Home > Riset Reksa Dana > Apakah Investasi (Saham) Jangka Panjang Pasti Menguntungkan?

Apakah Investasi (Saham) Jangka Panjang Pasti Menguntungkan?

Dalam pemasaran produk reksa dana, biasanya disebutkan bahwa produk reksa dana cocok untuk investor yang memiliki tujuan investasi dalam 3 atau 5 tahun ke depan. Ada juga yang menyebutkan 3 tahun terlalu pendek dan mengkategorikan reksa dana saham hanya cocok bagi investor yang memiliki tujuan investasi untuk 5 tahun mendatang atau lebih. Dari proses tersebut, secara tidak langsung terbentuk persepsi bahwa investasi di reksa dana saham dikhususkan bagi investor yang memiliki tujuan investasi di atas 5 tahun.

Meski demikian, ternyata periode 5 tahun belum tentu merupakan periode waktu investasi dimana investor pasti akan untung. Investor saham yang berinvestasi sebesar Rp 100 juta pada akhir 2002 dan menjual seluruhnya pada akhir 2007 akan mendapati bahwa dananya sudah berkembang menjadi Rp 646 juta. Sebaliknya dana Rp 100 juta yang diinvestasi pada akhir tahun 1993 dan dijual seluruhnya pada akhir 1998 hanya akan tersisa Rp 68 juta. Dengan fakta di atas, maka Probabilitas (kemungkinan) bahwa Investor akan mengalami kerugian setelah investasi 5 tahun tetap ada.

Karena investasi reksa dana saham mengacu pada perkembangan harga saham yang terdapat dalam IHSG, perbandingan angka di atas dapat menunjukkan bahwa investasi di reksa dana saham dengan kurun waktu 5 tahun juga belum menjadi jaminan bahwa investor pasti akan memperoleh keuntungan. Malahan jika pilihan reksa dananya ternyata tidak sebaik kinerja IHSG, kerugian yang dialami bisa lebih besar.

Untuk menentukan berapa “lama” suatu investasi baru dikatakan panjang dan pasti akan menguntungkan, serta berapa persen tingkat return yang dikatakan wajar untuk investasi reksa dana saham dalam jangka waktu panjang, kami melakukan penelitian dengan menggunakan data kinerja IHSG selama 27 tahun terakhir dari Januari 1984 hingga Maret 2011.

Pertama-tama kami melakukan pembagian periode pengukuran return yaitu 3 tahun, 5 tahun, 7 tahun, 10 tahun dan 15 tahun. Selanjutnya dihitung return selama periode tersebut secara bulanan. Misalnya untuk return 5 tahun, maka dihitung dari akhir Januari 1984 ke Januari 1989, Akhir Februari 1984 ke Februari 1989 dan seterusnya hingga Februari 2011. Setelah besaran return tersebut diperoleh, kemudian return tersebut diolah probabilitas (kemungkinan) untung ruginya untuk masing-masing periode. Misalnya untuk periode investasi 5 tahun, jika dalam 100 kali periode investasi, terdapat 20 periode di antaranya hasil investasi negatif, maka probabilitas rugi adalah 20%.

Probabilitas Investasi Jangka Panjang pada Indeks Harga Saham Gabungan Periode Data 1984 – 2011

Statistik di atas menunjukkan ternyata investasi di saham (IHSG) selama 5 tahun bukan jaminan investor pasti untung. Ada 18,8% kemungkinan investor akan mengalami kerugian jika mengacu pada data aktual IHSG selama 27 tahun tersebut. Untuk 3 tahun bahkan lebih tinggi yaitu 26,21%. Semakin lama jangka waktunya, maka semakin menurun dari 12,81% untuk 7 tahun, 5,34% untuk 10 tahun dan 0% untuk 15 tahun. Jadi Definisi Jangka Panjang berdasarkan data di atas adalah 15 tahun. Dengan investasi selama 15 tahun itulah, bisa disebut adalah investasi yang jangka panjang dan kemungkinan ruginya tidak ada.

Setelah selesai dengan probabilitas, maka selanjutnya dilakukan riset terhadap besaran returnnya. Besaran return ini penting terutama dalam penggunaan asumsi perencanaan keuangan, data return jangka panjang sering dipergunakan sebagai alat untuk menentukan besarnya investasi atau cicilan bulanan yang harus dikeluarkan oleh investor untuk mencapai tujuan keuangannya.

 

Return Investasi Jangka Panjang IHSG Periode 1984 – 2011

Perhitungan return di atas menggunakan rata-rata return disetahunkan atau disebut juga dengan annualized return. Annualized Return adalah rata-rata return efektif atau return yang memperhitungkan faktor bunga berbunga. Penggunaan return disetahunkan sangat penting bagi investor yang berorientasi jangka panjang mengingat return 100% dalam 5 tahun tidak sama dengan rata-rata return 20% per tahun. Angka yang benar adalah 14.87% per tahun setelah memperhitungkan faktor bunga berbunga.

 

Ilustrasi lain misalnya, seorang investor yang berinvestasi sebesar Rp 100 juta mendapatkan dananya menjadi Rp 120 juta dalam 2 tahun. Keuntungan sebesar Rp 20 juta atau 20% itu dalam perhitungan awam sama dengan 10% per tahun. Padahal jika mau dihitung dengan benar, apabila seseorang mendapatkan keuntungan 10% per tahun selama 2 tahun maka dana yang diperoleh adalah Rp 121 juta. Angka ini diperoleh dari:

  • Bunga Tahun Pertama Rp 100 juta x 10% = Rp 10 juta untuk tahun pertama.
  • Bunga Tahun Kedua Rp 110 juta (dari akumulasi tahun pertama) x 10% = Rp 11 juta
  • Total kekayaan investor = Rp 10 juta + Rp 11 juta + Rp 100 juta = Rp 121 juta.

Dengan demikian, rata-rata return per tahun untuk investasi dari Rp 100 juta menjadi Rp 120 juta adalah di bawah 10% per tahun, atau lebih tepatnya 9.5445%.

Tabel Rata-rata, Max dan Min menunjukkan kinerja return / kerugian historis yang pernah terjadi. Asumsi yang digunakan investor seharusnya menggunakan rata-rata. Namun angka Maks dan Min memberikan gambaran bahwa jika investor sedang sangat beruntung atau sangat sial karena masa berakhirnya investasi dia kebetulan jatuh pada tahun2 dengan kinerja yang ekstrem (naik tinggi seperti 2006-2007 atau 2010, atau turun dalam seperti 1998 dan 2008).

Berdasarkan informasi di atas, maka dalam mengasumsikan return investasi jangka panjang, maka penggunaan masa 15 tahun adalah yang paling tepat karena probabilitas kerugiannya sama dengan 0. Sementara besaran return yang dipergunakan adalah antara 11% – 16%. Jika anda menemukan ada financial planner atau model perhitungan yang menggunakan angka lebih dari itu, juga tidak salah, namun sebagai gantinya mereka harus bisa menemukan reksa dana yang kinerjanya secara konsisten berada di atas IHSG.

Salah satu poin penting yang ingin kami sampaikan di atas adalah bahwa Investasi Jangka Panjang tidak Menjamin Investor Pasti Untung dan juga Tidak Menjamin bahwa Anda Pasti bisa mencapai tujuan Keuangan. Pemilihan reksa dana yang kurang bagus atau waktu investasi yang kurang tepat semakin memperkuat potensi terjadinya hal tersebut. Oleh karena itu, investor juga dituntut untuk sedikit lebih aktif dalam investasi. Memang tidak ada salahnya kita mempercayakan kepada Manajer Investasi yang sudah profesional, namun perlu diingat, mereka hanyalah media. Adalah tetap kita sendiri juga yang harus menjaga tercapai atau tidaknya tujuan keuangan kita.

Meminjam Istilah Bill Gates:

“ If you’re born poor, it’s not your mistake. But if you die poor, it’s your mistake”

Selamat berinvestasi.

PS: Infovesta bekerja sama dengan Kontan mengadakan Talkshow Memilih Reksa Dana Jagoan. Bagi teman2 yang tertarik bisa mendapatkan informasi pendaftaran di koran Kontan atau di homepage www.infovesta.com.

Categories: Riset Reksa Dana Tags:
  1. elisabet mei
    March 14th, 2017 at 16:44 | #1

    menurut bapa bagaimana dengan investasi jangka panjang di indonesia?
    terimakasih

  2. agustinus hw
    March 16th, 2017 at 04:21 | #2

    hallo pak rudi

    pilihan reksadana saham dipanin itu kan cukup banyak, bahkan selalu ada yang baru.
    bagaimana kita bisa meyakini bahwa kinerja rd saham kita yang sudah kita ambil adalah yang terbaik, terutama kalau muncul produk baru,,,haruskah kita sebaiknya membeli juga produk baru atau fokus saja pada rd saham yang ada yang sudah kita ambil. misal kita sudah ambil panin infrastruktur…dan rencana panin akan keluarkan beta one…sebaiknya kita ambil juga sibeta atau bertahan dengan infra…terima kasih pak rudi

  3. Rudiyanto
    March 20th, 2017 at 02:36 | #3

    @agustinus hw
    Salam Pak Agustinus,

    Terima kasih atas kepercayaannya kepada produk Panin Asset Management.

    Penjelasan tentang Panin Beta One nantinya akan saya buat dalam artikel tersendiri. Semoga pertanyaan bapak bisa terjawab pada artikel tersebut. Mohon menunggu artikelnya terbit.

    Terima kasih

  4. Rudiyanto
    March 20th, 2017 at 02:37 | #4

    @elisabet mei
    Salam Ibu Elisabeth,

    Sepanjang anda percaya bahwa pemerintahan kita baik, kinerja perekonomian Indonesia ke depan juga akan baik demikian pula dengan investasi reksa dananya.

    Saya tidak tahu dengan anda, tapi saya percaya dengan pemerintahan pak Joko Widodo akan membawa Indonesia pada kemajuan.

    Terima kasih

Comment pages
1 2 3 419
  1. April 25th, 2011 at 13:35 | #1

 


%d bloggers like this: