Home > Belajar Reksa Dana > Reksa Dana Penyertaan Terbatas, Apakah itu?

Reksa Dana Penyertaan Terbatas, Apakah itu?

Selama ini ada 2 istilah dalam investasi melalui Manajer Investasi. Yang pertama adalah investasi melalui Kontrak Investasi Kolektif atau dikenal dengan istilah reksa dana untuk investor secara umum (dimiliki lebih dari 50 orang). Dan yang kedua yaitu investasi melalui jalur perorangan (individual) dimana Manajer Investasi hanya mengelola dana satu pihak saja yang disebut Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) atau dikenal juga dengan istilah Discretionary Fund. Karena dimiliki oleh umum, maka informasi berkaitan dengan Reksa Dana (Prospektus, Fund Fact Sheet dan Data Harga) dipublikasikan karena diharuskan oleh peraturan, sementara informasi mengenai KPD tidak dipublikasikan karena merupakan perjanjian antar kedua pihak, sehingga data dan informasi berkaitan dengan pengelolaan data tersebut merupakan milik pribadi. Oleh karena itu, dalam pengumuman peringkat Manajer Investasi berdasarkan Jumlah Dana Kelolaan, biasanya dipisahkan antara Jumlah Dana Kelolaan Reksa Dana dengan Jumlah Dana Kelolaan KPD (Discretionary Fund) atau dengan kata lain KPD dianggap bukan reksa dana.

Pada tahun 2008, muncul lagi satu jenis reksa dana yang baru, yaitu Jenis Reksa Dana Penyertaan Terbatas. Reksa Dana penyertaan terbatas hampir sama dengan reksa dana biasa dari sisi karakteristik dan pengelolaan. Perbedaan utamanya adalah jumlah pihak yang berinvestasi pada jenis reksa dana penyertaan terbatas maksimum 50 pihak, hal ini menjadikan reksa dana ini terkesan “private” seperti halnya KPD. Sementara untuk jenis reksa dana konvensional, reksa dana harus ditawarkan melalui penawaran umum yaitu penawaran kepada lebih dari 100 pihak dan dibeli oleh lebih dari 50 pihak. Oleh karena itu, ada pula sebagian investor yang menganggap ini bukan reksa dana seperti halnya KPD.

Kenyataan

Kenyataannya adalah bahwa Reksa Dana Penyertaan Terbatas adalah termasuk reksa dana konvensional. Oleh karena itu, seyogianya jumlah dana kelolaan reksa dana konvensional juga harus mencakup jenis reksa dana penyertaan terbatas.

Permasalahannya terletak pada periode publikasi kinerja Reksa Dana Penyertaan Terbatas yang diperbolehkan setiap 3 bulan sekali berbeda dengan reksa dana pada umumnya yang diwajibkan untuk melakukan publikasi secara harian. Akibatnya, tidak seluruh reksa dana penyertaan terbatas dipublikasikan di media massa, selain itu, perhitungan terhadap total jumlah dana kelolaan Manajer Investasi juga terkadang bermasalah karena dana kelolaan untuk penyertaan terbatas baru dipublikasikan setiap 3 bulan, sementara untuk jenis reksa dana konvensional wajib diumumkan setiap hari.

Dari sisi pengelolaan dana, reksa dana penyertaan terbatas memiliki perbedaan dengan reksa dana konvensional yaitu boleh berinvestasi di perusahaan yang belum non publik, investasi pada sektor riil atau bahkan membiayai perusahaan anda.

Rangkuman Perbedaan Reksa Dana Konvensional dengan Reksa Dana Penyertaan Terbatas

Pada 14 Februari 2008, BAPEPAM-LK  menerbitkan peraturan dengan NOMOR: KEP- 43/BL/2008 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF PENYERTAAN TERBATAS. ciri-ciri dari reksa dana yang membedakan jenis reksa dana ini dengan reksa dana konvensional antara lain :

Demikian, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda.

Penyebutan produk investasi di atas (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Investasi adalah kegiatan yang mengandung risiko, investor dan calon investor harus sepenuhnya menyadari bahwa dengan berinvestasi, risiko yang dihadapi adalah dapat kehilangan sebagian atau seluruh nilai pokok investasinya.

