Home > Belajar Reksa Dana > Berinvestasi Sambil Beramal Melalui Endowment Fund

Berinvestasi Sambil Beramal Melalui Endowment Fund

Endowment Fund atau Dana Abadi adalah Reksa Dana yang diterbitkan oleh Manajer Investasi dengan bekerja sama dengan pihak tertentu biasanya berupa yayasan, gereja, organisasi lingkungan dan kemanusiaan yang hasilnya digunakan untuk tujuan kegiatan non profit.

Dengan menempatkan dana  reksa dana yang masuk kategori Endowment Fund, maka investor berinvestasi dan juga sekaligus beramal. Endowment Fund memiliki beberapa cara kerja antara lain:

1. Pemotongan Management Fee

Penghasilan Manajer Investasi berupa Management Fee yang dikenakan kepada investor, melalui kesepakatan akan disumbangkan sebagian kepada yayasan atau organisasi nirlaba yang akan melakukan fungsi kemanusiaan tersebut.

2. Sumbangan Langsung dari Investor berdasarkan Kelas.

Dari penelusuran penulis, terdapat Endowment Fund di Indonesia, dimana investor diberikan pilihan untuk menjadi salah satu dari kelas investor dengan keterangan sebagai berikut:

-          Platinum Investor:  Pada skema ini baik pokok investasi maupun hasil keuntungan menjadi milik endowment fund

-          Gold Investor: Skema dimana pokok investasi menjadi milik endowment fund namun hasil keuntungan investasi tetap menjadi milik investor

-          Silver Investor: Skema dimana pokok investasi tetap menjadi milik investor namun 50% dari hasil keuntungan investasi di salurkan kepada endowment fund

-          Reguler Investor : Baik pokok investasi maupun hasil keuntungan tetap menjadi milik investor namun investor tetap berpartisipasi pada kegiatan endowment fund melalui bagi hasil biaya manajemen reksa dana.

Bagi Manajer Investasi yang menerbitkan reksa dana ini, endowment fund juga merupakan salah satu bentuk dari Corporate Social Responsibility (CSR). Jumlah reksa dana ini di Indonesia tidak banyak. Beberapa contoh reksa dana yang masuk kategori Endowment Fund antara lain:Selain menggunakan endowment fund sebagai bentuk CSR, ada juga yang menggunakan endowment fund sebagai “pemanis dan penglaris” dalam memasarkan produk reksa dananya. Untuk yang bagian kedua ini tampaknya masih agak sulit. Sebab mayoritas investor di Indonesia masih melihat kinerja alias return. Belakangan ini karena bursa yang roller coaster, investor mulai memperhatikan risiko. Tapi, untuk berinvestasi pada reksa dana karena misi sosial, tampaknya masih belum terlalu menjadi perhatian investor. Hal ini dapat dilihat dari jumlah dana kelolaan dari reksa dana tersebut yang relatif tidak terlalu besar (umumnya di bawah Rp 50 milliar)  jika dibandingkan dengan reksa dana lain yang misinya bukan sosial tapi mencari keuntungan.

Karena bertujuan sosial, umumnya endowment fund lebih konservatif dengan berbentuk reksa dana pendapatan tetap. Kalaupun ada yang berbentuk campuran, umumnya penempatan dana lebih dominan pada jenis obligasi. Meski demikian tidak tertutup kemungkinan pengelolaannya agresif jika memang sejak awal ditetapkan dalam prospektus. Selain 3 reksa dana yang dijelaskan di atas, sebetulnya juga terdapat beberapa endowment fund yang lain seperti Reksa Dana MEGA SRI KEHATI HARMONI yang dikelola oleh Mega Capital Indonesia yang memiliki fungsi sama seperti Kehati Lestari yang dikelola PT. Bahana di atas, ada Valbury Inklusi yang dikelola oleh Valbury Asia Securities dan lainnya.

Ada 2 hal yang harus diperhatikan oleh investor ketika berinvestasi pada jenis reksa dana ini:

1. Jumlah Dana Kelolaan

Seperti yang sudah dijelaskan, karena konsep endowment fund tidak terlalu sukses di Indonesia maka jumlah dana kelolaan umumnya kecil. Jika jumlah dana kelolaannya di bawah Rp 25 milliar, maka ada kemungkinan reksa dana ini akan ditutup paksa karena dibawah standar minimum yang ditetapkan oleh BAPEPAM-LK. Umumnya Manajer Investasi diberikan tenggat waktu 90 hari untuk memenuhi standar minimum tersebut.

2. Kinerja

Karena merupakan instrumen investasi, maka kinerja merupakan hal yang sangat penting. Jika ide dipasarkan tidak terlalu sukses bukan berarti pengelolaannya juga tidak bagus. Tindakan yang paling objektif adalah membandingkan kinerja reksa dana tersebut dengan reksa dana yang sejenis. Berikut ini adalah perbandingan kinerja antara Endowment Fund dengan Rata-rata Reksa Dana Pendapatan Tetap di Indonesia untuk 6 bulan terakhirUntuk periode 6 bulan terakhir, secara return, kinerja reksa dana tersebut secara umum masih di atas rata-rata reksa dana pendapatan tetap.

3. Misi Sosial

Investor yang benar2 punya misi sosial harus berhati-hati. Penyebutan institusi tertentu tidak menandakan bahwa suatu reksa dana pasti akan melakukan tindakan sosial. Kegiatan sosial yang akan dilakukan seperti pengembangan lingkungan, pemberian bantuan bagi penyandang cacat atau kegiatan lainnya umumnya akan disebutkan di dalam prospektus. Selain itu, ada satu pihak yang akan ditunjuk sebagai penerima dan pengelola dana sosial tersebut yang biasanya berbentuk yayasan atau lembaga. Jika tidak ada penyebutan kegiatan dan skema sosial yang akan dilakukan serta tidak ada lembaga penerima dana maka investor bisa bertanya lebih lanjut sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Nah, sekian untuk sharing saya kali ini. Untuk artikel berikutnya saya berencana untuk menulis tentang analisa teknikal dalam kaitannya dengan investasi reksa dana. Ditunggu saja ya. Terima kasih.

Penyebutan produk investasi di atas (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis.

“Melakukan copy & paste artikel berita ini dan atau mendistribusikan ulang melalui situs atau blog Anda tanpa izin tertulis adalah melanggar Hak Cipta / Copyright ©”

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

 


%d bloggers like this: