.jpg

Teman2 dan para pembaca blog yang setia, biasanya saya memberikan rekomendasi tentang buku-buku yang bagus. Kali ini saya ingin memperkenalkan buku saya sendiri. Judulnya “Sukses Finansial Dengan Reksa Dana”.

Buku ini membahas tentang segala sesuatu yang harus anda tahu tentang reksa dana, mulai definisi, peraturan, tata cara investasi, praktek reksa dana dan riset-riset berkaitan tentang reksa dana, investasi pasar modal di Indonesia dan bagaimana caranya untuk mencapai kesuksesan finansial melalui investasi reksa dana. Semua esensi, pengetahuan dan pengalaman saya selama bertahun-tahun baik sebagai investor reksa dana, konsultan yang memberikan masukan tentang investasi, hingga saat ini sebagai pelaku pasar modal yang memasarkan produk reksa dana kepada masyarakat diringkas dalam buku ini.

Menurut informasi dari penerbit, yaitu Elex Media Komputindo, buku akan tersedia di toko buku Gramedia paling lambat tanggal 25 September. Ada 2 versi yang tersedia yaitu Versi Softcover yang bisa anda peroleh di Toko Buku Gramedia dengan harga Rp 99.800.

Versi kedua yaitu Versi Hardcover, untuk yang ini hanya bisa anda beli dengan memesan langsung kepada saya. Harga versi Hardcover termasuk ongkos kirim untuk Jakarta adalah Rp 135.000

Dengan membeli edisi Hardcover, anda juga akan mendapatkan Excel yang berisi:

  • Kalkulator Time Value of Money
  • Kalkulator Biaya dan Return Reksa Dana
  • Perhitungan Sharpe, Treynor dan Jensen Alpha lengkap dengan contoh data historis dan rumus perhitungan

Apabila anda berminat dengan versi Hardcover ini, maka prosedur pembelian dan pengiriman adalah sebagai berikut:

  1. Lakukan transfer ke rekening sebagai berikut:
    • Bank BCA KCP Mall Ciputra Jakarta
    • Atas nama Vonny Susilo
    • No Rekening 466 13 58 674
    • Nominal Transfer sesuai ketentuan di bawah
    • Masukkan Berita: Nama Lengkap

    Total Transfer adalah sebagai berikut

    • Untuk pengiriman daerah Jakarta Rp 135.000
    • Untuk pengiriman daerah Jawa Rp Rp 140.000
    • Untuk pengiriman Domestik Luar Jawa Rp 150.000

     

  2. Selanjutnya Nama Lengkap, Bukti Transfer, Alamat Pengiriman Buku, dan Nomor Telepon yang bisa dihubungi bisa di Email ke vonnysusilo.zh@gmail.com
  3. Harap teman2 dapat mencantumkan Alamat Pengiriman Lengkap dengan Kode Pos dan Nomor Telepon yang aktif untuk mempermudah proses pengiriman.
  4. Selanjutnya kami akan mengirimkan email konfirmasi mengenai tanggal pengiriman buku ke alamat dan softcopy Excel Time Value of Money dan Investasi beserta Password untuk membuka file ke alamat email anda

Apabila ada yang ingin ditanyakan bisa langsung di bagian comment.

Demikian atas perhatian dan dukungannya, saya mengucapkan banyak terima kasih.

 

  1. Chrispinus
    April 25th, 2011 at 14:26 | #1

    Saya rasa bisa sih Pak, saya sendiri fyi resminya pengangguran, sudah lama berhenti kerja sejak tahun 2007 (sesuai laporan di SPT). Masih di usia produktif, tapi saya rasa nggak worth it lagi kerja dengan macet seperti sekarang, dan memilih main full di reksadana dan jual beli surat berharga negara. Masih bisa makan-minum-tidur dengan nyaman. Ya tapi kita harus cerdas dalam mengatur pengeluaran juga, jangan sampai keuntungan investasi habis untuk konsumsi :)

  2. Hermawan
    April 25th, 2011 at 19:22 | #2

    Dear Pak Rudi,

    Intinya kita berinvestasi sejak dini, memilih rd yang track recordnya bagus, serta tiap tahunnya melakukan rebalancing (evaluasi) atas kinerja portfolio kita ya?

    Saat ini banyak penggelapan dana nasabah, saya kira satu-satunya solusi adalah menyebar ke banyak mi dan ke banyak kustodian yang bereputasi, jika satu kena masih ada cadangan.

    Demikian pandangan saya. Thanks a lot, Pak Rudi…

    • April 27th, 2011 at 17:04 | #3

      Yth Pak Hermawan,

      Untuk masalah penggelapan saya rasa melakukan diversifikasi ke beberapa MI meskipun memperkecil risiko namun tidak menyelesaikan masalah sepenuhnya. Menurut saya, diperlukan adanya internal control atau cross check antara jumlah investasi kita dengan jumlah investasi yang tercatat di Bank Kustodian secara berkala untuk membuat oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut tidak memiliki kesempatan melakukan penggelapan dana. Namun sekali lagi kembali ke kondisi masing-masing investor.

      Atas perhatiannya, saya mengucapkan banyak terima kasih.

  3. Jully
    April 26th, 2011 at 05:12 | #4

    Pak /Rudi,
    Saya wanita single usia 54th masih kerja
    Mungkin saya masih bs kerja s/d 60-65th
    Seandainya saya pensiun 62th dan mulai thn ke 62 saya ingin ada bulanan 5-7jt
    Reksadana apa yang harus saya beli dan berapa per bulan ?
    Tunggu bantuannya pak.
    Thanks n regards,
    Jully

  4. April 27th, 2011 at 16:34 | #5

    @Jully
    Yth Ibu Jully,

    Berkaitan dengan pertanyaan anda, saya telah membuat satu Kategori Khusus yang isinya tentang perencanaan investasi. Untuk jawaban pertanyaan anda bisa dilihat disini
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/01/27/simulasi-perencanaan-investasi-pensiun-ibu-jully/

    Semoga bermanfaat

  5. januar
    April 28th, 2011 at 11:58 | #6

    terimakasih pak rudy telah menulis artikel ini, mengingatkan saya pada buku “Untuk Indonesia yang kuat” nya Ligwina Hananto, saya yakin banyak yg terkaget2 dengan jumlah yg harus di investasikan untuk memepertahankan gaya/biaya hidup saat ini hingga masa pensiun nanti…
    itu belum ditambah persiapan pendidikan anak hingga kuliah lho…
    untuk itu saya rasa pak rudi dan rekan2 yg bergiat di dunia investasi untuk lebih menyebarkan pentingnya investasi ke generasi muda…
    karena tidak banyak anak muda seusia saya (25) yg paham pentingnya investasi, dalam skala kecil saya kerap meng influence teman2 kantor untuk mulai berinvestasi di reksadana

  6. prayudi
    May 2nd, 2011 at 11:51 | #7

    pak rudi, umur saya saat ini 25 tahun, masih bekerja dan merencanakan pensiun di usia 45 tahun. untuk biaya setelah pensiun saya rasa 6 juta cukup. apa reksadana yang sebaiknya saya pilih?

  7. May 3rd, 2011 at 12:12 | #8

    Yth Pak Prayudi,

    Jawaban untuk pertanyaan anda sudah saya siapkan disini, semoga bermanfaat.
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/01/27/pensiun-pak-prayudi/

  8. shinta
    May 6th, 2011 at 09:35 | #9

    pak rudy usia saya skrg 27, sdh berkeluarga dan biaya hidup saya 10 jt per bln. apabila saya ingin pensiun di usia 50 th, bolehkah sy minta bantuan bapak untuk membuat simulasi berapa reksadana yang harus saya beli tiap bln n yg spt apa?
    tks sebelumnya. sy sangat mengharapkan bapak berkenan menjawab

  9. May 9th, 2011 at 11:12 | #10

    @shinta
    Yth Ibu Shinta,

    Untuk pertanyaan anda bisa dibaca disini.
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/01/28/pensiun-shinta/
    Semoga dapat menjawab pertanyaan anda terima kasih.

  10. Arian S
    May 10th, 2011 at 10:40 | #11

    Pak, Saya ingin bertanya. Saya kebetulan berusia 25 tahun. Saya saat ini belum ada pekerjaan tetap, saya memiliki niat ingin menjadi seorang Investor! Terutama Investasi di dalam pasar modal.

    Hal yang pernah saya baca dan pelajari adalah sebaiknya kita sebagai PEMULA memulai investasi melalui REKSADANA.

    Apakah benar demikian pak? Dan kalau boleh, saya minta sedikit usul & pendapat bapak mengenai niatan saya untuk menjadi seorang Investor Sukses di Pasar Modal. Berikan saya petunjuk, Bagaimana & dimana saya harus memulai? Apakah menurut bapak mungkin seseorang yg belum memiliki pendapatan tetap bisa berinvestasi di pasar modal?

    Terima Kasih sebelumnya pak Rudi.

    Salam Sukses untuk anda!

  11. May 10th, 2011 at 12:16 | #12

    @Arian S
    Yth Bapak Arian,

    Untuk berinvestasi di pasar modal, maka dibutuhkan modal. Jika anda tidak punya pekerjaan tetap, pertanyaan saya, darimana modal anda berasal?

    Sebetulnya dalam berinvestasi, pemula atau profesional itu tidak terlalu penting. Seiring dengan berjalannya waktu orang akan belajar dari kesalahan2 yang telah dibuat dan (harapannya) pengetahuan akan investasi juga berkembang. Yang lebih penting adalah sehat secara finansial atau tidak. Investasi itu ibarat ber olah raga. Jika badan kita tidak sehat, lupa pemanasan, bisa kram atau cedera. Meski dengan melakukan itu semua sekalipun tidak menjadikan kita bebas dari cedera. Dengan persiapan saja masih bisa celaka, bagaimana kalau tidak. Untuk mengetahui apakah sehat secara finansial bisa dilihat di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2010/11/04/sehat-dulu-investasi-kemudian/

    Jika investasi dilakukan dalam kondisi finansial kita yang masih kurang atau pas2an, menurut saya malah akan membahayakan investor karena kebutuhan akan dana akan memaksa investor melakukan keputusan investasi yang tidak perlu.

    Jika anda memang tertarik untuk menjadi investor di pasar modal, anda bisa coba bekerja di perusahaan sekuritas untuk lebih mengenal dunia investasi ini sambil mengumpulkan aset. Atau alternatifnya, anda bisa mengikuti seminar dan kelas-kelas pengetahuan investasi yang belakangan cukup banyak diselenggarakan baik oleh pihak bursa ataupun pihak swasta.

    Semoga membantu

  12. Ambrose
    May 16th, 2011 at 10:38 | #13

    Pak Rudi, usia saya saat ini 25 tahun.

    Saya ingin mempunyai kualitas hidup setara 10 juta/bulan saat ini. rencana pensiun di usia 50 tahun. saya adalah tipe investor agresif, yang lebih mengutamakan pengembangan dana maksimal.

    saat ini saya juga sudah membeli beberapa investasi, misalnya di Prudent*al (investasi tunggal dan asuransi unit link) dan berencana membeli Pan*n Dana Maksima (bulanan).

    Bolehkan bapak membantu saya dalam nominal yang sebaiknya saya investasikan tiap bulan, dan reksadana yang mana yang sebaiknya saya ambil?
    Terima kasih.

  13. May 19th, 2011 at 02:41 | #14

    @Ambrose
    Yth Ambrose,

    Perhitungan anda adalah kira2 seperti ini
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/01/29/pensiun-ambrose/

    Selamat membaca semoga bermanfaat.

  14. handayani
    May 19th, 2011 at 08:02 | #15

    kalo boleh MI nya siapa?

  15. May 19th, 2011 at 11:47 | #16

    @handayani
    Yth Ibu Handayani,

    Maaf, maksudnya MI itu apa ya?

  16. Nadya
    May 20th, 2011 at 02:01 | #17

    Pak, mohon pencerahannya. Saya Perempuan single umur 23 tahun, dalam bulan July ini rencana mulai invest di RD Saham Syariah dg metode DCA. Akan membuat Account 1 untuk Pensiun di umur 55thn dan skr let say biaya hidup 10 Jt/bulan. Account ke 2 untuk membeli rumah idamaan (hehe) sekitar 10thn – 15 thn dr skarang (re: range harga skr yg dalam Rp 2M sampai 5Milyar). Kira2 brapa per bulan saya harus invest kan ke acc 1 dan acc 2 ya pak? terimakasih banyak :)

  17. May 22nd, 2011 at 08:40 | #18

    @Nadya
    Yth Ibu Nadya,

    Untuk pertanyaan anda, jawabannya kira2 sudah saya siapkan. Bisa anda baca disini
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/05/22/perencanaan-properti-melalui-investasi-reksa-dana/

    Semoga bermanfaat.

  18. Nadya
    May 23rd, 2011 at 00:59 | #19

    Terimakasih banyak pak infonya, banyak membantu :)
    Smoga tujuan investasi saya tercapai nantinya, aminnnnn :)

  19. sue
    June 4th, 2011 at 18:37 | #20

    pak,gmn caranya menentukan reksadana jagoan?
    kalo di kontan itu kan ada yg bintang 5 ato 4.5?
    atau sudah ada list nya?Saya cuma pernah liat list dari kontan untuk reksadana jagoan 2009?
    apakah ada list terbaru untuk 2010

    • June 5th, 2011 at 13:24 | #21

      Yth Sue,

      Kalau cara untuk menentukan reksa dana jagoan, anda bisa melakukan pengukuran dengan menggunakan indikator-indikator yang menurut anda menjadikan suatu reksa dana jagoan.

      Jika di infovesta, reksa dana jagoan ditentukan dengan menggunakan kriteria sebagai berikut:
      1. Kinerja Risk and Return. Metode pengukuran risk and return bisa anda baca disini http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/05/16/mengenal-metode-evaluasi-kinerja-reksa-dana/
      2. Besar kecilnya jumlah dana kelolaan dan pertumbuhan unit penyertaan
      3. Struktur biaya.

      Rating infovesta yang di update secara bulanan bisa dilihat di http://www.infovesta.com atau di myplan.infovesta.com. Kami juga mempublikasikan tersebut di kontan setiap tahun pada saat ada edisi khusus reksa dana. Seharusnya di edisi khusus yang terbit tahun 2011 ini memuat tentang jagoan berdasarkan kinerja 2010.

      Semoga menjawab pertanyaan anda. Terima kasih.

  20. chandra
    June 12th, 2011 at 09:00 | #22

    pak, saya Pria single umur 23 tahun, tahun lalu saya diasuransikan (unit link, asuransi+investasi) oleh ayah saya, per tahunnya 25 juta, dibayar selama 7 tahun, total 125juta, setelah tahun ke 7, hasilnya bisa diambil. nah sekarang saya timbang2, investasi+asuransi ini kurang menguntungkan.

    bagaimana jika bapak di posisi saya, apakah lebih baik dilanjutkan unit link, atau saya pisahkan antara investasi (reksadana) dengan asuransi?

    terima kasih banyak :)

  21. June 12th, 2011 at 17:40 | #23

    @chandra
    Yth Pak Chandra,

    Memang bukan kali ini saja orang merasa ragu dalam memilih antara asuransi + Investasi atau dikenal dengan istilah unit link dibandingkan dengan dipisahkan antara asuransi dengan investasinya.

    Kalau saya jadi anda pak, yang saya pertama kali lakukan itu adalah :
    1. Anda mengatakan kalau dipisah itu lebih menguntungkan. Ok, tapi bisakah anda menemukan asuransi yang terpisah dengan investasi. Coba dicari dulu, apakah benar-benar ada asuransi yang terpisah. Saya sendiri baru berhasil menemukan produk tersebut setelah mencari selama 4 tahun, itupun belinya tidak di Jakarta dan si agen asuransi merasa bingung karena memilih saya produk yang uang anda setelah disetorkan akan hangus tidak bersisa di masa yang akan datang.

    2. Setelah asuransi tersebut berhasil anda temukan, langkah berikutnya adalah “membayangkan” jika anda sendiri yang membayarnya. Apakah anda siap menyetorkan uang ke perusahaan asuransi sekian juta setiap tahun dan uang tersebut hangus jika anda sehat walafiat dan tidak sakit. Sebab asuransi murni seperti ini tidak murah, tergantung seberapa “mahal” anda menghargai nilai hidup anda. Selain itu, anda juga perlu mengambil lagi asuransi kesehatan untuk mengantisipasi penyakit kritis dan biaya pengobatan yang nilainya juga tidak murah. Umumnya asuransi jiwa dan kesehatan itu terpisah tapi ada juga yang digabung.

    Khusus untuk pertanyaan no 2, sangat penting jika uang tersebut dibayar dari hasil kerja keras anda sendiri baru anda merasakan positif negatifnya dari membeli asuransi dan investasi secara terpisah. Setelah seluruh proses tersebut anda lakukan, baru anda putuskan sendiri apakah unit link anda mau dilanjutkan atau tidak.

    Jadi kesimpulannya bukan lanjutkan atau tidak, tapi temukan dan rasakan, baru kemudian diputuskan. Penting hal ini anda lakukan supaya pertimbangan anda bukan teori di atas kertas saja. Semoga bisa menjawab pertanyaan anda. Atas perhatiannya saya mengucapkan banyak terima kasih.

  22. Samuel
    June 15th, 2011 at 22:52 | #24

    Pak Rudi,

    Mohon advicenya.. Saya menjual rumah dan maksut mau di invest di RD yang mana bisa memberikan pendapatan 10jt/bln.

    Harus di RD tetap atau campuran..? FYI skarang saya juga aktif bermaen saham.

    Plan saya 10% obligasi + 50% RD tetap + 25% RD campuran + 15% saham. Tetapi dengan rumor market crash, agak cemas beli RD campuran. sedangkan obligasi rumor ori008 hanya di kupon 8.5% gross.

    Untuk balancing risk, rencana akan saya split dengan MI CIMB dan MI Mandiri. Apa benar MI Bank lokal lebih low risk vs Schroder yang mana pernah lehman brother pernah colaps.

    Bantu advice ya pak sehingga memberikan masukan sebelum masuk ke RD..

    Terima kasih

  23. June 21st, 2011 at 09:40 | #25

    @Samuel
    Yth Pak Samuel,

    Apakah bapak sudah datang ke acara pameran Kontan kemarin ? Jika sudah, saya yakin teman2 saya yang ada di booth atau rekan2 perencana keuangan lain bisa memberikan jawaban yang memuaskan bagi anda.

    Jika dari informasi yang anda berikan, sebetulnya ada informasi yang kurang, seperti:
    1. Rumah apakah yang anda jual, apakah rumah tempat tinggal atau rumah kedua (ketiga) ?
    2. Berapa nilai penjualan rumah tersebut? Jika misalnya nilai penjualan tersebut adalah Rp 1,875 Milyar, maka dengan mendepositokan uang tersebut ke deposito dengan bunga gross 8% anda bisa mendapatkan Rp 10 juta per bulan tanpa perlu repot2 berinvestasi lagi.
    3. Untuk aset alokasi dan rekomendasinya, saya sarankan kepada bapak untuk datang ke kelas investasi atau seminar kita yang informasinya bisa diperoleh di atas. http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/training-workshop/jadwal-training-infovesta/pelatihan-konsep-dasar-investasi/
    Atau jika menginginkan informasi yang lebih advance bisa mengikuti http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/training-workshop/infovesta-kontan-premium-workshop/

    Demikian pak, semoga bermanfaat. Atas perhatiannya saya mengucapkan banyak terima kasih.

  24. Samuel
    June 22nd, 2011 at 15:54 | #26

    Pak Rudi,

    Terima kasih atas advisenya.

    Saya baca tulisan Bp “hubungan SBI, obli dan RD’ yang mana memberikan masukan penting bagi saya. Skrg SBI cendrung naik di mana trend NAB reksa tetap atau turun, sehingga sebaiknya tidak masuk dulu ke RD.

    Minggu lalu saya book obli bank permata kupon 11% gross sebagai subsitute RD tetap yang umunya hanya yield 10% average.

    Rumah yang di jual tempat tinggal lama kami, skarang kami pindah ke rumah sederhana. Karena kami mau plan untuk pensiun awal. Kami mencoba maximalkan return atas asset yang ada.

    Skarang ini saya coba monthly deposito 7.25% gross dan maen saham saat market turun.
    Minggu lalu dapat return 2% dalam 2 hari karena market turun ke 3710.

    Skarang juga sdg memilih saham yang dpt di invest long term (3-5 thn), sebari melihat risk trend yunani, usa, china.

    Perlu masukan dan tulisan Bp untuk invest kedepannya karena market yang volatile.

    Please advisenya..

    Banyak terima kasih dan senang membaca tulisan Bp

  25. June 22nd, 2011 at 18:22 | #27

    Yth Pak Samuel,

    Mengingat kondisi bapak cukup spesifik, saya pikir pembahasannya akan lebih efektif jika pembahasan mengenai rekomendasi yang terbaik untuk anda dilakukan via training atau diskusi private. Kalau tidak keberatan, anda bisa coba datang ke salah satu training yang kita adakan setiap hari Sabtu dengan memilih modul yang anda sukai. Kalau dari analisis awal mungkin RD004, RD005 dan RD006 cocok untuk anda. http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/training-workshop/jadwal-training-infovesta/pelatihan-konsep-dasar-investasi/

    Atau jika bapak ingin tetap mengikuti tulisan disini juga tetap saya persilakan. Semoga informasi ini bermanfaat.

  26. Dessy
    July 6th, 2011 at 11:36 | #28

    Yth Pak Rudi,

    Saya wanita usia 31 thn, single, berencana untuk investasi RD utk dana pensiun. Saya berencana untuk pensiun pada umur 50. Saya berencana memiliki kualitas hidup setara 6 juta/bulan saat ini.

    Mohon bantuan bapak untuk memberi saran reksa dana apa yg sebaiknya saya ambil dan nominalnya berapa. Terimakasih Pak Rudy.

  27. wiwi
    July 6th, 2011 at 16:50 | #30

    Yth. Pak Rudi.
    Saya baru mulai cari info tentang RD (masih buta ttg RD) dan ketemu blog Bapak.
    Mohon advise-nya, saya 37 th suami 37 th, anak 2 (5 th dan 2 th).
    Rincian per bulan, total gaji kami berdua 12 jt, pengeluaran per bulan 6 jt, asuransi pendidikan axa mandiri 2 jt, cicilan KPR 2 jt (rumahnya rencana akan disewakan), masih ada dana per bulan 2 jt.
    1. Dana darurat yang saya punya cuma 40 jt, harusnya kan 12 X 6 jt. Apakah saya harus menggenapi dana darurat terlebih dulu sebelum berinvestasi?
    2. Apakah cukup dengan asuransi pendidikan di axa mandiri 1 jt per bulan untuk biaya anak kuliah? (sy kurang tahu biaya kuliah sekarang) mungkin targetnya untuk yang level menengah saja.
    3. Saya PNS dan suami swasta (pensiun usia 55), untuk membuat dana pensiun apa yang harus saya lakukan.
    4. Investasi apa yang harus saya lakukan untuk mencapai tujuan saya tersebut diatas, mungkin Bapak dapat memberikan simulasi.
    Maaf pertanyaannya panjang lebar, terima kasih, Tuhan Memberkati.

    • July 12th, 2011 at 17:54 | #31

      Yth Ibu Wiwi,

      Bersama bapak Edbert (Rekan saya di Infovesta yang juga berperan sebagai Analis), kira2 jawaban untuk pertanyaan anda sbb:

      1. Memang sebelum mulai berinvestasi, anda perlu untuk memastikan bahwa anda sudah “sehat” secara finansial untuk mulai berinvestasi. Salah satu kriteria yang menunjukkan kesehatan secara finansial adalah dengan memiliki dana darurat yang cukup. Untuk anda dan pasangan, minimal dana darurat yang harus disiapkan adalah sebesar 12 kali pengeluaran bulanan. Sebelum memiliki dana darurat sejumlah tersebut, ada baiknya anda menunda sebentar rencana investasi anda sampai dana darurat tersebut terpenuhi. Untuk penjelasan lebih lanjut perihal persiapan kondisi finansial sebelum berinvestasi dapat dilihat pada http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2010/11/04/sehat-dulu-investasi-kemudian/. Tapi kalau memang tidak yakin dalam waktu dekat akan ada pengeluaran besar, saya rasa menyiapkan dana investasi dan darurat sekaligus juga tidak apa2, tidak perlu terlalu teoritis juga.
      2. Untuk mengetahui apakah dana yang anda investasikan untuk pendidikan anak anda cukup atau tidak, mungkin perlu dilihat dari dana yang anda dapatkan ketika anak anda masuk kuliah dengan Future Value dari Uang masuk kuliah yang sekarang berkisar antara 15 juta untuk jurusan umum seperti ekonomi hingga Rp 100 juta untuk jurusan kedokteran di Universitas terkenal.
      Untuk 3 dan 4. Jika anda ingin mempersiapkan pensiun dengan produk reksa dana (namun perlu diingat tidak harus reksa dana, cara lain juga bisa) maka ada baiknya bagi anda dan suami anda untuk mengetahui terlebih dahulu seluk beluk atau paling tidak dasar dari reksa dana. Untuk itu ibu dapat membaca blog ini, berdiskusi dengan financial planner atau sumber lain yang bisa menjelaskan atau jika anda memang ingin serius dan mengetahui lebih lanjut bisa mengikuti kelas reksa dana yang kami adakan setiap hari sabtu di kantor kami. Informasi lebih jelas dapat dilihat pada http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/training-workshop/jadwal-training-infovesta/pelatihan-konsep-dasar-investasi/. Di situ, anda bisa berdiskusi langsung dengan kami sehingga diharapkan pertanyaan anda dapat terjawab dengan lebih baik.

      Demikian jawaban saya, semoga dapat membantu anda. Terima kasih

  28. wiwi
    July 13th, 2011 at 10:51 | #32

    Terima kasih jawabannya Pak, masih ada pertanyaan, semoga tidak bosan jawabnya.
    Saya baca-baca tulisan tentang perencanaan keuangan bahwa dengan unitlink tidak maksimal hasilnya.
    1. Apa saran Bapak tentang unit link saya. Waktu itu saya belum tahu tentang RD, saya hanya berpikiran bagaimana saya menyisihkan uang untuk dana pendidikan anak. Haruskan saya menutupnya.
    2. Apakah asuransi pendidikan Bumiputera juga dikategorikan sebagai Unit link.
    3. Saya baru tahu RD akhir-akhir ini, apakah dengan dimasukan ke RD akan lebih maksimal.
    4. Setelah dana darurat terpenuhi, saya berencana installment di Mandiri 1 jt per bulan untuk beli RD. Saran RD apa yang baiknya saya ambil.
    Terima kasih banyak Pak, Tuhan memberkati.

    • July 13th, 2011 at 12:13 | #33

      Yth Ibu Wiwi,

      Berkaitan dengan pertanyaan anda
      1. Sangat baik punya pikiran untuk menyisihkan dana bagi anak. Namun Urutan yang menurut saya lebih tepat adalah memiliki asuransi dulu baru investasi. Yang harus diasuransikan adalah anggota keluarga yang menjadi kontributor pendapatan rumah tangga, supaya semua bisa tetap berjalan meskipun terjadi hal yang tidak diinginkan. Jadi harus asuransi orang tua bukan anak. Nah jika anda ingin menutup asuransi tersebut, apakah sudah ada penggantinya?
      2. Kalau itu saya perlu lihat dan pelajari polis asuransi tersebut
      3. Reksa Dana adalah salah satu alat, jadi kalau anda punya alternatif lain yang lebih baik tidak harus reksa dana juga. Sebetulnya yang maksimal atau tidak itu tergantung pemahaman, rasa puas dan tujuan investasi.
      4. Kembali ke no 3 tadi. Pemahaman, Rasa Puas dan Tujuan Investasi. Jika anda ingin membahas lebih lanjut dan membuat rencana investasi melalui reksa dana secara lebih serius, anda bisa mengikuti kelas RD006 yang akan kami selenggarakan bulan ini. Informasi lebih lanjut bisa diklik disini http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/training-workshop/jadwal-training-infovesta/pelatihan-konsep-dasar-investasi/

      Semoga bermanfaat bagi anda.

  29. anna
    July 23rd, 2011 at 12:24 | #34

    Yth: Pak Rudi,

    Pak saya mau tanya ttg mengevaluasi sebuah reksadana saham,
    Seandainya Jika saya membeli reksadana saham di perusahaan A dengan investasi secara berkala setiap bulan,dan sdh berjalan lebih dari 1 tahun namun return reksadana tsb tdk sesuai dgn harapan,
    jika saya akan pindah ke reksadana yang lain, apakah dana tsb saya pindahkan semuanya ataukah investasi berkala bulanan selanjutnya saja yang saya pindahkan.

    Mohon petunjuknya pak Rudy, terima – kasih.

  30. July 23rd, 2011 at 14:13 | #35

    @anna
    Yth Ibu Anna,

    Meskipun logikanya adalah kalau memang reksa dana lama memble, lebih baik ditinggalkan saja dan kita mencari yang lebih baik. Namun kenyataannya tidak seperti itu, terkadang dalam menjual reksa dana ada faktor-faktor sentimentil seperti reksa dana yang lama bagaimanapun juga sudah “ikut” bersama kita untuk beberapa waktu, sempat memberikan return lumayan di masa lalu, ga enak hati karena yang jualan adalah kenalan, ga mau cutloss (istilah rekan saya the ‘nyangkuters’ dan terkadang ada pula faktor harapan, dimana sekarang memang kinerjanya ga gitu bagus, namun karena dulu sempat bagus kita berharap lagi reksa dana tersebut akan bagus pada masa yang akan datang.

    Berhubung saya tidak memiliki informasi mengenai rencana keuangan anda yang jelas seperti seberapa jauh jarak antara harapan dengan kenyataan yang anda miliki sekarang (seperti pada grafik http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/files/2011/04/Reksa-Dana-Non-Jagoan.png), apakah anda sudah benar-benar disiplin atau tidak, maka jawaban saya adalah terserah ibu Anna… Saya yakin anda bisa memutuskan sendiri apa yang terbaik untuk anda.

  31. nina
    July 25th, 2011 at 09:18 | #36

    Yth: Pak Rudi

    Umur saya 29th, bekerja sbg PNS..saya tertarik dengan reksadana syariah untuk masa pensiun saya nanti sekitar umur 55th..dengan kebutuhan hidup 5jt/bulan..kira2 brp nominal yang sebaiknya saya investasikan tiap bulan, dan reksadana syariah yang mana yang sebaiknya saya ambil? adakah RD Syariah dengan setoran antara 100rb-200rb per bulan?

  32. July 25th, 2011 at 17:31 | #37

    @nina
    Yth Nina,

    Profil anda sepertinya agak mirip dengan profil ibu Shinta yang pernah saya bahas disini http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/01/28/pensiun-shinta/ Coba anda pelajari.

    Untuk jenis reksa dana harus disesuaikan antara kinerja dengan profil risiko. Saran saya anda bisa coba mendatangi seluruh Manajer Investasi yang menawarkan reksa dana syariah di Indonesia mengingat jumlahnya tidak banyak. Namun saya tidak yakin apakah jumlah setoran yang anda sebutkan itu diperbolehkan. Jika jumlah tersebut adalah jumlah yang bisa anda sisihkan per bulan, maka saran saya anda bisa coba cek dulu kesehatan finansial anda sebelum melakukan investasi. Untuk tahu apakah anda sehat atau tidak secara finansial bisa melihat di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/profile/2010/11/04/sehat-dulu-investasi-kemudian/ . Saran saya untuk bisa melakukan investasi sebaiknya seseorang bisa menyisihkan paling tidak minimal Rp 1 juta setiap bulannya dan anda tidak mengalami perubahan gaya hidup yang signifikan akibat investasi tersebut.

    Semoga menjawab pertanyaan anda. Terima kasih

  33. anna
    July 27th, 2011 at 16:28 | #38

    Terima- kasih pak Rudy atas saran dan petunjuknya

  34. Dwi Lestari
    September 2nd, 2011 at 17:22 | #39

    Yth. Pak Rudi

    Pak, saya single, usia 26thn, pendapatan perbulan 4jt, masi tinggal bareng org tua dengan pengeluaran 2jt/bln utk diri sendiri, baru belajar reksadana, ingin mempersiapkan dana membeli rumah,, dana pendidikan jika sudah punya anak, dan dana pensiun. Walaupun blm menikah. Saya juga tertarik dengan emas pak, mohon saran Pak Rudi bagaimana saya mengatur keuangan saya? saya sudah membeli danareksa, namun masi sedikit 1jt, rencananya saya mau autodebit tiap bulan. Saya juga blm punya asuransi, krn bingung asuransi yg bagus apa, takutnya dpt yg susah di klaim. Mohon input Bapak. Semoga Bapak reply y hehe.. Terima Kasih

  35. wiwi
    September 5th, 2011 at 11:02 | #40

    Selamat siang Pak Rudi, saya 37 tahun, biaya hidup sekarang 6jt per bulan, dan pensiun di usia 55 tahun.
    Mohon bantuan Bapak untuk membuat simulasi berapa nominal yang harus saya investasikan tiap bulannya dan reksadana yang mana yang sebaiknya saya ambil.
    Terima kasih banyak Pak.

  36. September 5th, 2011 at 17:36 | #41

    @Dwi Lestari
    Yth Ibu Wiwi,

    Profile anda sepertinya mirip dengan beberapa orang yang sudah pernah saya bahas.
    Anda bisa melihat dengan cara mencari older entries pada link berikut
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/category/perencanaan-investasi/

    Semoga bermanfaat

  37. September 5th, 2011 at 17:50 | #42

    @Dwi Lestari
    Yth Ibu Dwi Lestari,

    Kalau menurut saya, tindakan anda mempersiapkan dana pensiun dengan berinvestasi di reksa dana atau emas sudah bagus. Tapi mengingat usia anda yang masih muda, saya pikir tidak ada salahnya melakukan investasi pada diri sendiri (misalnya mengambil gelar, keahlian atau sertifikasi) untuk meningkatkan penghasilan baik melalui pengembangan karir ataupun melalui usaha sampingan.

    Dengan pendapatan yang lebih besar, berarti semakin banyak pula penghasilan yang bisa disisihkan untuk diinvestasikan pada instrumen pilihan anda seperti emas atau reksa dana. Demikian input dari saya, semoga bermanfaat.

  38. Nunu
    September 6th, 2011 at 23:32 | #43

    Pak Rudi Yth
    Saya ingin bertanya, berkaitan dengan penggunaan reksadana demi perencanaan pensiun (dan perencanaan jangka panjang lainnya)

    Sejak bulan Juli 2011 kemarin, Panin Dana Bersama ditutup dari initial subscription maupun top-up, dari yg saya baca tujuannya untuk mempertahankan kinerja dari produk tersebut. Kemungkinan untuk kembali dibukanya subscription masih blum ada kepastian. Dari membaca prospektusnya, saya menemukan bahwa PDB ditawarkan mulai sejak Februari 2009.

    Pertanyaan saya adalah:
    Jika asumsinya saya seorang investor yang mulai mencicil dana pensiun di reksadana PDB tiap bulan sejak tahun 2009, dan kemudian MI mengambil kebijakan menghentikan top-up seperti itu, bukankah itu berarti rencana mencicil saya jadi terhambat di bulan juli 2011? (padahal baru jalan 2 tahun) Bila investor menghadapi situasi seperti itu, apa yang sebaiknya dilakukan pak? Apa kita perlu mencari produk reksadana lain untuk melanjutkan cicilan kita sementara yang di PDB nya dibiarkan saja dulu?
    Apa kebijakan seperti itu sering dilakukan oleh MI untuk menunjang kinerjanya? Jika demikian, sebagai investor yang tanggap, apa yg perlu ia dilakukan untuk tetap melanjutkan rencana jangka panjangnya?

    Hehe, maaf kalo pertanyaannya awam banget ya pak…

  39. September 7th, 2011 at 11:07 | #44

    @Nunu
    Yth Ibu Nunu,

    Pertanyaan anda tidak awam sama sekali bu, malahan sangat relavan dengan keadaan banyak investor.

    Sepengetahuan saya kasus pembatasan top up bukan hanya terjadi di reksa dana Panin namun juga pernah terjadi di reksa dana lainnya. Namun tindakan ini memang bukan merupakan suatu tindakan yang tidak bagus atau melanggar aturan karena memang di atur dalam prospektus.

    Salah satu pasal dalam prospektus membahas bahwa Manajer Investasi dapat menawarkan reksa dana terus menerus hingga jumlah unit penyertaan mencapai batasan yang ditetapkan dalam prospektus. Halaman 1
    Sumber : http://www.bnpparibas-ip.co.id/file/Copy_of_Prospektus_Ekuitas.pdf
    Dengan membagi Jumlah Dana Kelolaan dengan NAB/Up diperoleh unit sebesar 470 unit. artinya untuk sampai ke 2 milliar unit masih bisa menerima banyak lagi.
    sumber : http://www.bnpparibas-ip.co.id/file/1107_Ekuitas_Ind.pdf

    Pada halaman 44 disebutkan juga bahwa Manajer Investasi memiliki kewenangan untuk menerima atau menolak permintaan investor melakukan pembelian tanpa ada penjelasan lebih lanjut mengenai syarat-syarat yang mendasari penerimaan atau penolakan tersebut.

    Umumnya penolakan bisa dikarenakan:
    1. Informasi Investor tidak lengkap
    2. Investor masuk kategori High Risk (akan dijelaskan lebih lanjut pada kesempatan yang akan datang)
    3. Unitnya sudah mendekati jumlah unit penyertaan yang ditetapkan dalam prospektus. (dalam beberapa kasus prospektus bisa direvisi sehingga jumlah unit yang bisa ditawarkan bisa diperbanyak lagi)
    4. Atau alasan seperti yang anda sebutkan di atas untuk tujuan efisiensi.
    5. Terkadang ada juga reksa dana yang didedicated untuk investor tertentu sehingga investor yang mau masuk ke reksa dana tersebut ditolak.

    Jika penolakan top up karena alasan no 3, maka anda tunggu saja, ada kemungkinan reksa dana ini dibuka kembali karena perlu waktu untuk merevisi prospektus. Namun jika alasannya adalah karena no 4, maka saran saya anda mencari reksa dana yang lain karena kemungkinan top up baru dibuka lagi ketika ada investor yang melakukan redemption. Untuk alasan no 4, sepengetahuan bukan hanya terjadi di Panin sebelumnya juga pernah terjadi di reksa dana lain untuk alasan yang sama namun beberapa bulan setelah itu dibuka kembali.

    Jadi ya, mungkin ada baiknya anda coba cari2 lagi reksa dana yang lain. Semoga bermanfaat

  40. shahroom
    September 21st, 2011 at 18:08 | #45

    Selamat sore Pak Rudiyanto.

    Umur saya sekarang 40 tahun, saya ingin pensiun 10 tahun lagi di usia saya yang ke 50 tahun.
    sekarang saya mengambil RDS dengan sistem auto debet/installment per bulan, dengan detail sbb :
    1). RDS Schroder Dana Istimewa, jangka waktu 10 tahun (sampai thn 2021), auto debet sebesar Rp.500.000 per bulan
    2). RDS Schroder 90 Plus Equity Fund, jangka waktu 12 tahun (sampai thn 2023), auto debet sebesar Rp.500.000 per bulan

    Saya berkeinginan pensiun di usia 50 tahun, dengan biaya hidup tetap terpenuhi sebesar 10jt/bulan.
    Pertanyaan saya Pak :
    1). Apakah pilihan saya ini sudah tepat ??? Mohon dibuatkan simulasi-nya Pak.
    2). Seandainya belum tepat, mungkin saya bisa diberi petunjuk oleh Bapak ???

    Terimakasih sebelumnya Pak Rudiyanto.

  41. bagus Nuradita
    September 21st, 2011 at 21:41 | #46

    Pak Rudi Yth.
    Selamat malam.

    Saya berusia 34 thn,saat ini saya sedang mengikuti Panin Dana Maksima dimana tujuan saya untuk pensiun . Saya berencana untuk pensiun pada umur 55. Saya berencana memiliki kualitas hidup setara 10 juta/bulan saat ini.
    Mohon bantuan bapak untuk memberi saran brapa seharusnya income saya sisihkan setiap bulan untuk mencapi tujuan tersebut.

    Mohon pencerahannya Apakah dalam reksadana ada stock split ya ???
    saya gak kebayang harga2 NAB saham 20-30 tahun lagi, kalau misalnya panin dana maksima naik 35% setahun , itu berarti harga 1 unitnya bisa sampe 1 milyar dong pas 30 tahun lagi dgn asumsi kinerja masa lalu = kinerja yg akan datang ???

    Terimakasih Pak Rudy.
    atas pencerahanya

  42. September 26th, 2011 at 17:04 | #47

    @shahroom
    Yth Bagus Nuradita,

    Anda perlu menyisihkan paling tidak 4-5 juta per bulan dengan asumsi return reksa dana anda konsisten di 20% per tahun. Untuk detail dan simulasi dengan beberapa situasi sekaligus anda bisa mencoba di Myplan.Infovesta.com

    Kalau untuk mutual fund split saya belum pernah dengar dan sepertinya juga belum pernah ada dalam sejarah. Tapi dengan asumsi NAb sekarang 50.000 dan return 35% selama 30 tahun jadinya sekitar 400 jutaan kok belum sampai 1 miliar.

  43. September 26th, 2011 at 17:09 | #48

    @shahroom
    Yth Shahroom,

    Sepertinya sangat berat pak. Untuk bisa penisun 10 tahun lagi dan hidup nyaman sampai usia 75 anda butuh setidaknya 22 juta per bulan. itupun dengan asumsi dana anda tumbuh 20% setiap tahun.

    Jika ingin melakukan simulasi lebih lanjut bisa dihitung di myplan.infovesta.com

    Semoga bermanfaat

  44. Uty
    October 27th, 2011 at 17:03 | #49

    Pak Rudi

    Minta tolong bikinkan simulasi pensiun saya.
    Usia : 33th
    Pensiun rencana umur 50th
    Biaya hidup sekarang 4jt/bln
    Biaya dipakai sampai umur 65th

    Saya sudah bikin kalkulator autoinvest di website commbank, tetapi hasilnya saya harus invest Rp 14,498,290/bln dgn asumsi pertumbuhan invest 20%/th dan inflasi 10%.

    Kok besar sekali ya pak.

    Tks

  45. October 27th, 2011 at 17:44 | #50

    @Uty
    Kemungkinan itu ada salah input atau perhitungan.
    Jika anda ingin membuat perhitungan yang bisa di ganti usia pensiun dan pemilihan reksa dana bisa menggunakan myplan.infovesta.com atau menghubungi jasa perencana keuangan yang mungkin bisa memberikan hitungan yang lebih tepat

    Terima kasih

  46. Iyan
    January 22nd, 2012 at 22:05 | #51

    Yth Pak Rudi

    Saya seorang suami dengan istri dan satu anak (18 bulan), usia saya nyaris 30 thn. Saya tdk ada background finance di bangku kuliah dan saya agak sedikit menyesal baru mulai bln lalu kulik2 info ttg investasi yg ternyata sangat luas dan menarik (mau tak mau saya hrs kebut krn mulai dr nol), sblmnya hanya mengandalkan tabungan deposit saja utk investasi. Saya warga negara Indonesia yg bekerja di Malaysia tetapi sedang ada dinas di New Zealand saat ini, semakin jauh dr Indonesia dan lbh susah untuk mudik. Bln dpn saya akan pulang ke Indonesia (3 minggu saja) dan saya ingin memanfaatkan momen mudik saya untuk berinvestasi sebanyak dan sebaik mungkin, sangat beruntung saya nemu blog Pak Rudi yg sangat informatif, saat ini pun sedang gali2 blog Pak Rudi :) Mohon infonya dalam waktu yg sempit itu investasi apa yg baiknya saya lakukan selagi di Indonesia, sebab saya ingin menginvestasikan uang pertama saya di tempat yg tepat. Saya ada ide2 di bawah ini, mohon masukan dr Pak Rudi:

    1) Tabungan: Mengingat persentasi inflasi dan bunga Indonesia yg lbh tinggi dr Malaysia, apakah baiknya saya pindahkan tabungan saya dr Malaysia ke Indonesia? Saat ini tabungan saya simpan di Malaysia

    2) Pensiun: Di samping berinvestasi emas (semoga harga emas lg turun dan stoknya lg ada juga), saya tertarik ulasan Pak Rudi ttg reksana ETF (Exchange Traded Funds), sempat melirik produk ETF R-LQ45X dr Indo Premier, yg saya cek dr website nya minimum bisa berinvestasi 500 unit saja. Mohon inputnya apakah performance LQ45X ckp bagus untuk investasi 1 dekade ke dpn? Atau mengingat ETF di Indonesia blm matang saat ini, apkah berinvestasi ETF di luar negeri (US, Jepang, atau Singapore) msh lbh menjanjikan ( tp pasti modalnya jauh lbh besar :( )? Setidaknya saya ingin berinvestasi ke ETF sebelum memulai investasi stok jangka panjang.

    3) Pendidikan Anak: Saya tertarik untuk mengambil reksadana jagoan untuk pendidikan anak sampai kuliah, apakah ini hal yg tepat

    4) Properti: Sepertinya agak susah utuk thn ini, mengingat bnyk alokasi dana yg saya harus keluarkan untuk investasi jangka panjang di atas dan saya hrs tetap menjaga aset2 yg mudah dicairkan seperti tabungan. Dan apakah untuk kasus seperti saya yg tinggal di luar negeri sampai waktu yg belum bisa ditentukan, akan lbh baik kalu berinvestasi tanah dibandingkan rumah atau apartemen di kota Jakarta untuk disewakan?

    Terima kasih sebelumnya. Mohon infonya kalau ada promosi paket MY PLAN :)

  47. January 25th, 2012 at 15:27 | #52

    @Iyan
    Salam Pak Iyan,

    Senang sekali bisa bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang yang semakin menyadari pentingnya perencanaan investasi dalam blog ini. Kalau menurut saya, bapak masih belum terlambat. Malahan persiapan di usia saat ini sangat ideal. Masa 20 – 30 adalah masa yang paling tepat menurut saya, untuk membangun bisnis / karir. Setelah mulai punya uang lebih dan kehidupan sudah agak mapan, baru kita pikirkan tentang investasi.

    Terkait pertanyaan anda,
    1. Jika tabungan anda disiapkan untuk dana darurat, maka saran saya sebaiknya ditaroh pada tempat dimana “kondisi darurat” tersebut bisa terjadi. Jika tabungan merupakan sarana investasi untuk mencapai tujuan keuangan, maka sebaiknya ditaroh di tempat uang tersebut akan digunakan nantinya.
    Tingkat bunga memang bisa menjadi pertimbangan, namun menurut saya lebih baik fokus pada dimana mau digunakan, jika tidak anda harus memikirkan lagi risiko nilai tukar.

    2. Mau berinvestasi di ETF atau tidak, itu pilihan pak. Ada reksa dana yang kinerjanya lebih baik dibandingkan ETF adapula yang tidak. Tinggal pintar2nya anda memilih produk dan mempertimbangkan konsistensi kinerjanya.

    Untuk minimum investasi dan pertimbangan ETF luar negeri, itu relatif pak, Kalau saran saya investasilah di tempat dan instrumen yang anda pahami. Setelah mendengar dan mencari informasi dari sana sini, saran saya datang dan buktikan. Terkadang pengalaman seperti ini malah jauh lebih berharga.

    Selain itu, tidak ada jaminan, mau reksa dana, ETF ataupun emas bisa baik untuk 1 dekade ke depan. Untuk itulah program seperti Myplan ada, memastikan tujuan anda tercapai setiap tahunya sehingga memastikan tujuan jangka panjang anda tercapai.

    3. Dalam investasi itu tidak ada yang benar atau salah. Tinggal mencapai tujuan lebih cepat atau tidak. Reksa Dana Jagoan memiliki kemungkinan untuk membuat anda mencapai tujuan lebih cepat, namun bukan berarti reksa dana yang lain tidak.

    4. Kalau properti saya masih belum terlalu paham. Namun prinsip saya, investasilah di tempat yang kamu pahami.

    Demikian pak, semoga bisa menjawab pertanyaan anda. Untuk promo seputar myplan anda bisa menghubungi support@infovesta.com

    Terima kasih

  48. prasetyo
    February 12th, 2012 at 09:26 | #53

    pak rudi, umur saya saat ini 29 tahun, masih bekerja sebagai PNS dan merencanakan pensiun di usia 60 tahun. untuk biaya setelah pensiun saya rasa 5 juta cukup, kebetulan istri saya juga pns, investasi reksadana apa yang bisa saya pilih tks, mohon maaf bisa di kirim ke email saya bamspras88@gmail.com

  49. February 12th, 2012 at 20:33 | #54

    @prasetyo
    Yth Pak Prasetyo,

    Jika tujuan anda masih jangka panjang, anda bisa memilih jenis reksa dana saham atau campuran. Anda bisa coba mendatangi bank agen penjual terdekat anda untuk menanyakan lebih jauh mengenai informasi reksa dana apa yang cocok untuk anda.

    Semoga bermanfaat.

  50. February 15th, 2012 at 13:41 | #55

    Pak Rudi,
    Untuk cross check-nya biasanya bagaimana yah, soalnya yang saya punya hanya bukti peyertaan yang dikirim; semua dokumen saya kirim lewat email.
    Saya-pun tidak punya account di bank custodian; saya hanya transfer RTGS dari rekening saya.

    Thanks

    Rudiyanto :
    Yth Pak Hermawan,
    Untuk masalah penggelapan saya rasa melakukan diversifikasi ke beberapa MI meskipun memperkecil risiko namun tidak menyelesaikan masalah sepenuhnya. Menurut saya, diperlukan adanya internal control atau cross check antara jumlah investasi kita dengan jumlah investasi yang tercatat di Bank Kustodian secara berkala untuk membuat oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut tidak memiliki kesempatan melakukan penggelapan dana. Namun sekali lagi kembali ke kondisi masing-masing investor.
    Atas perhatiannya, saya mengucapkan banyak terima kasih.

  51. Herman
    February 16th, 2012 at 10:34 | #56

    Pak Rudi,

    Saya kok sering sekali melihat ilustrasi return dari reksadana itu selalu seputar 16% – 25%,
    termasuk dari contoh diatas yg digunakan Pak Rudi.
    (juga dari website-2 lainnya yg menawarkan produk reksadana / blog finansial yg lain)

    Yang saya tanyakan apakah return itu tidak terlalu tinggi untuk dijadikan ilustrasi pak ?
    Rasanya kok hampir mustahil bisa menemukan investasi yang secara konsisten bisa return 25% setiap tahun,
    Apakah menurut bapak di tahun-tahun mendatang, dengan melalui reksadana kita masih bisa expect return yang demikian besar,
    mengingat kondisi perdagangan saham di Indonesia nantinya juga semakin mature ?

    Kadang saya merasa investasi yang bisa return 8% – 9% secara konsisten sudah lumayan beruntung,
    mengingat deposito di bank cuman bisa memberikan 5.5% – 6% (belum terpotong pajaknya yg 20%).

    Terima kasih sebelumnya pak Rudi, blognya sangat berguna :D

  52. February 17th, 2012 at 17:43 | #57

    @indra kurniawan
    Salam Pak Indra Kurniawan,

    Salah satu alternatif yang mungkin bisa anda coba adalah misalnya seperti ini
    Anda beli reksa dana 2 kali, Pertama di harga Rp 1000 beli Rp 10 juta dan Rp 1500 dibeli sebesar Rp 15 juta. Total kepemilikan anda adalah 10.000 + 10.000 unit = 20.000 unit.

    Pada akhir bulan februari katakan harga pasarnya adalah 2000, maka dengan memiliki 20.000 unit, maka nilai pasar dari reksa dana yang tertera pada kertas seharusnya adalah 20.000 unit x 2000 = Rp 40 juta. Jika angkanya tidak sampai Rp 40 juta atau unit penyertaan yang tertera di bawah 20.000 unit, maka ada baiknya anda crosscheck dengan pihak marketing.

    Alternatif lainnya adalah meminta marketing melakukan hal tersebut untuk anda. Sekarang banyak Manajer Investasi yang mengembangkan sistem monitoring berbasis web sehingga investor bisa mengakses sendiri rekap transaksinya. Jika tidak anda juga bisa menggunakan jasa independen seperti finansial planner atau myplan di infovesta.com

    Semoga bermanfaat.

  53. February 17th, 2012 at 17:53 | #58

    @Herman
    Salam Pak Herman,

    Pendapat bapak tidak salah, bahkan saya sangat setuju dengan pendapat bapak. Tapi terkadang benar dan salah itu relatif. Misalnya di 2008 – 2009, deposito yang wajar adalah 10% bahkan bisa lebih. Sekarang karena inflasi rendah dan investment grade maka 5-6% juga dikatakan wajar.

    Penggunaan angka asumsi return yang tinggi sebetulnya juga tidak salah karena kalau dilihat secara historis jangka panjang, kenyataannya memang ada reksa dana yang return rata-rata pertahun sama atau lebih besar dibandingkan rate 25%. Namun disisi lain, penggunaan rate yang tinggi memiliki unsur komersial, investor dihadapkan pada mimpi bisa kaya dengan usaha kecil. Sebagai contoh, menyetor 1,3 juta selama 20 tahun atau cuma sekitar 312 juta bisa jadi Rp 9 Miilar. Ini kan fantastis, sehingga investor yang mau kaya jadi ingin berinvestasi pada reksa dana ini.

    Jadi penggunaan 16%-25% persen ini tidak salah, namun juga ada unsur pemasaran, yah tidak salah juga. Zaman ini kalau ga begini siapa yang mau investasi? Tapi kalau bapak mau lihat angka yang secara akademis dan juga sekaligus menjawab pertanyaan bapak, tentang yang wajar itu berapa, anda bisa membaca artikel saya yang :
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/arsip-artikel/2011/04/02/apakah-investasi-saham-jangka-panjang-pasti-menguntungkan/
    artikel terkait juga bisa di baca di
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/category/perencanaan-investasi/

    Semoga bisa menjawab pertanyaan anda, terima kasih

  54. February 21st, 2012 at 14:23 | #59

    @Rudiyanto
    Terima kasih Pak Rudi sudah dishare cara checknya.

  55. Hamsani.M
    March 10th, 2012 at 13:29 | #60

    seandainya sy pnya dana 25 juta dan ingin menginvestsikannya di reksadana saham slama 20 Tahun, kira2 brapa pngemblian yg sy dapat stelah 20 thn tsb? mohon perhitungannya pa???

  56. Rudiyanto
    March 10th, 2012 at 16:32 | #61

    @Hamsani.M
    Salam Hamsani,

    Untuk pertanyaan tersebut bapak bisa membaca referensi disini pak.
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/04/02/apakah-investasi-saham-jangka-panjang-pasti-menguntungkan/

    Semoga bermanfaat.

  57. Yoga
    April 12th, 2012 at 16:51 | #62

    dear pak rudi,

    saya berminat dengan myplan yg 300 ribu/bln di myplan.infovesta.com
    apakah saya bisa tau rinciannya, saya berencana investasi untuk 10 tahun.

    Rgds
    yoga

  58. Rudiyanto
    April 12th, 2012 at 17:18 | #63

    @Yoga
    Salam Pak Yoga,

    Kalau soal itu anda bisa menghubungi marketing di infovesta. Informasi nomor telepon bisa anda cari di website tersebut. Terima kasih.

  59. Hirzi r.
    April 15th, 2012 at 21:08 | #64

    Dear Pak Rudi,

    saya 39 th dan istri 36 th dua duanya bekrja dengan penghasilan gabungan sekitar 28,5 jt , kami mempunyai tabungan deposito sebesar 300 jt dengan bunga nya sekitar 1,5 jt perbulan berniat investasi tapi binggung mau pilih investasi apa yg cocok . karena pengeluaran kami 1 bulan berupa cicilan mobil sebesar 3,1 jt, lunas juli 2014, cicilan rumah 2,4 jt / bln lunas feb 2018, cicilan bertahap pengambilan apartemen 12,5 jt / bln lunas nov 2014, asuransi anak 600 rb/ bln , biaya pembayaran credit card sekitar 6 jt/ bln , biaya listrik + air 1 jt / bln, gaji pembantu 1 jt. pertanyaan saya .. investasi apa yg cocok untuk tambahan uang gaji kami dengan dana 300 jt.
    terima kasih

    Regards,

    Hirzi

  60. Rudiyanto
    April 17th, 2012 at 17:48 | #65

    @Hirzi r.
    Salam Pak Hirzi,

    Senang sekali melihat profil bapak. Sudah bisa saya kategorikan cukup sukses untuk ukuran karyawan. Semoga rezeki bapak bisa semakin baik dari waktu ke waktu. Terkait pertanyaan bapak, saya mencoba melakukan satu analisis sederhana berdasarkan artikel ini
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2010/11/04/sehat-dulu-investasi-kemudian/
    Rasio Hutang Konsumtif = Saya berharap nol
    Supaya bisa nol, maka pengeluaran 6 juta kartu kredit tersebut memang merupakan pemakaian sehari-hari cuman bayarnya pakai kartu kredit. Tapi jangan sampai dari 6 juta tersebut sudah ada unsur cicilan yang ada bunganya kecuali yang memang bunga 0%.
    Rasio Cicilan = 18 juta (total cicilan) / 28.5 juta = 63%
    Normalnya adalah 30%, tapi sebetulnya itu relatif dengan besaran pendapatan. Hanya saja, kalau bapak mau ambil cicilan lagi sepertinya sudah susah. Tapi sehubungan dengan cicilan anda yang sifatnya produktif karena nantinya akan memiliki aset (rumah, mobil dan apartement) maka tidak apa, bagus malah.
    Rasio Dana Darurat = 300 juta / 26.6 juta = 11.2 bulan
    Amannya adalah 6, anda sudah punya kelebihan 5 bulan atau sekitar 140 juta untuk diinvestasikan. Sebisa mungkin sisakan 160 juta di saldo yang likuid seperti reksa dana pasar uang atau deposito untuk kondisi darurat.
    Rasio Biaya terhadap pendapatan = 26.6 juta / 28.5 juta = 93%
    dari dana ini berarti cuma sekitar 2-3 juta sebulan yang bisa anda sisihkan (dari selisih di atas + hasil bunga dari 160 juta) ditambah dengan 140 juta (uang dimanfaatkan)

    Mengingat kondisi bapak, anda akan memiliki kelebihan dana untuk bisa disisihkan dalam jumlah yang besar ketika cicilan anda semua sudah lunas. Pada saat itu, tentu penghasilan anda sudah lebih besar dan biaya untuk melakukan maintenance terhadap aset tidak sebesar cicilan yang anda keluarkan saat ini.

    Oleh karena itu, saran saya terkait kondisi keuangan dan investasi bapak:
    1. Sebelum berinvestasi, sebaiknya bapak bisa melakukan langkah proteksi dengan membeli asuransi senilai 5 – 10 tahun penghasilan gabungan anda. Jika anda yakin dengan kondisi kesehatan anda, maka nilai pertanggungan bisa dibuat kecil, tapi jika tidak terlalu yakin, bisa dibesarkan. Dengan uang pertanggungan senilai 1 milliar, mungkin premi per tahunnya bisa 3 – 5 juta. Hampir setara dengan premi asuransi anda.
    2. Nilai uang 140 juta + 2-3 juta sebulan tersebut bisa anda investasikan di instrumen investasi yang anda pahami. Bisa properti seperti yang anda sudah punya saat ini, ataupun anda bisa berinvestasi pada instrumen investasi seperti reksa dana. Investasi reksa dana ini bisa dilakukan dengan tujuan mempersiapkan pensiun. Jadi tanpa perlu mengurangi gaya hidup anda yang sekarang, anda bisa mempersiapkan sejumlah dana untuk bisa hidup sejahtera di hari tua.

    Dalam rangka investasi point 2 tersebut, anda bisa baca
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/category/perencanaan-investasi/
    menghubungi perencana keuangan atau agen penjual reksa dana yang bisa menyediakan jasa perencanaan keuangan.

    Semoga bermanfaat pak.

  61. Richard
    September 26th, 2012 at 08:35 | #66

    Salam pak rudi.
    Pak saya pemula belum banyak tau tentang reksadana..skrg saya mulai mempelajarinya.. mhn saran bapak reksadana apa yang cocok untuk saya.. dalam jangka 5 tahun kedepan agar bisa membeli sebuah rumah.. dan dalam jangka 20 tahun ke depan untuk persiapan pensiun..saya seorang pns..mhn saran bapak rudi. tks

  62. Rudiyanto
    September 26th, 2012 at 17:06 | #67

    @Richard
    Salam Richard,

    Untuk informasi tersebut, anda bisa menghubungi customer service atau marketing panin. Saat ini, marketing panin telah dilengkapi dengan tools perencanaan keuangan untuk menjawab pertanyaan anda di atas. Selengkapnya bisa membaca informasi ini. http://www.panin-am.co.id/Resources/Forms/Info%20Panin%20-%20Perencanaan%20Keuangan%20dan%20Program%20Investasi%20Berkala.pdf

    Semoga bermanfaat.

  63. larasati
    October 13th, 2012 at 10:08 | #68

    Halo Pak Rudiyanto

    saya tidak mau bertanya. karena saya sudah belajar dari posting-posting sebelumnya.
    Terimakasih sudah membagikan ilmu. Saya bisa belajar banyak dari blog bapak

    salam,
    laras

  64. Rudiyanto
    October 18th, 2012 at 02:51 | #69

    @larasati
    Salam ibu Larasanti,

    Terima kasih juga sudah memberi dukungan pada blog ini, semoga bisa bermanfaat.

  65. zainuddin
    October 23rd, 2012 at 09:57 | #70

    dear pak rudy, saya ingin belajar lebih banyak

  66. edwin
    November 6th, 2012 at 14:47 | #71

    Dear Pak Rudi,

    Kasus saya mungkin sama dengan Pak Hirzi,

    Saya 38th (mau ke 39th) dengan penghasilan sekitar 18jt, Saya mempunyai tabungan biasa dan deposito sebesar 250jt, berniat investasi tapi binggung mau pilih investasi apa yg cocok dengan rencana yang ada.
    Pengeluaran per bulan berupa belanja rumah maksimum 6jt, zakat 500rb/bulan, cicilan tabungan berencana sebesar 3jt (lunas Juli 2014), tabungan berencana 3,5jt (lunas Juli 2015), asuransi allianz 6jt/th,
    Kebutuhan Saya:
    1. Rencana untuk investasi di LM dan ReksaDana
    2. Pensiun di usia 56th
    3. Biaya pendidikan anak (2 orang) sampai selesai universitas
    4. Kebutuhan pensiun selama 20th dengan pendapatan 10jt/bulan
    Pertanyaan Saya:
    1. Bagaimana pengelolaan keuangan yang tepat untuk rencana investasi tersebut
    2. Produk investasi dan jenis apa aja yg cocok dalam pembagian nya untuk mencapai hasil maksimal.

    Regards,

  67. udstira
    January 6th, 2013 at 09:59 | #72

    Dear Pak Rudy…

    Saya berumur 44 pegawai bumn biasa yang hanya menerima take home pay sebesar Rp. 3.000.000,-/bulan. Rencana pensiun umur 56. Istri tidak bekerja. Anak 3 orang : Anak No.1 baru kelas 1 SMA, Anak No.2 kelas 6 SD, Anak No.3 umur 3 tahun. Saya memiliki tabungan uang Rp.150.000.000,- cash untuk tiap anak saya sebesar Rp.50.000.000,- sebagai persiapan pendidikan. Uang itu sangat sayang apabila hanya mengendap ditabungan, oleh karena itu saya ingin investasi dana pendidikan untuk anak2 saya kelak sampai perguruan tinggi.
    Pak Rudiyanto, saya mohon pencerahan dan ilustrasi yang bagaimana untuk masing2 anak saya.
    Atas perhatiannya saya mengucapkan terima kasih

  68. arif
    January 7th, 2013 at 11:38 | #73

    Pak Rudi

    Saya 46 tahun, karyawan, bag marketing penghasilan per bulan gabungan 13 jt/bln (suami+istri), karena bag marketing saya ada insentip (tergantung omset), saya ada investasi tanaman jabon luas1,5 Ha umur tanam 1 th, investasi tanah di serpong 600 m2, ada penghasilan kontrakan rumah 4,3 jt/bln , investasi LM 750 gr (selama 3 th), tabungan deposito 200 jt. Saya mulai Des 2012 ikutan Reksadana Panin total 50 jt (syariah saham, dana bersama plus, dan utama plus 2)
    Anak 1 orang kelas 3 SMP, pengeluaran/bln 9-10 jt, dan saya kebetulan tidak punya hutang, dan berniat untuk menyekolahkan anak di LN, untuk S2 di Malaysia.
    Saya berniat memperbesar portofolio di Reksadana. Berapa saya harus alokasikan untuk hal tsb
    Terima kasih unutk bantuannya

  69. Rudiyanto
    January 8th, 2013 at 18:56 | #74

    @edwin
    Salam Pak Edwin,

    Mohon maaf, saya baru ngeh ada posting dari tahun lalu yang belum sempat saya balas. Secara umum, kebutuhan anda di usia ini adalah sebagai berikut:
    1. Dana Darurat = 6 kali Pengeluaran Bulanan yang dalam hitungan saya sekitar 13.5 juta / bulan. Berarti sekitar Rp 81 juta Rupiah. Tapi terus terang saya kagum, dengan keluarga dan 2 anak, pengeluaran kebutuhan bulanan anda hanya Rp 6 juta. Padahal setidaknya menurut saya butuh 10 juta. Jadi dengan asumsi Rp 17.5 juta (ditambah selisih 4 juta) dan dikalikan 6 akan menjadi sekitar Rp 105 juta

    2. Dana Pendidikan Anak. Untuk hal ini anda harus menghitung berapa kira2 dana yang dibutuhkan untuk menyekolahkan anak hingga lulus. Dan salah satu informasi yang dibutuhkan adalah berapa usia anak anda sekarang, berapa tahun lagi akan kuliah, apakah yang mau dipersiapkan hanya biaya kuliah saja? atau termasuk SMP – SMA? dan perkiraan biaya sekolah nantinya? Pengalaman saya, ketika sedang menghitung-hitung biaya universitas untuk salah satu keluarga saya di Jakarta, ternyata biaya hidupnya lebih mahal dibandingkan biaya kuliah karena harus kost sendiri. Hal-hal seperti ini perlu ada informasi yang jelas.

    3. Proteksi. Sebagai tulang punggung utama keluarga. Asuransi menjadi harga mati. Apakah Tabungan Berencana yang anda maksud tersebut merupakan Tabungan dengan Fitur Asuransi sehingga jika terjadi (mohon maaf) hal yang tidak diinginkan pada orang tua, maka sisa cicilan akan ditanggung oleh asuransi? Dan apakah dana tersebut anda persiapkan untuk kebutuhan pendidikan anak anda? Jika benar, maka angka ini perkiraan return / bunga tabungan berencana anda dibutuhkan untuk menghitung kebutuhan no 2 di atas. Selain itu, anda perlu membeli asuransi kesehatan yang mengcover Rumah Sakit dan Penyakit Kritis dan Asuransi Jiwa yang memiliki uang pertanggungan kira-kira 60 gaji anda atau sekitar Rp 1,08 M.

    4. Dana Pensiun. Dengan asumsi usia 39, pensiun 55 dan hidup hingga 75. Maka untuk pensiun dengan gaya hidup seperti yang anda harapkan tersebut dibutuhkan setidaknya Rp 6.7 milliar di deposito pada usia 55 nanti. Untuk mencapai angka tersebut mungkin dibutuhkan sekitar Rp 6 juta per bulan dengan asumsi return 20%. Namun jika preferensi risiko anda lebih moderat, anda bisa menghubungi perencana keuangan atau marketing reksa dana yang sudah menggunakan konsep perencanaan keuangan dalam melakukan pemasarannya.

    Demikian pak Edwin. Semoga bisa menjawab pertanyaan anda. Teirma kasih.

  70. Rudiyanto
    January 9th, 2013 at 00:53 | #75

    @udstira
    Salam Udstira,

    Terus terang saya sangat terkagum2 ketika membaca anda bisa membesarkan 3 orang anak, 2 diantaranya sudah sekolah hanya dengan THP Rp 3 juta per bulan. Tanpa mengurangi rasa hormat, anggap saja nilai Rp 150 juta merupakan hasil dari bonus atau usaha sampingan yang anda jalani, maka saran saya:

    1. Mohon anda menghitung berapa besar pengeluaran anda per bulan? Apakah THP sebesar Rp 3 juta cukup? Jika tidak, saran saya anda harus mencari cara lain untuk meningkatkan penghasilan. Sebab ketika sudah kuliah, biaya tidak hanya dana pangkal dan SKS, tapi juga biaya hidup yang semakin tidak murah. Tujuan menghitung besarnya pengeluaran ini juga untuk memastikan anda tidak menggunakan dana tersebut untuk kepentingan pribadi.

    2. Selanjutnya cari tahu Universitas yang menjadi tujuan anak anda. Hitung dan buat perkiraan berapa dana dibutuhkan untuk kuliah dan biaya hidupnya. Jika memang dana yang dibutuhkan lebih besar dari perkiraan, coba minta anak anda untuk mencari tahu mengenai kesempatan / tawaran beasiswa yang tersedia.

    3. Menyiapkan dana darurat. Memang pendidikan anak teramat sangat penting, namun punya cadangan dana juga tidak kalah pentingnya. Jangan sampai anak harus terpaksa berhenti di tengah jalan karena kendala keuangan yang dialami oleh orang tua. Untuk itu, dana tabungan yang anda punya harus disiapkan kira-kira sebesar 12 bulan pengeluaran.

    4. Karena satu-satunya tulang punggung keluarga adalah anda, maka saran saya anda harus memiliki proteksi. Carilah asuransi jiwa dan asuransi kesehatan untuk diri anda sendiri. Belilah sesuai kemampuan.

    Setelah poin 1-4 sudah anda lakukan dan masih mencukupi, baru kita diskusi lebih lanjut mengenai rencana investasi anda. Jika belum saran saya jangan berinvestasi terlebih dahulu. Semoga bermanfaat. Terima kasih

  71. Rudiyanto
    January 9th, 2013 at 13:38 | #76

    @arif
    Salam Pak Arif,

    Kasus anda cukup menarik karena anda termasuk dalam kategori 1/2 karyawan 1/2 pengusaha. Biasanya lebih sulit memasarkan / meyakinkan pengusaha untuk masuk ke reksa dana karena anggapan mereka bisa untung jauh lebih banyak jika dana yang ada di putar di bisnisnya. Saya sempat berdiskusi dengan salah satu rekan kerja di Panin Asset Management, beberapa gambaran yang mungkin bisa kami berikan antara lain:

    1. Dana Darurat. Dengan asumsi pengeluaran Rp 10 juta per bulan dan dana deposito Rp 200 juta, maka sebenarnya jika membutuhkan 12 bulan pengeluaran sekalipun, deposito yang ada juga cukup. Namun karena anda berbisnis (tanaman jabon dan kontrakan), maka saran saya deposito tersebut dapat dibagi 2 yaitu Rp 100 juta untuk dana darurat keluarga dan Rp 100 juta untuk dana darurat bisnis. Penghasilan bunga dari dana tersebut yaitu Rp 10 juta per tahun (dengan asumsi bunga deposito net 5%) bisa anda sisihkan untuk dikembangkan diinvestasi.

    2. Anda belum memiliki Proteksi (Asuransi). Namun karena tidak memiliki hutang, ada penghasilan sampingan di bisnis dan lain-lain, menurut saya mungkin bisa membeli asuransi jiwa yang nilai kurang lebih 60 kali pengeluaran. Yaitu Rp 600 juta. Kemudian juga jangan lupa asuransi kesehatan dan asuransi penyakit kritis.

    Aset Produktif yang anda miliki saat ini:
    1. Rumah Kontrakan dengan penghasilan 4.3 juta per bulan.

    2. Reksa dana Panin Asset Management (terima kasih karena telah menjadi nasabah) senilai Rp 50 juta. Hasilnya tentu belum bisa dipastikan karena angkanya bisa naik turun.

    3. Investasi Emas 750 gr 3 tahun. Apakah bisa dipastikan bahwa anda sudah menginvestasikan emas ini selama 3 tahun sehingga sudah terkumpul 750 gram, atau anda baru saja mengambil kredit untuk membeli emas 750 gr dengan masa jatuh tempo 3 tahun? Jika yang terjadi skenario ke dua, maka investasi emas ini bukannya aset produktif tapi utang. Hanya saja utangnya bisa dianggap utang produktif karena anda membeli aset berharga yang “kemungkinan” akan naik 3 tahun kemudian. Namun apakah anda sudah mempertimbangkan biaya simpan, bunga dan lain-lain, sekali lagi dengan asumsi emas tersebut anda peroleh dengan cara mencicil? Dan boleh tahu berapa cicilannya? apakah sudah termasuk dalam pengeluaran anda per bulan?

    4. Tanaman Jabon. Terus terang saya tidak begitu mengerti ini tanaman apa. Seperti apa hasilnya dan apakah hasilnya cukup menguntungkan atau tidak.

    Berdasarkan analisis di atas, maka anda punya 3 juta dari kelebihan gaji dan 4.3 juta dari uang kontrakan dan sekitar Rp 800 rb dari bunga deposito. Totalnya sekitar Rp 8 juta.

    Anggaplah Emas dan Tanaman Jabon dengan segala kelebihan dan kekurangannya anda siapkan untuk tujuan pensiun anda, sehingga kedua aset produktif ini tidak akan diutak-utik dan sudah termasuk ke dalam semua potensi pengeluaran sudah termasuk dalam pengeluaran bulanan yang ada, maka Rp 8 juta dana cash yang ada bisa kamu gunakan untuk mencapai tujuan pendidikan anak di LN. Dengan asumsi anak anda baru kelas 3 SMP, anda punya waktu sekitar 3-4 tahun untuk menyiapkan pendidikan pensiun.

    Dengan menggunakan kalkulator investasi berkala di website panin http://www.panin-am.co.id/InvestmentCalculator.aspx (pilih kalkulator hasil berkala). Dengan memasukkan investasi per bulan Rp 8 juta dan periode 3 tahun serta hasil investasi 5% dan 20%, maka potensi dana hasil perkembangan bisa berkisar antara 310 juta – 380 juta setelah 3 tahun. Jumlah uang ini masih bisa bertambah karena belum memperhitungkan dana Rp 50 juta yang anda sudah anda investasikan sebelumnya. Jadi dengan asumsi konservatif, tidak ada crash di bursa saham dan obligasi dalam 3 tahun yang terlalu parah, maka harusnya 3 tahun ke depan, nilai investasi anda akan berkisar di Rp 350 – 450 juta.

    Yang harus anda lakukan selanjutnya adalah mencari perkiraan biaya sekolah di Malaysia dan apakah perkiraan dana yang saya sebutkan di atas sudah cukup. Jika kurang, berarti ada sebagian aset produktif anda yang hasilnya rendah seperti deposito yang harus anda kurangi. Jika demikian kasusnya, berarti harus dihitung ulang lagi. Belum lagi, ternyata ada pengeluaran tambahan untuk membeli premi asuransi jiwa, kesehatan dan penyakit kritis. Untuk detailnya tentu dibutuhkan konsultasi dengan marketing, agen penjual reksa dana, agen penjual asuransi atau perencana keuangan yang memiliki kualifikasi. Untuk pertanyaan tentang perencanaan investasi, Rekan kerja saya Gemavira, di Panin Asset Management juga banyak membantu saya menjawab pertanyaan ini. Anda juga bisa berkonsultasi dengan dia jika anda mau. Contact person bisa di gemavira@panin-am.co.id atau telp di 515 0595 ext 158.

    Semoga bisa memberikan alternatif bagi tujuan anda dan semoga cita2 anda dapat tercapai. Salam..

  72. May 1st, 2013 at 11:17 | #77

    selamat siang pak rudi..
    saya vina, umur 23 tahun… saat ini saya masih bekerja di perusahaan swasta..dan saya tertarik untuk investsi reksadana terutama dengan berkala yang perbulannya minimal rp.100.000,-. kira2 invest rd yg mana ya pak agar 15 tahun kemudian dapat menguntungkan dan bisa sy manfaatkan untuk biaya kuliah anak saya nanti…
    terima kasih..

  73. Rudiyanto
    May 1st, 2013 at 13:26 | #78

    @vina
    Selamat Siang Ibu Vina,

    Senang sekali di usia yang muda sudah memiliki semangat untuk investasi.
    Untuk investasi yang Rp 100.000 per bulan sepertinya di Panin Asset Management masih belum bisa karena minimalnya Rp 250.000. Tapi di Commonwealth Bank dan Bank Mandiri setahu saya bisa karena minimal investasi dimulai dari Rp 100.000.

    Coba saja anda datang ke cabang bank terdekat.

    Semoga tujuan keuangannya bisa tercapai. Terima kasih.

  74. silviana
    May 20th, 2013 at 00:44 | #79

    Malam, Pak. Saya Silviana, usia 28 tahun. Saat ini saya masih bekerja dengan penghasilan cukup. Saya ingin belajar investasi di reksadana saham. Jangka waktunya kurang lebih 40 tahun. Kalau invest sekali aja dengan dana Rp 1.000.000,00, kira-kira 40 tahun lagi jadi berapa ya pak?

    Lalu, lebih menguntungkan yang mana pak?
    1. Invest sekali sebesar Rp 6.000.000 dengan jangka waktu 2 tahun, atau
    2. Invest Rp 250.000 / bulan selama 2 tahun?

    Lalu, target return itu % per tahun atau per bulan?

    Mohon bimbingannya. ^^ Terima kasih.

  75. Rudiyanto
    May 21st, 2013 at 09:26 | #80

    @silviana
    Yth Silviana,

    Kamu bisa coba menggunakan kalkulator finansial yang ada di website http://www.panin-am.co.id
    Setelah mencoba, kita bisa mendiskusikan hasilnya di blog ini. Thanks
    http://www.panin-am.co.id/InvestmentCalculator.aspx

    Di kalkulator tersebut return selalu per tahun, silakan mencoba

  76. prita
    June 8th, 2013 at 09:58 | #81

    Pagi Pak, saya rencana ivestasi untuk biaya kuliah anak saya, 10 thn lagi. Targetnya sekitar 150jt untuk uang masuk kuliah. Sekarang saya punya cash 10jt dan berencana untuk rutin membeli RD setiap bulan sebesar 500ribu.
    Pertanyaan saya : Produk reksadana (sepertinya yang tepat saham, mengingat targetnya di atas 5 thn) saham apa yang diekomendasikan untuk dana cash sekaligus dana 500rb yang akan rutin saya belikan RD juga. Terima kasih.

  77. Rudiyanto
    June 9th, 2013 at 22:11 | #82

    @prita
    Dear Prita,

    Coba kamu buka http://www.panin-am.co.id/InvestmentCalculator.aspx

    Pilih kebutuhan investasi berkala, masukkan Kebutuhan saat ini 150 juta, periode 10 tahun, asumsi inflasi 5 persen, asumsi hasil investasi 20% dan klik hitung. Lalu lihat apa yang terjadi.

    Mengenai reksa dana pilihan, sebetulnya saya bekerja di salah satu perusahaan reksa dana yaitu Panin Asset Management saat ini, dan oleh karena itu, tentunya akan kurang tepat jika saya mengatakan mana yang paling direkomendasikan.

    Saran saya anda bisa buka http://www.infovesta.com, membeli majalah investor edisi khusus reksa dana, kontan edisi khusus reksa dana untuk melihat pembahasan dari sudut pandang yang lebih independen.

    Semoga bermanfaat.

  78. @rinawan
    June 15th, 2013 at 17:44 | #83

    Pa Rudy ,saya tanya bank panin cabang priuk ko gk tau? produk reksadana panin yg di jual?
    klo bli pdm lwt bca bsa gk? makasih

  79. Rudiyanto
    June 16th, 2013 at 10:01 | #84

    @@rinawan
    Yth Rinawan,

    Saat ini Bank Panin masih belum menjadi Agen Penjual Reksa Dana Panin Asset Management. Jadi wajar jika personel di Bank tersebut belum memahami pertanyaan anda. Anda bisa mengunjungi website http://www.panin-am.co.id untuk mencari tahu cabang agen penjual terdekat anda.

  80. esther
    June 18th, 2013 at 12:52 | #85

    Pa Rudy, saya wanita usia 23 th, penghasilan saya per bulan 5jt,single.. saya ada rencana menyisihkan uang saya untuk sedikit membantu rencana menikah tahun depan(tentu hanya untuk tabungan saja sekitar 1jt/bl saya disini akan memilih RD Pasar uang), saya juga ingin menyimpan untuk masa pensiun saya , asumsi 20 tahun kedepan , berapa yang harus saya bayarkan ke RD, dan RD apa yang harus dipakai? dan bisakah Pa Rudy membantu untuk memilihkan RD jagoan/yang tepat??. Bank Kustodian mana yang dipilih dsb :) trimakasih, masih buta dan baru baca -baca sekarang saja

  81. Rudiyanto
    June 18th, 2013 at 18:28 | #86

    @esther
    Salam Esther,

    Untuk usia segitu, saya yakin pendapatan kamu sudah cukup besar. Sebab tidak mudah punya penghasilan sebesar itu di usia 23 dan sangat berisiko terjebak pada pola konsumtif karena anda bisa cicil gadget atau bahkan kendaraan yang kamu inginkan di zaman ini. Belum lagi hangout dan lain-lain.

    Jadi keputusan kamu untuk berinvestasi dan menyisihkan uang pensiun sudah sangat-sangat benar. Mengenai jenis reksa dana apa yang mau kamu pilih, sebetulnya kamu bisa membaca majalah atau koran yang membahas hal tersebut seperti Kontan, Majalah Investor atau ke website http://www.infovesta.com. Saat ini Morningstar juga sudah melakukan rating terhadap reksa dana di Indonesia, sehingga informasinya bisa anda peroleh di oap.morningstar.com.

    Jika sudah ada pilihan, anda bisa menghubungi bank agen penjual atau Manajer Investasi yang bersangkutan utk mensimulasikan kebutuhan pensiun dan investasi anda.

    Semoga bermanfaat esther dan gaya hidup finansial kamu yang sehat ini dapat terus dipertahankan.

  82. July 21st, 2013 at 08:56 | #87

    Pagi Pak Rudi,
    Perkenalkan nama saya Sharif, seorang Karyawan Swasta berusia 27thn dengan Take Home Pay Rp 19.000.000/bln.
    Saat ini saya baru saja menikah dimana istri saya – 26thn – juga seorang Karyawan Swasta dgn Take Home Pay Rp 4.500.000/bln.
    Portofolio dan Insurance yang saya gunakan s/d saat ini adalah sbb:

    1. RD Panin Dana Prima –> total modal yg masuk s/d hari ini: Rp 31.000.000 (saya join sejak 2011 lalu, akan saya ubah menjadi metode RCA) – target: 28 tahun lagi (pensiun umur 55 thn)
    2. RD SAM Indonesian Equity Fund –> total modal s/d hari ini: Rp 15.000.000 (join baru 2013, metode top up saat IHSG rendah) – target: tentative, masih akan saya lihat performa nya utk 1 – 2 thn ke depan
    3. Asuransi jiwa + penyakit kritis termlife (Alli*nz) utk melindungi saya (pembayaran per bln)
    4. Dana darurat: Rp 2.000.000/bln (mulai saya lakukan per tahun ini)

    Pengeluaran:
    Total pengeluaran per bulan: Rp 12.500.000 (dari THP bulanan saya).
    Pengeluaran termasuk cicilan Mobil Rp 4.500.000/bln (selesai Nov 2015).
    Kartu kredit total 3EA, namun pemakaian selalu dibayar lunas setiap bulan nya (tidak saya gunakan sebagai “penambah salary”)

    Mohon advice:
    1. Apakah sebaiknya mobil saya lunasi tahun ini saja? Mengingat saat ini saya masih belum memulai cicilan KPR/KPA, dan kesalahan saya adalah memulai cicilan barang konsumtif (seperti mobil) yang harga nya terus tergerus setiap tahun.
    2. Kemudian untuk RD, apakah sudah cukup diversifikasi nya? Saya termasuk tipe investor yg siap mengalami kerugian namun berharap keuntungan utk jangka wkt yg sangat panjang
    3. Apakah celah untuk penggelapan dana di suatu MI mungkin terjadi? Apa langkah yg sudah dilakukan Pemerintah utk mencegah hal tsb setahu Pak Rudi?

    Regards,
    Sharif

  83. Rudiyanto
    July 22nd, 2013 at 11:50 | #88

    @Sharif
    Salam Sharif,

    Dengan pendapatan sedemikian besar di usia 27, saya yakin anda pasti seseorang dengan talenta tinggi dan bekerja di perusahaan yang menghargai anda.

    Terkait pertanyaan anda, boleh tahu bagaimana dengan rasio keuangan anda?
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2010/11/04/sehat-dulu-investasi-kemudian/

    Sebab jika rasio keuangan anda masih baik, maka tidak masalah apakah cicilan anda harus dilunasi atau tidak. Kemudian untuk mobil, menurut saya juga, jika di kota besar, mobil merupakan sudah merupakan kebutuhan pokok, bukan lagi konsumtif. Sebab ada pekerjaan tertentu yang menuntut mobilitas tinggi dari orang yang bersangkutan dan dengan adanya mobil akan menambah produktivitas.

    Terkait investasi reksa dananya, bukan terdiversifikasi atau tidak, tapi apakah sudah ada rencana atau tidak dan apakah yang anda lakukan sesuai dengan rencana tersebut? Misalkan anda harus invest xx juta per bulan dll.

    Untuk penggelapan dana, yang namanya sistem, tidak ada yang sempurna. Negara yang maju keuangannya saja masih sarat manipulasi dan insider trading. Belum lagi penipuan skema ponzi. Jadi celah pasti ada. Kalaupun sekarang sudah dirasakan sempurna, nanti juga akan ada yang menemukan celahnya lagi.

    Akan tetapi saya melihat ada niat yang kuat sekali dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas investor di Indonesia. Mulai dari berbagai roadshow edukasi investasi yang dilakukan, pengembangan peraturan investasi, proses pengolahan data secara elektronik, hingga pada kegiatan audit yang dilakukan secara berkala kepada para pelaku seperti Manajer Investasi dan Bank Kustodian.

    Jadi usaha untuk mengamankan sudah ada, tinggal bagaimana pelaksanaannya.

    Semoga menjawab pertanyaan anda terima kasih.

  84. August 12th, 2013 at 13:39 | #89

    Dear Pak Rudi,
    Terima kasih atas jawaban nya.
    Untuk kondisi saya saat ini adalah sbb (perhitungan hanya menggunakan gaji nett bulanan saya tdk digabung dgn istri):
    1. Rasio Hutang Konsumtif (KTA, Kartu Kredit dll) = 0%
    2. Rasio Cicilan = 23% (cicilan mobil s/d Nov 2015)
    3. Rasio dana darurat = 1
    4. Rasio Biaya Terhadap Pendapatan = 0.65

    Total dana di RD Saham (modal) = Rp 45.000.000

  85. Rudiyanto
    August 12th, 2013 at 16:17 | #90

    @Sharif
    Terima kasih Sharif,

    Berdasarkan rasio keuangan anda, maka yang agak kurang adalah rasio dana darurat. Sebab secara rasio itu harusnya antara 3-6 kali. Yang kalau dikalikan gaji anda berarti sekitar 57 – 96 juta. Atau jika anda menggunakan pengeluaran berarti sekitar 37.5 – 75 juta.

    Jadi bukannya dana kamu digunakan untuk melunasi mobil, tapi lebih baik ditambahkan sedikit lagi untuk dana darurat. Pengalaman saya, ketika anda berkeluarga, suka tidak suka maka yang namanya kebutuhan uang untuk saudara / teman minjam, terkena kecelakaan, atau hal-hal lain yang sebelumnya tidak pernah muncul dalam hidup anda akan tiba-tiba datang begitu saja. Dan level kebutuhan dana tersebut biasanya menyesuaikan dengan gaji anda. Jadi semakin tinggi gaji anda, maka semakin tinggi pula nilai kebutuhan mendadak tersebut.

    Dana darurat disiapkan untuk situasi tersebut. Percayalah, pasti suatu saat akan dibutuhkan.

    Mengenai rencana investasi, saran saya anda temui agen penjual anda dan minta dibuatkan perencanaan pensiun. Apakah dana 31 juta anda akan cukup untuk pensiun nanti?

    Sebetulnya yang lebih penting lagi adalah rencana pendidikan anak dan rumah (jika belum punya). Yang pensiun itu, kamu baru rencanakan usia 30-40an rasa-rasanya masih sempat. Apalagi jika karir anda sedemikian cemerlang, saya yakin dengan kenaikan gaji 10% per tahun saja, gaji anda akan menjadi 38 juta ketika anda berusia 34 dan menjadi 76 juta ketika anda berusia 41. Jadi dari gaji dan uang pensiun dari perusahaan seharusnya sudah lumayan membantu.

    Selain itu, yang perlu kamu cermati adalah besarnya Uang Pertanggunan Asuransi Jiwa. Dengan asumsi gaji 20 juta dan bunga bank 5%, maka idealnya UP asuransi jiwa kamu agar keluar kamu dapat mempertahankan gaya hidup adalah 4.8 M. Jika menggunakan asumsi biaya Rp 12.5 juta, maka UP yang wajar adalah Rp 3 M.

    Yang dimaksud dengan wajar adalah jika meninggal, maka keluarga yang ditinggalkan bisa hidup cukup dengan bunga dari Uang Pertanggungan Asuransi saja. Ada juga pendekatan lain seperti mengalikan biaya hidup dengan 5 – 10 tahun, jadi asumsinya uangnya akan cukup untuk periode tersebut dan keluarga yang ditinggalkan sudah dewasa dan bisa mencari uang sendiri. Pendekatan ini tentu membuat UP yang dibutuhkan lebih kecil. Hanya Rp 750 juta – Rp 1.5 M. Anda bisa menentukan sendiri apa yang terbaik untuk keluarga anda.

    Karena masih muda, umumnya orang masih belum memiliki aset (rumah, kendaraan) atau sudah punya tapi masih dalam proses melunasinya. Jadi jika terjadi sesuatu yang tidak kamu inginkan, maka keluarga yang ditinggalkan akan kerepotan.

    Untuk usia kamu, jika membeli asuransi murni dengan uang pertanggungan Rp 3 M mungkin akan butuh premi sekitar 8 – 9 juta per tahun. Jika dirasakan angka ini terlalu besar, maka kamu bisa menggunakan pendekatan lain dengan UP yang lebih kecil. Seiring dengan aset yang semakin terkumpul, kamu bisa mengurangi secara perlahan kebutuhan asuransi kamu.

    Kesimpulan saya, jangan lupa bersyukur, jangan lupa juga utk bayar pajak dan beramal, serta memberikan yang terbaik untuk perusahaan. Secara perencana keuangan, anda perlu menghitung kebutuhan asuransi, dana darurat dan membuat perencanaan pendidikan anak dan rumah. Baru setelah itu pikirkan pensiunya.

    Demikian semoga bermanfaat. Jika ada yang kurang jelas bisa kita diskusikan. Terima kasih.

  86. Faisal Reza
    August 21st, 2013 at 08:07 | #91

    Chrispinus :
    Saya rasa bisa sih Pak, saya sendiri fyi resminya pengangguran, sudah lama berhenti kerja sejak tahun 2007 (sesuai laporan di SPT). Masih di usia produktif, tapi saya rasa nggak worth it lagi kerja dengan macet seperti sekarang, dan memilih main full di reksadana dan jual beli surat berharga negara. Masih bisa makan-minum-tidur dengan nyaman. Ya tapi kita harus cerdas dalam mengatur pengeluaran juga, jangan sampai keuntungan investasi habis untuk konsumsi

    apakah bapak buka kursus / training bagaimana cara pemula untuk berinvestasi di reksadana?

  87. Randy
    August 25th, 2013 at 12:26 | #92

    Selamat siang Pak Rudi.

    Apakah bapak bisa share formula penghitungan estimasi pengembalian investasi yang diharapkan untuk jangka pendek (sebagaimana contoh bapak diatas), sehingga hasil dari perhitungan tersebut bisa dijadikan patokan untuk mengukur kinerja reksadana?

    Dan, berapa tahun sekali menurut bapak kita harus cek return investasi reksadana kita (dalam hal investasi reksadana untuk dana pensiun)?

    Terima kasih banyak atas info Pak Rudi.

    Salam

    Randy

  88. Rudiyanto
    August 29th, 2013 at 11:51 | #93

    @Randy
    Salam Randy,

    Formula yang mana ya? Untuk mengukur kinerja reksa dana sudah ada metode baku tersendiri seperti Risk Adjusted Return, Sharpe Ratio, Treynor Ratio, Jensen Alpha dll.

    Itu relatif juga ya. Kalau menurut saya, jika sudah 2 – 3 tahun berturut2 kinerja tidak sesuai dengan harapan mungkin bisa pindah, tapi harus jelas juga, memang kinerjanya yang memble atau kondisi pasar yang tidak mendukung.

    Kalau kita masih di awal berinvestasi, mungkin baru kita cek 5- 7 tahun menjelang pensiun. Sebab di awal kan dananya masih kecil. Semoga bermanfaat.

  89. nita
    September 13th, 2013 at 09:42 | #94

    yth. Bp.Rudi..

    saat ini, total pendapatan saya berkisar 15juta per bulan. saya berusia 31 tahun, dan memiiki pekerjaan tetap. saya ingin pensiun di usia 55 tahun dan ingin saat pensiun pendapatan per bulan saya adalah 20 juta per bulan. Reksadana yg bagaimana yg harus saya ikuti dan dengan cicilan berapa yg harus saya sisihkan utk reksadana tsb?

  90. bila
    September 16th, 2013 at 15:00 | #95

    yth. pak rudi,
    saya PNS usia 25 tahun, dengan penghasilan 6-7juta per bulan, rencana menikah umur 27 (18 bulan lagi), kira2 reksadana apa yg bagus untuk jangka waktu yg sangat pendek tersebut?
    rencananya umur 35 tahun saya sudah bisa beli rumah idaman dan mobil idaman, total 1 M, kira2 reksadana apa yg bisa saya pilih? tolong rekomendasi reksadana yg bagus pak, karena saya masih belajar.. untuk investasi saya masih bermain aman di deposito 1 tahun dan emas LM, tp masih awam untuk RD namun sangat berminat sekali untuk memenuhi kebutuhan mendatang saya,, terima kasih sebelumnya pak rudi..

    salam,
    salsabila

  91. Rudiyanto
    September 17th, 2013 at 23:53 | #96

    @nita
    Salam Nita,

    Untuk detail perhitungan seperti ini anda harus mendatangi financial planner. Atau jika tidak anda bisa mendatangi Agen Penjual Reksa Dana yang memberikan jasa layanan perencanaan investasi. Panin Asset Management adalah salah satu perusahaan yang menyediakan jasa tersebut.

    Kalau dari perkiraan kasar, harusnya sekitar 2 kali lipat dari angka di atas yaitu sekitar Rp 3 juta. Tapi akan lebih baik anda mendiskusikan dengan perencana keuangan.

    Semoga bermanfaat.

  92. Rudiyanto
    September 18th, 2013 at 00:02 | #97

    @bila
    Salam Hormat juga Salsabila,

    Sebelumnya saya ucapkan selamat atas perencanaan anda untuk menjalin keluarga baru. Semoga semua prosesnya dapat berjalan dengan lancar juga.

    Mengenai pertanyaan anda reksa dana untuk rencana pernikahan, sebetulnya kalau dilihat dari jangka waktu yang tinggal 18 bulan tersebut, paling banter reksa dana pendapatan tetap. Kalaupun agak dipaksakan, reksa dana campuran yang komposisi sahamnya tidak terlalu besar.

    Kemudian mengenai rencana usia 35 punya 1 M, anda bisa mencoba kalkulator Panin AM sebagai berikut http://www.panin-am.co.id/InvestmentCalculator.aspx
    Pilih Kebutuhan Investasi Berkala. Selanjutnya anda tinggal masukkan Kebutuhan Investasi Saat Ini Rp 1 M, Periode (dari usia sekarang sampai 35 berapa tahun), Ekspektasi Inflasi (Masukkan 0 jika anda targetnya 1 M di usia 35, tapi jika menurut anda nilai rumah impian anda bisa naik, silakan masukkan angka inflasi yang wajar menurut anda), kemudian di kolom ekspektasi imbal hasil, masukkan angka antara 10 – 20%. 10% untuk jenis reksa dana pendapatan tetap, 15% untuk campuran dan 20% untuk saham. Dari tindakan tersebut, anda akan mendapatkan berapa nilai investasi yang harus anda lakukan.

    Semoga bermanfaat.

  93. budi ismail
    September 27th, 2013 at 19:39 | #98

    salam Pak Rudi,
    saya pedagang gorengan usia 30 th akhir september ini, penghasilan 6jt-7jt/bulan, memiliki 2 anak yg pertama 7 th, dan yg ke dua 1 th. saya memiliki dana tabungan 25jt yg tidak dipergunakan. alhamdulillah tidak punya hutang, pengeluaran 3jt/bulan dan cicilan asuransi 180/bulan yang akan berakhir september 2016. sekarang saya ingin berinvestasi di reksadana, kira2 reksadana apa yg bisa saya pilih? tolong rekomendasi reksadana yg bagus pak, karena saya masih mempelajari untuk investasi saya masih awam untuk RD namun sangat berminat sekali untuk memenuhi kebutuhan mendatang saya,, terima kasih sebelumnya pak rudi..

  94. Rudiyanto
    September 28th, 2013 at 12:49 | #99

    @budi ismail
    Salam juga Pak Budi Ismail,

    Senang sekali pak, mendengar bahwa anda sudah bisa merencanakan masa depan untuk anda dan keluarga anda sendiri dari sekarang. Dan senang sekali juga, ada masyarakat Indonesia yang bisa bebas hutang. Banyak orang dengan penghasilan yang lebih tinggi umumnya juga punya banyak utang.

    Terkait pertanyaan anda, mengenai jenis reksa dana yang sesuai. Maka yang harus anda lakukan pertama adalah membuat rencana dulu pak. Apakah itu rencana untuk pendidikan anak pertama, pendidikan anak kedua, modal usaha anak pertama, modal usaha anak kedua, pensiun, dan liburan keluarga.

    Kemudian langkah kedua, tentukan waktu dimana rencana yang anda sebutkan di atas bisa terealisasi. Baru berdasarkan langkah satu dan dua tersebut baru dipilih jenis reksa dana yang sesuai untuk masing-masing orang. Tentu juga harus mempertimbangkan apakah sisa dana tersebut cukup untuk membuat perencanaan tersebut.

    Demikian pak Budi, sukses untuk usaha dan keluarganya. Semoga bermanfaat.

  95. sudiyanto
    November 9th, 2013 at 08:22 | #100

    gini sy mw nanya, umurku msh 22thn, sy krja pabrik sbg produksi dg gaji 1,5jt/bln
    Aq ingin memiliki bis mini baru/bekas utk bisnis.
    Total tabungan sy d bank smntara 50jt.
    Sbaiknya ap yg sy hrs lakukan pak?
    Mhn bantuannya.

  96. Rudiyanto
    November 9th, 2013 at 12:47 | #101

    @sudiyanto
    Sudah dijawab ya, silakan cek comment yang satunya

  97. basti
    November 25th, 2013 at 11:57 | #102

    yth: pak rudi

    saya pernah membaca bahwa strategi investasi RDS utk jangka panjang dgn cara cost averaging adalah cara yg paling aman, karena harga selalu berfluktuasi. kalo memang kita punya dana yang gede, saat harga anjlok (krisis) dan kita tahu kemudian akan naik terus, saat itu lah paling cocok menerapkan cara lump sum, tp masalahnya kita tidak bisa tahu. mudah-mudahan saya tidak salah sampe dsini.

    dgn melihat kinerja RDS yang biasanya baru benar2 bisa menguntungkan dlm jangka panjang (minimal 5 tahun ato bahkan 15 tahun spt yg pak rudi pernah jelaskan), apa memang cost averaging itu memang solusi ya? misalkan begini, saya mulai invest sekarang dgn menyicil bulanan dan target lama investasi 20 tahun. cicilan2 saya di awal ini memang saya yakin akan menguntungkan utk 20 tahun ke depan. tp bagaimana dgn cicilan2 saya berikutnya, misalkan 10 tahun lagi, 15 tahun lagi ato bahkan satu tahun menjelang waktu investasi saya berakhir..saya yakin juga bahwa cicilan2 itu belum bisa berkembang kan..karena lama investasinya juga hanya sebentar..malah mungkin bisa minus seperti kinerja produk RDS kebanyakan dlm jangka pendek?

    dgn kata lain, seiring dgn waktu, perkembangan dari cicilan bulanan saya di masa2 awal investasi itu kan beda dengan di masa2 akhir investasi. jadi bgmn saya menyiasatinya ya? ato memang pengertian saya yg masih awam dsini..jd mohon penjelasannya ya pak. thanks before..

  98. Rudiyanto
    December 1st, 2013 at 23:05 | #103

    @basti
    Salam Basti,

    Pertanyaan anda pintar sekali. Memang statistik yang saya kemukakan pada artikel http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/04/02/apakah-investasi-saham-jangka-panjang-pasti-menguntungkan/ untuk investasi lump sum. Apabila dilakukan secara cicilan, berarti logikanya dari 20 tahun rencana investasi, hanya investasi selama 5 tahun pertama yang dipastikan untung. Sisanya bisa untung atau rugi sesuai dengan statistik di atas.

    Untuk menjawab hal tersebut secara pasti, maka saya perlu melakukan penelitian terlebih dahulu. Namun sambil menunggu, anda juga sebenarnya dapat melakukan simulasi tersendiri. Pada website http://www.panin-am.co.id/goodDay.aspx sudah disediakan simulasi investasi secara berkala. Anda bisa melakukan simulasi seandainya anda melakukan strategi rupiah cost averaging pada reksa dana dalam jangka panjang apakah hasilnya untung atau rugi.

    Saya juga berminat melakukan penelitian tersebut namun belum bisa saya janjikan kapan. Sebab menjelang akhir tahun ini, ada banyak kegiatan baik dari perusahaan, asosiasi maupun dengan pemerintahan yang harus diselesaikan sehingga waktunya terbatas. Mudah2an pertanyaan anda bisa saya jawab dalam waktu singkat.

    Semoga bermanfaat.

  99. basti
    December 2nd, 2013 at 12:48 | #104

    Salam pak Rudi,
    terima kasih atas respon dan info utk simulasinya.
    jika ada waktu kosong dan kesempatan, jangan lupa ya Pak..saya tetap menunggu jawaban dari penelitian anda tsb.

  100. Rudiyanto
    December 6th, 2013 at 15:46 | #105

    @basti
    Salam Basti,

    Saya akan usahakan tapi tidak janji. Thanks

  101. Eni
    March 10th, 2014 at 09:23 | #106

    Salam, Pa Rudi, apa buku soft cover masih ada dan bisa dipesan? tks

    • Rudiyanto
      March 10th, 2014 at 10:52 | #107

      Salam Eni, bukunya masih tersedia. Silakan ikuti prosedur di atas. Thanks

  102. Fanny
    March 17th, 2014 at 11:21 | #108

    Dear Pak Rudi

    Saya wanita usia 27 Tahun, saya seorang karyawati dan berniat untuk berhenti bekerja dan ingin mencoba untuk berwiraswasta. Dengan jangka waktu tersebut, berapa besar saya harus menabung tiap bulannya dengan asumsi pengeluaran per bulan 3 juta.

    Terima Kasih

  103. Rudiyanto
    March 19th, 2014 at 13:04 | #109

    @Fanny
    Salam Ibu Fanny,

    Untuk informasi tersebut, bisa anda coba dapatkan dengan berkonsultasi dengan Financial Planner atau marketing di Panin Asset Management. Kebetulan mereka mempunyai kalkulator finansial yang bisa membantu anda menghitung kebutuhan.

    Berhubung dengan banyaknya pertanyaan mengenai persiapan pensiun, mohon ditunggu saja, saya akan menulis artikel tersendiri tentang itu sehingga bisa menjadi acuan teman2 dalam mempersiapkan rencana pensiun.

    Semoga bermanfaat.

  104. arif
    March 25th, 2014 at 08:49 | #110

    Selamat pagi P Rudi
    saya sekarang 37 tahun, sedang belajar investasi reksadana, dan saya ingin pensiun di usia 57 tahun (20 tahun lagi) dengan kebutuhan per bulan setara dng 10 jt/bulan, berapa yg harus saya investasikan setiap bulan? dan mohon diberikan ilustrasi dan
    terus kalau beli RD apa saya langsung ke bank dan harus bertemu bagian apa?
    terima kasih

  105. March 27th, 2014 at 18:42 | #111

    @arif
    Saya coba membantu menjawab ya. kebetulan saya ada belajar financial planning.
    asumsi masa pensiun pak arif 15 tahun (usia 74).
    asumsi deposito 6%, inflasi 7.5%, Return Reksa Dana 25%.

    maka kebutuhan pensiun pak arif, sama persis dengan contoh pak rudiyanto di artikel atas, dan investasi bulanan juga sesuai contoh diatas.
    yaitu jika membeli RD, maka tiap bulan butuh invest Rp 1.351.000 /bulan.

    Beli RD di agen penjual RD pak, silahkan baca di http://bapepam.go.id/reksadana.

    semoga membantu

  106. Rudiyanto
    March 28th, 2014 at 01:15 | #112

    @arif
    Salam Arif,

    Berikut ada artikel yang baru saya publikasikan, mungkin bisa menjawab pertanyaan anda
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/03/28/panduan-mempersiapkan-pensiun-dengan-reksa-dana/

    Jika anda menginginkan ilustrasi yang spesifik, silakan hubungi perencana keuangan atau marketing Panin Asset Management. Mereka memiliki program perencanaan keuangan dan investasi yang dapat menjawab pertanyaan anda.

    Kalau membeli reksa dana, maka sebaiknya datang ke agen penjualnya langsung. Bisa ke bank ataupun ke Manajer Investasinya. Anda bisa coba datang langsung ke bank dan bertanya ke bagian customer service tentang cara membeli reksa dana.

    Semoga bermanfaat.

  107. March 28th, 2014 at 16:07 | #113

    Sore pak Rudiyanto

    Pak, tentang Panin Asset Management (PAM), jika tertarik membeli RD Panin, tetapi tidak ada cabang (PAM) di daerah saya. Lalu membeli RD Panin apa masih bisa ?

    Terima kasih

    • Rudiyanto
      March 28th, 2014 at 16:17 | #114

      Selamat sore juga,

      Boleh tahu lokasi anda ada dimana?

  108. March 28th, 2014 at 20:46 | #115

    Saya di Denpasar pak Rudiyanto

    Terima kasih

    • Rudiyanto
      March 28th, 2014 at 20:55 | #116

      Selamat malam,

      Anda bisa datang ke cabang Panin Sekuritas Bali di
      Denpasar
      Gedung Panin Bank , Lantai 3
      Jl.Patih Jelantik , komplek pertokoan Kuta Galeria Blok 1 valet 7
      Phone : 0361 7152 999
      E-mail: denpasar@pans.co.id

  109. deni
    April 5th, 2014 at 20:54 | #117

    Pak Rudi, bukunya masih ada yg hard cover gak ya? saya tertarik dengan buku dan excelnya pak rudi. Apakah masih valid excel tersebut untuk kondisi sekarang? Dan bgmn cara mendapatkan buku tersebut?
    Terima kasih

  110. Rudiyanto
    April 7th, 2014 at 12:41 | #118

    @deni
    Salam Deni,

    Bukunya masih tersedia. Tapi sebagai informasi, excel itu tidak ada kaitannya dengan kondisi sekarang karena cuma merupakan program kalkulator sederhana. Untuk informasi detail silakan klik http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/pesanbuku/

    Terima kasih

  111. April 11th, 2014 at 20:24 | #119

    Berdasarkan Riset Saya Di Reksadana dan unit link (investasi beserta asuransi) ada beberapa cara untuk Bisa Berhasil Pensiun dengan Reksadana beberapa fokus utama bagi calon investor adalah :

    1.Kredibilitas perusahaan yang menerbitkan produk investasi tersebut baik reksadana murni maupun campuran spt unit link harus terpercaya spt: sudah lama melakukan usahanya di Indonesia dan mempunyai track record yang bagus dan bisa dipercaya

    2.Perhatikan NAV nya selama min 10 tahun terakhir makin lama makin bagus karena kita bisa melihat bagaimana perusahaan yang menerbitkan produk investasi itu dalam mengelola investasinya,berapa persen kenaikan selama sepuluh tahun itu

    Kira-kira seperti inilah cara menganalisa investasi yang baik

    Berdasarkan riset Saya Sendiri ada beberapa unit link yang memberikan return dalam jangka panjang hingga 1000 persen dalam 10 tahun dari harga dasar unit pertama dikeluarkan berarti harga rata2 pertahun 100 persen ini adalah suatu investasi yang lumayan spketakuler untuk produk unit link ,produk produk seperti inilah yang bisa membuat investor pensiun kaya dengan investasi disertai proteksi

  112. juju
    June 24th, 2014 at 12:46 | #120

    Pak,nama saya juju umur saya 33thn dan saya mau pensiun umur 55thn saya ingin dpt perbulan 10jt. Pak tolong buatkan ilustrasinya bgm dgn reksadana brp yg harus di investasikan perbulannya? Dan bagaimana dgn inflasi nya…saya org awam yg tidak begitu mengerti mohon bantuannya. Trims

  113. Rudiyanto
    June 24th, 2014 at 21:32 | #121
  114. azwin
    July 29th, 2014 at 00:20 | #122

    pak saya awam, sekarang saya lagi belajar mengenai reksa dana namun untuk saat ini saya bener-bener kesulitan untuk memahaminya, semacam melihat mana reksa dana yang mempunyai return lebih tinggi dibanding IHSG, cara yang bagus untuk investasi (berkala atau buy and hold) dan bagaimana mekanisme persentase return apabila investasi dilakukan secara berkala??

    dari minimnya pengetahuan saya tentang hal-hal seperti diatas yang mau saya tanyakan adalah… kira-kira reksa dana terbaik menurut anda untuk investasi selama 5 tahun apa pak rudi?? yang sekiranya punya resiko sebanding dengan returnnya.. saya type investor agresif pak.

    terimakasih sebelumnya pak rudi..

  115. Rudiyanto
    July 29th, 2014 at 00:30 | #123

    @azwin
    Salam Azwin,

    Sebenarnya pertanyaan anda sudah pernah saya bahas dalam artikel2 terdahulu. Anda tinggal mencarinya di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/arsip-artikel/

    Dan kalau untuk investasi jangka waktu 5 tahun, jenis yang paling cocok adalah reksa dana saham.

    Semoga bermanfaat.

  116. azwin
    July 29th, 2014 at 00:50 | #124

    betul pak, saya udah modar-mandir dan ublak ublek di blog bapak yang saya cintai ini selama seminggu terakhir, dan kesimpulan yang saya ambil membeli RD saham pun perlu pengetahuan, mana yang RD jagoan dan non jagoan.. saya minta rekomendasi bapak kira-kira RD saham yang cocok untuk saya mendapatkan hasil return yang bagus 5 tahun kedepan itu RD merk apa pak..??

    kalo dari analisa saya yang minim pengetahuan ini saya berniat membeli Panin Dana Prima, dengan sistem investasi berkala, sebulan saya kurang lebih bisa menyisihkan pendapatan sekitar 500rb pak.

    seperti yang bapak bilang, jika saat ini kondisi keuangan pas-pasan atau stagnan perlu kiranya kita mempertimbangkan resiko, da saya sependapat dengan bapak mengingat selama ini saya menabung 500rb per bulan juga samapai sekarang tidak terkumpul sejumlah uang yang rencana mau saya pake untuk bisnis kecil-kecilan seperti buka toko baju atau aksesoris. dan alhamdulillah setelah saya piki-pikir saya tidak begitu takut untuk kehilangan uang tersebut atau minimal mengalami kerugian. karena ditabung pun ujung-ujungnya habis juga untuk keperluan mendadak dan tetek bengeknya.

    saya minta rekomendasinya ya pak..

    terimakasih sebelumnya pak…

  117. Rudiyanto
    July 29th, 2014 at 01:00 | #125

    @azwin
    Kalau anda bertanya dalam konteks reksa dana saham yang dikelola oleh Panin Asset Management, ada 4 yaitu Panin Dana Maksima, Panin Dana Prima, Panin Dana Ultima dan Panin dana Syariah Saham. Mengenai keunggulan masing2 sudah pernah saya bahas di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/06/09/panin-dana-maksima-prima-syariah-saham-atau-ultima-pilih-mana-2/

    Kalau anda bertanya selain reksa dana saham Panin AM, maka anda bisa melihat di http://www.infovesta.com. Disana terdapat data seluruh reksa dana di Indonesia. Anda bisa melihat bagaimana perbandingan kinerjanya termasuk dengan reksa dana Panin AM.

    Semoga bermanfaat. Terima kasih.

  118. azwin
    July 29th, 2014 at 01:22 | #126

    siaaappppp pak….

    jika bapak berkenan kira-kira 5, 10 atau 15 tahun kedepan uang saya mejadi berapa jika saya investasikan di Panin Dana Prima dengan sistem investasi berkala 500rb per bulan..?? tentunya diliat dari return standar dari RD saham.

    mudah-mudahan dengan prediksi ilmiah tentang gambaran uang saya nanti bisa menjadi pelecut semangat saya untuk berinvestasi..

    terimakasih pak..

  119. Rudiyanto
    July 29th, 2014 at 01:26 | #127

    @azwin
    Untuk informasi tersebut anda bisa membaca http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/01/26/berapa-lama-periode-investasi-berkala-yang-ideal/ atau mencoba kalkulator finansial di http://www.panin-am.co.id. Terima kasih

  120. azwin
    July 29th, 2014 at 01:30 | #128

    siaaaappp paaakkk..

    terima kasih banyak pak udah sabar mau jawab pertanyaan saya, mudah-mudahan bapak semakin sukses, keluarga sehat dan bahagia dan kebaikan bapak dibalas oleh tuhan berkali-kali lipat, amin.

  121. erick
    August 19th, 2014 at 17:56 | #129

    Selamat sore Pak Rudi

    Nama saya erick, usia 32 tahun saya telah bekerja kurang lebih 6 tahun di tempat saya bekerja sekarang ini. Permaslahan saya selama kurun waktu tersebut, saya belum bisa menabung untuk membeli rumah, saya pernah baca di salah satu artikel, bahwa salah satu solusi untuk permasalahan saya adalah dengan megikuti reksa dana. Mohon saran pak Rudi reksa dana seperti apa yang bisa saya ikuti dan berapa dana yang harus saya keluarkan untuk mengikuti reksadana tersebut jika target saya harus dapat mempunyai rumah 3 tahun kedepan dengan harga rumah kisaran 300-400jt

    Atas saran dan bantuannya saya ucapkan terima kasih.

  122. Jonas
    August 20th, 2014 at 01:17 | #130

    Salam Pak Rudi

    Seminggu lebih yang lalu saya posting di comment box “sehat dulu, investasi kemudian” tapi belum mendapat balasan. Mungkin bapak sedang sibuk. Moga moga bapak tidak keberatan saya posting lagi di sini lagipula artikel ini lebih relevan dengan pertanyaan saya.

    Orang tua saya berusia 70 tahun dan sudah pensiun. Punya rumah tinggal dan 1 mobil dan tidak ada cicilan hutang apapun dan tidak ada tanggungan.
    Saat ini mereka memiliki aset produktif berupa sebuah rumah kontrakan yang menghasilkan 40juta/tahun dan sebuah apartment yang menghasilkan pendapatan dari sewa sebesar 90juta / tahun. Aset lain yang dimiliki berupa RD saham senilai sekitar 600juta dan LM 300gr. Perlu diketahui awal tahun depan ayah saya akan mendapatkan pencairan dana pensiun lump sum yang kedua (yang terakhir) sebesar 3 M rupiah dari perusahan tempatnya bekerja dulu. Biaya hidup orang tua saya sekitar 15 juta per bulan dan mereka berharap bisa mendapatkan pendapatan total dari passive income idealnya di atas 20 juta per bulan. Jumlah tersebut rencananya ingin dicapai setelah mendapatkan pencairan dana pensiun yang terakhir yang kemudian akan diinvestasikan.
    Pertanyaan saya, bagaimana sebaiknya mengalokasi dana pensiun yang sebesar 3M itu supaya bisa mendapatkan penghasilan tambahan setidaknya 10 juta per bulan mengingat saat ini penghasilan dari aset produktif yang ada belum dapat menutup biaya hidup 15 juta tersebut dan selama ini harus menutup kekurangannya dari dana darurat yang besarnya sekarang tinggal sekitar 10x mthly expenses.  Sebenarnya tidak sulit untuk mendapatkan jumlah tersebut bila membeli properti lagi untuk disewakan tetapi saat ini alokasi aset mereka di kolom properti sudah hampir 80 persen dari total aset (belum termasuk rumah tinggal yang sekarang mereka tempati) dan terkesan kurang seimbang dan cukup beresiko apabila kelak terjadi property crash seperti di AS. Mereka tidak mau uang tersebut didepositokan saja karena ke depannya akan terus digerogoti inflasi. Saya harap Pak Rudi bisa memberi masukan sebaiknya reksadana jenis apa dan berapa porsi yang ideal untuk mengalokasikan dana pensiun tersebut? Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

  123. Rudiyanto
    August 20th, 2014 at 02:02 | #131

    @erick
    Salam Pak Erik,

    Kalau saya baca dari pertanyaan anda, menurut saya ada 2 permasalahan bahwa orang tidak bisa menabung. Pertama adalah gaya hidupnya yang terlalu konsumtif dan yang kedua adalah (mohon maaf) pendapatannya masih kurang.

    Apabila anda tidak bisa mengumpulkan uang karena terlalu konsumtif, maka sebaiknya gaya hidup anda yang diperbaiki sehingga bisa mengumpulkan uang. Apabila memang pendapatannya masih belum memadai, maka fokus utamanya adalah melakukan pengembangan diri supaya pendapatan bisa meningkat ke angka yang nyaman.

    Nah, setelah itu baru kita bicarakan soal reksa dananya. Untuk melakukan simulasi berapa yang yang dibutuhkan anda bisa baca artikel ini.
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/08/10/3-langkah-menjadi-investor-reksa-dana-bagi-pemula/

    Semoga bermanfaat.

  124. Rudiyanto
    August 20th, 2014 at 02:22 | #132

    @Jonas
    Salam Pak Jonas,

    Mohon maaf sebelumnya. Tidak terbalasnya komentar anda bukan karena sibuk, tapi memang “kelewatan”. Memang beberapa minggu ini saya banyak melakukan edukasi ke daerah2, tapi saya selalu sempatkan untuk balas blog.

    Sehubungan dengan pertanyaan anda tentang rencana pensiun, sebenarnya secara matematika sangat mudah
    Aset setelah pensiun
    Reksa dana = Rp 600 juta
    Emas 300gr @Rp 500.000 = Rp 150 juta
    Dana Pensiun = Rp 3 Milliar
    Total Rp 3.75 Milliar

    Passive Income setelah pensiun
    Kontrakan Rp 40 juta per tahun
    Sewa Apartement Rp 90 juta per tahun
    Total Rp 130 juta per tahun atau sekitar Rp 10.8 juta per bulan

    Target anda 20 juta per bulan.

    Kalau misalkan dana pensiun yang orang tua anda terima ditempatkan di deposito dengan bunga 6% net per tahun (dengan angka 3 M, rasanya tidak sulit bagi anda untuk mendapatkan rate yang lebih tinggi) = Rp 180 juta per tahun atau Rp 15 juta per bulan

    Ditambahkan dengan fixed dan passive income yang sudah ada yaitu Rp 10.8 juta jadi totalnya sudah sekitar Rp 25.8 juta. Jadi target anda untuk memiliki passive income 20 juta per bulan sudah terpenuhi. Di luar itu, orang tua anda masih punya aset senilai Rp 3.75 milliar lebih

    Anggapan bahwa kenaikan deposito digerogoti inflasi itu memang benar, dengan catatan nominalnya kecil. Kalau uangnya sudah hitungan M, biar lebih kecil dari inflasi, kalau dikalikan sekian M itu juga sudah dapatnya puluhan hingga ratusan juga setahun.

    Kalaupun tidak cukup karena bunga deposito yang anda dapatkan terlalu rendah, menarik pokok dari nilai Rp 3 M itu juga menurut saya tidak apa2. Karena memang uang tersebut digunakan untuk pensiun. Namun untuk kasus anda sudah lebih dari cukup.

    Menurut saya di masa pensiun, semua investasi sebaiknya dikonversikan ke dalam investasi yang likuid seperti deposito atau tabungan. Bagi yang kurang beruntung dan dana pensiunnya kurang, memang harus menurunkan gaya hidupnya. Tapi untuk kasus orang tua anda dimana menurut uangnya lebih dari cukup, dia bisa hidup agak “foya-foya”.

    Bisa saja dia melakukan hal yang belum sempat dilakukannya seperti wisata keliling dunia atau melakukan kegiatan amal untuk orang banyak. Kalau tidak sisa uang tersebut bisa diwariskan ke anak cucu nantinya.

    Sebagai referensi anda juga bisa membaca artikel ini http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2013/05/03/kiat-investasi-untuk-para-pensiunan/

    Semoga bisa menjawab pertanyaan anda. Terima kasih

  125. Jonas
    August 20th, 2014 at 05:09 | #133

    Terima kasih banyak Pak Rudi atas pembahasannya. Pertanyaan saya terjawab dan referensi artikelnya itu juga bagus sekali. Sangat bermanfaat dan memberikan ketenangan hati. Ternyata permasalahannya setelah disederhanakan secara matematis cukup membuka pikiran. Jadi sadar akan pentingnya likuiditas di masa pensiun apalagi kita tidak pernah tau kapan harus menyediakan dana dalam jumlah besar semisal untuk biaya kesehatan dan obat-obatan. Saya setuju deposito merupakan pilihan bijak untuk kasus ini. Kami akan terus mengikuti blog ini dan membaca artikel-artikel selanjutnya yang memberikan pencerahan.

  126. erick
    August 27th, 2014 at 13:49 | #134

    @Rudiyanto
    Pak Rudi

    Terima kasih atas saran dan penjelasnnya

  127. hendri
    September 1st, 2014 at 20:24 | #135

    Pak Rudy,
    saya mau tanya buku yang mengupas tuntas yang bapak rekomendasikan untuk mengikuti investasi pasar modal bagi pemula?

    Benarkah pasar modal bisa di mulai dengan modal rp.100.000?atau masih ada dana awal mengikuti pasar modal?Lalu apa langkah2 bagi para pemula?
    mohon jawabannya,saya masih awam pak.

    Terimakasih

  128. Rudiyanto
    September 3rd, 2014 at 11:16 | #136

    @hendri
    Salam Hendri,

    Menurut saya, pasar modal hanya bisa dikupas apabila kita berpartisipasi di dalamnya. Buku hanya referensi saja, praktek adalah pengalaman terbaik. Kalau buku yang saya referensikan, baik itu berkaitan dengan pasar modal ataupun tidak bisa anda baca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/category/referensi-buku-investasi/

    Kalau yang menjual reksa dana mulai Rp 100.000 sudah banyak. Hanya saja sulit kalau mengharapkan marketing mau datang ke tempat anda kalau belinya cuman Rp 100.000. Jadi kalau mau jumlah segitu, ya kamu harus datang langsung.

    Kalau untuk pemula, saran saya kamu bisa baca buku saya di atas. Atau bisa juga memulai investasi langsung untuk merasakan sendiri bagaimana prosesnya.

    Terima kasih.

  129. September 9th, 2014 at 21:12 | #137

    Pak rudi, artikelnya bagus sekali, terimakasih saya ucapkan untuk Anda. Namun apakah Reksadana Syariah itu ada? Kalau ada saya juga ingin berinvestasi di reksadana syariah. Misalkan ada, Umur saya saat ini 28 tahun, wirausaha dan merencanakan pensiun di usia 48 tahun. untuk biaya setelah pensiun sepertinya 10 jutaan. apa reksadana syariah yang cocok untuk saya ? Mohon jawabannya. Terimakasih Pak Rudi.

  130. Rudiyanto
    September 11th, 2014 at 17:22 | #138

    @Rochman Susanto
    Salam Pak Rochman,

    Untuk reksa dana syariah itu ada. Reksa dana yang cocok untuk tujuan anda karena periode investasi lebih dari 5 tahun adalah reksa dana saham syariah. Saat ini ada cukup banyak reksa dana saham syariah yang ada, anda bisa mempelajari lebih lanjut di http://www.infovesta.com.

    Semoga bermanfaat untuk anda.

  131. Ilham
    October 8th, 2014 at 20:37 | #139

    Bukunya masih bisa dipesan lewat online pak? Brapa harganya termasuk ongkir kepekanbaru? Terimakasih

  132. Rudiyanto
    October 15th, 2014 at 01:09 | #140

    @Ilham
    Malam Ilham,

    Bukunya masih tersedia, informasi lengkap bisa dibaca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/pesanbuku/

    Terima kasih

  133. Edi Yulianto
    October 19th, 2014 at 17:30 | #141

    Dear pak rudy.

    artikelnya sangatlah menarik

    saya juga ingin menanyakan untuk reksadana.. bagusnya kita tahunan rutin atau bulanan rutin ya?

    misalkan setahun 6juta langsung atau 500rb / bulan lebih baik?
    saya sudah coba menggunakan investor toolkit pada website panin am.. utk hasil bulanan lebih besar drpd tahunan.. apakah itu benar? terima kasih pak

  134. aldy
    October 21st, 2014 at 08:18 | #142

    Dear pak Rudy.
    sy ingin membeli reksadana…dana gak terpakai ad 100jt…sebaik y sy beli reksadana ap pak? agar memberikan keuntungan yg maksimal? trims

  1. May 9th, 2011 at 11:08 | #1