“Melakukan copy & paste artikel berita ini dan atau mendistribusikan ulang dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis adalah melanggar Hak Cipta / Copyright ©”

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:
  1. Chrispinus
    December 3rd, 2010 at 03:56 | #1

    Yth Bpk Rudiyanto,
    Apakah Schroders Indo Equity Fund termasuk reksadana penyertaan terbatas? Karena waktu menjelang launching saya pernah menelefon marketing mereka, dan dikatakan investor nya ditentukan secara internal, dan minimum investment 25M, dan investor nya harus institusi, namun mereka juga menolak saya masuk jika dalam bentuk PT katanya ada sejumlah syarat lain yang tidak bisa sembarangan perusahaan masuk invest. Nampaknya sophiscated sekali. Dan apakah Hedge Fund termasuk institusi yang mengeluarkan reksadana penyertaan terbatas?

  2. December 3rd, 2010 at 06:33 | #2

    @Chrispinus
    Yth Chrispinus,

    Secara peraturan, reksa dana dikategorikan sebagai reksa dana penyertaan terbatas harus ada kata “Penyertaan Terbatas” yang melekat pada nama reksa dana tersebut. Dengan persyaratan itu, maka Schroders Indo Equity Fund seharusnya bukan termasuk jenis reksa dana penyertaan terbatas. Untuk melihat reksa dana penyertaan terbatas di indonesia, anda bisa ke website homepage di http://www.infovesta.com dan kemudian memilih tab penyertaan terbatas.

    Pada prakteknya, memang ada reksa dana konvensional yang dibuat untuk investor tertentu saja. Hal ini disebabkan karena investor tersebut menginginkan datanya dipublikasi sehingga terkesan lebih resmi (Karena jika berbentuk KPD datanya tidak dipublikasikan di koran) tapi di satu sisi, dia tidak ingin dananya dicampur dengan dana orang lain. Untuk investor dengan kategori seperti ini, kemungkinan manajer investasi akan membuat reksa dana konvensional tapi tidak bisa untuk semua orang.

    Apakah produk yang bapak sebutkan tersebut sesuai dengan contoh di atas, bisa iya bisa tidak. Saya tidak memiliki keterangan resmi mengenai produk tersebut. Untuk lebih pastinya memang harus mendapat jawaban resmi dari perusahaan. Atau cara lain adalah mendapatkan prospektusnya.

    Sesuai dengan prospektus, sebetulnya Manajer Investasi boleh menolak kegiatan subscription reksa dana jika jumlah unit penyertaan yang ada sudah mencapai batas maksimum dari yang ditetapkan dalam prospektus. Besaran minimum investasi juga sudah terdapat dalam prospektus. dari sisi compliance, Manajer Investasi atau agen penjual juga boleh bisa menyarankan kepada anda bahwa jenis reksa dana yang anda pilih tidak cocok dengan profil risiko anda. Jika ada alasan lain, maka sebetulnya hal tersebut juga pasti akan tercantum dalam prospektus reksa dana.

    Untuk pertanyaan kedua anda, Reksa Dana Penyertaan Terbatas hanya boleh dikeluarkan oleh Manajer Investasi yang telah mendapat izin resmi dari BAPEPAM-LK serta produk tersebut sudah mendapatkan pernyataan efektif. Jadi institusi resminya harus Manajer Investasi bukan Hedge Fund.

    Semoga dapat menjawab pertanyaan anda.

  3. arumdalu
    April 11th, 2012 at 22:05 | #3

    Pak Rudiyanto,

    Terima kasih untuk tulisannya yang sangat informatif. Mohon informasi pak, dalam Reksa Dana Penyertaan Terbatas, biasanya investasi yang ditanamkan di suatu perusahaan dicatat atas nama siapa pada DPS perusahaan dimaksud? Apakah kemudian manajer investasi bertidak selaku “kuasa” dari para investor?

    Terima kasih banyak sebelumnya

  4. Rudiyanto
    April 12th, 2012 at 08:37 | #4

    @arumdalu
    Salam Arumdalu,

    Mau tanya DPS itu apa ya?

  5. arumdalu
    April 16th, 2012 at 16:41 | #5

    DPS maksudnya adalah Daftar Pemegang Saham. DPS di sini maksudnya DPS pada perusahaan yang menjadi target investasi. Mengingat dana investasi dapat disalurkan pada sektor riil, saya berasumsi dana dapat ditanamkan pada perusahaan tertutup sehingga kepemilikan saham harus tercatat. Atau karena sifat RDPT yang “premium” bisa juga nilai investasi pada suatu emiten besar dan mengharuskan RDPT tersebut tercatat dalam DPS emiten. Dalam hal demikian, harus dicatat atas nama Manajer Investasi, pemegang unit, atau Bank Kustodian kah pak?

    Terima kasih banyak sebelumnya.

  6. Rudiyanto
    April 17th, 2012 at 18:35 | #6

    @arumdalu
    Salam Pak Arumdalu,

    Untuk informasi yang lebih jelas mengenai Reksa Dana Penyertaan Terbatas, bapak bisa membaca salinan peraturan BAPEPAM-LK di link ini http://www.bapepam.go.id/reksadana/files/regulasi/IV.C.5%20Reksa%20Dana%20Berbentuk%20Kontrak%20Investasi%20Kolektif%20Penyertaan%20Terbatas.pdf

    Menurut pendapat saya, Reksa Dana Penyertaan Terbatas dalam hal ini merupakan special purpose vehicle (SPV) yang bertindak seperti suatu perusahaan. Manajer Investasi adalah pihak yang memiliki kuasa untuk menjalankan perusahaan tersebut. Jadi berdasarkan ini, saya memperkirakan bahwa nama pemegang saham yang tercatat pada perusahaan yang menjadi target investasi adalah nama reksa dana.

    Saya tidak tahu pasti mengenai aturan hukum dan ketentuan yang ada di reksa dana, namun kalau untuk reksa dana konvensional, sepengetahuan saya, saya pernah melihat suatu emiten yang mencantumkan nama reksa dana sebagai salah satu pemegang saham utamanya karena kepemilikan reksa dana tersebut cukup besar. Demikian pak, semoga dapat menjawab pertanyaan anda, terima kasih.

  7. Anindita Rarasati
    December 14th, 2012 at 21:08 | #7

    Yth Bapak Rudiyanto,

    Terima kasih atas tulisannya yang membuka mata saya mengenai perbedaan antara RDPT dan Reksa Dana Konvensional. Saya termasuk pemula dalam dunia reksa dana. Di dalam tulisan Bapak dikatakan bahwa jumlah minimum PUP (Pemegang Unit Penyertaan) dari Reksa Dana Konvesional (KIK) harus berjumlah 50 pihak dan melakukan penawaran umum ke lebih dari 100 pihak. Dan yang ingin saya tanyakan ialah dimanakah ketentuan tersebut di atur? karna saya sudah mencarinya di beberapa peraturan Bapepam-LK terkait, tetapi tidak menemukannya.

    Terima kasih

    Salam,
    Anindita

    • Rudiyanto
      December 15th, 2012 at 18:02 | #8

      Ibu Anindita,

      Terima kasih atas masukannya. Definisi Penawaran Umum yang benar menurut saduran dari salah satu artikel BAPEPAM-LK adalah sebagai berikut:
      “penawaran umum didefinisikan sebagai kegiatan penawaran efek yang dilakukan oleh emiten untuk menjual efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam Undang-undang tersebut dan peraturan pelaksanaannya”
      Kalimat lebih dari 100 pihak merupakan kalimat yang pernah saya dengar ketika menghadiri dalam sebuah seminar. Tapi memang benar, definisi tersebut tidak tertulis secara jelas dalam UU Pasar Modal. Oleh karena itu, saya akan meralatnya dari minimal 100 pihak menjadi masyarakat luas. Karena pengumuman reksa dana di koran yang baru mendapat pernyataan efektif merupakan salah satu bentuk penawaran ke khalayak luas. Mengenai 50 pihak, merupakan angka yang saya pergunakan mengingat perbedaan dengan reksa dana konvensional dengan penyertaan terbatas adalah penyertaan terbatas harus kurang dari 50 pihak (maksimum 49 tepatnya).

      Perlu saya informasikan bahwa peraturan BAPEPAM-LK berkembang dari waktu ke waktu, dimana setiap kali ada peraturan yang baru, peraturan lama selalu lebih disempurnakan. Informasi yang saya buat mungkin saja mengacu kepada peraturan lama yang kalau anda cari sekarang sudah tidak ketemu lagi. Namun saya berterima kasih atas pengamatan anda, hal ini juga mengingatkan saya untuk terus menerus update soal peraturan terbaru agar tidak memberikan sharing yang kurang tepat.

      Misalnya saja, sudah mau keluar lagi peraturan tentang reksa dana penyertaan terbatas yang baru. Kali ini, RDPT dibagi menjadi 2 kategori yaitu RDPT sektor Riil dan RDPT Pasar modal. Untuk detailnya, anda bisa baca di link http://www.bapepam.go.id/pasar_modal/regulasi_pm/draft_peraturan_pm/draft/Draft_Perubahan_%20IV.C.5.pdf

      Semoga menjawab pertanyaan anda, terima kasih.

  8. Ika
    February 13th, 2013 at 16:52 | #9

    salam Pa Rudiyanto,,

    Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan terkait RDPT ini,,
    Bagaimanakah tata cara atau tahapan suatu perusahaan ato persero untuk melaksanakan RDPT?
    karena tentu ada tahapan yang harus ditempuh untuk menuju RDPT ini,,
    dasar hukumnya bagaimana??
    Terima kasih sebelumnya, Pa,,

  9. Rudiyanto
    February 13th, 2013 at 21:23 | #10

    @Ika
    Salam Ika,

    Boleh tahu, proyek atau portofolio investasi seperti apa yang ingin anda “RDPT”kan?

  10. Dian
    July 3rd, 2013 at 10:14 | #11

    Salam Pak Rudiyanto,
    Menyambung pertanyaan Ika di atas, saya ingin mengajukan pertanyaan :
    1. saya mempunyai proyek di bidang perhotelan, di mana hotel ini mempunyai anak perusahaan yang bergerak di bidang developer. RDPT ini akan digunakan untuk membiayai proyek anak perusahaan yang sedang membangun beberapa condotel dan vila.
    2. sebagai emiten persyaratan apa saja yang harus disiapkan untuk membuat RDPT ini?
    3. sebagai emiten apa keuntungan dan risiko yang akan saya peroleh?
    4. apakah sebagai emiten saya harus menmberikan aset saya sebagai jaminan?
    5. bila RDPT dilkuidasi krn perintah Bapepam atau dibubarkan oleh MI dan bank kustodian dengan persetujuan pemilik unit, apa yang terjadi pada saya sebagai emiten?
    Terimakasih sebelumnya Pak.

  11. Rudiyanto
    July 4th, 2013 at 13:36 | #12

    @Dian
    Salam Dian,

    Terkait Reksa Dana Penyertaan Terbatas, aturannya bisa dibaca di http://www.bapepam.go.id/pasar_modal/regulasi_pm/peraturan_pm/IV/IV.C.5.pdf
    Setahu saya sempat ada pembaharuan tapi saya belum melihat hasilnya. Pada dasarnya Penyertaan Terbatas dibagi lagi menjadi 2 yaitu yang benar2 murni proyek dan bisa berinvestasi di pasar modal.

    Kemudian untuk pertanyaan anda, pada dasarnya RD Penyertaan Terbatas dapat dibayangkan sebagai suatu bentuk pendanaan. Sama seperti anda meminjam ke Bank, menerbitkan obligasi atau saham.

    Jika minjam dari bank, harus ada jaminan aset sebelumnya, bunga pinjaman bisa naik turun sesuai tren. Jika minjam dengan cara menerbitkan obligasi, sama juga harus ada aset yang jadi jaminan, bunga pinjaman (kupon) tetap dan harus melakukan proses IPO (Initial Public Offering). Kalau dari saham, tidak ada bunga. Jaminannya ya laporan keuangan perusahaan. Tapi kepemilikan perusahaan harus di share dengan orang lain. Selain itu, sebagai perusahaan terbuka, ada kewajiban untuk publikasi laporan keuangan, Good Corporate Governance dll.

    Jika pendanaan melalui penyertaan terbatas, maka pada dasarnya proyek tersebut dijual ke reksa dana. Bisa sebagian atau keseluruhan proyek. Kemudian Manajer Investasi akan mencari pemilik dana yang tertarik dengan proyek dalam reksa dana tersebut. Para pemilik dana tentu akan mempertimbangkan berbagai hal ketika akan berinvestasi pada proyek tersebut.

    Mulai dari potensi keuntungan, ada tidaknya pembagian keuntungan bulanan, apakah proyek tersebut bermanfaat bagi dia, misalnya dia punya usaha di daerah tersebut proyek tersebut adalah membangun jalan tol di daerah yang sama. Kalau jalan tolnya jadi, tentu usaha dia juga berkembang.

    Terkait pembubaran, pada dasarnya ketika dibubarkan berarti aset dijual semua. Jadi proyek tersebut akan berpindah tangan dari pemilik reksa dana ke pembeli lain. Jika proyek tersebut 100% dimiliki reksa dana, berarti ganti pemilik, jika tidak 100%, maka itu seperti ada pemegang saham baru yang masuk.

    Jika pendanaan melalui saham dan obligasi, anda harus “jualan” ke penjamin emisi (underwritter) yang biasanya perusahaan sekuritas tentang prospek proyek anda, maka jika reksa dana penyertaan terbatas anda harus “jualan” ke Manajer Investasi. Beberapa Manajer Investasi yang cukup aktif memasarkan jenis reksa dana ini adalah Batavia Prosperindo Asset Management. Ada juga Ciptadana Asset Management dengan REITs (Real Estate Investment Trusts), semacam reksa dana penyertaan terbatas tapi fokus pada properti saja dan ada kewajiban untuk memberikan pendapatan bulanan kepada investor.

    Demikian Dian, semoga bermanfaat. Saya juga mengharapkan anda sukses mendapatkan pendanaan melalui reksa dana karena terus terang jenis reksa dana ini tidak begitu berkembang karena pasokan supply proyeknya masih agak terbatas.

    Salam sukses

  12. Made
    September 17th, 2014 at 19:04 | #13

    @Rudiyanto
    Salam Pak Rudiyanto dan Ibu Anindita,

    Definisi penawaran umum diatur dalam Pasal 1 angka 15, Undang-Undang tentang Pasar Modal, yaitu Kegiatan penawaran EFek yang dilakukan oleh Emiten untuk menjual Efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam Undang-Undang tentang Pasar Modal dan peraturan pelaksanaannya.

    Sedangkan batasan ditawarkan kepada 100 pihak atau dijual kepada 50 pihak ada di penjelasan atas Pasal 1 angka 15 tersebut, yang berbunyi “Penawaran Umum dalam angka ini meliputi penawaran Efek oleh Emiten yang dilakukan dalam wilayah Republik Indonesia atau kepada warga negara Indonesia dengan menggunakan media massa atau ditawarkan kepada lebih dari 100 Pihak atau telah dijual kepada lebih dari 50 Pihak dalam batas nilai serta batas waktu tertentu”.

    Lebih lanjut Peraturan No. IV.C.5 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif Penyertaan Terbatas, pasal 2, menyatakan bahwa Unit Penertaan RD berbentuk KIK Penyertaan Terbatas hanya ditawarkan kepada Pemodal Profesional dan dilarang ditawarkan melalui Penawaran Umum dan atau dilarang dimiliki oleh 50 Pihak atau lebih. Dengan demikian kalau MI menawarkan Reksa Dana sehingga Pemegang Unit Penyertaan mencapai 50 Pihak atau lebih maka Reksa Dana tersebut wajib mengikuti ketentuan Reksa Dana yang umum (ditawarkan melalui Penawaran Umum).

  1. No trackbacks yet.