Home > Belajar Reksa Dana > Reksa Dana, Produk Perbankan atau Pasar Modal?

Reksa Dana, Produk Perbankan atau Pasar Modal?

Apa kabar pembaca ? Semoga sehat selalu..
Kali ini saya ingin memberikan sharing tentang reksa dana tapi yang sifatnya mungkin masih agak basic bagi sebagian pembaca. Tapi saya juga yakin masih ada sebagian yang mungkin masih belum terlalu jelas bahwa sebenaranya reksa dana itu produk perbankan atau produk pasar modal ya. Kalau produk pasar modal, kok bisa ada dijual di bank.. Semoga sharing ini bermanfaat..

Reksa Dana, Produk Perbankan atau Pasar Modal?
Meski diterbitkan oleh Manajer Investasi yang merupakan lembaga pasar modal, produk reksa dana menjadi dikenal oleh masyarakat luas karena dipasarkan melalui bank sebagai agen penjual. Bahkan, total dana kelolaan reksa dana yang hingga September 2010 telah mencapai Rp 128 triliun (tidak termasuk reksa dana penyertaan terbatas) sebagian besar dijual oleh bank. Nasabah reksa dana juga lebih mengenal marketing atau sales officer bank yang menjual reksa dana tersebut dibandingkan Manajer Investasinya. Pertanyaannya, bagaimana peranan Bank dan Manajer Investasi dalam produk reksa dana ini ?

Reksa Dana merupakan produk pasar modal dan bukan merupakan produk perbankan. Alasan orang lebih mengenal reksa dana sebagai produk perbankan karena sebagian besar dana kelolaan reksa dana diperoleh melalui penjualan yang dilakukan oleh Bank Agen Penjual. Bank Agen Penjual pulalah yang mempopulerkan reksa dana ini baik di kalangan High Net Worth Individual ketika pada masa awal berjayanya produk ini melalui bank asing dengan minimum investasi puluhan hingga ratusan juta rupiah, hingga di kalangan masyarakat umum seperti saat ini yang dipopulerkan oleh Bank Asing dan Bank Lokal dengan minimum investasi yang kecil (mulai dari Rp 500.000).

Dalam menjelaskan mengenai strategi, cara kerja, cara pengelolaan dan prestasi reksa dana, kerap kali diadakan oleh Manajer Investasi melalui kegiatan investor gathering di Hotel, Restoran atau tempat representatif lainnya yang diselenggarakan atau difasilitasi oleh Bank. Hal ini membuat, kesan seolah-olah reksa dana itu adalah produk perbankan padahal tidak. Bank Agen Penjual hanya bertindak sebagai perantara yang menjembatani investor dengan manajer investasi melalui produk reksa dana. Di dalam proses tersebut, bank memperoleh pendapatan berupa entry dan exit fee serta management fee atas transaksi reksa dana.

Bagi bank, reksa dana adalah salah satu sumber pendapatan fee based income (pendapatan berbasis biaya). Bagi manajer investasi, bank agen penjual adalah salah satu media untuk memasarkan produk reksa dananya karena tugas utama manajer investasi adalah mengelola reksa dana dan bukan memasarkan reksa dana.

Hanya saja memang tidak seluruh reksa dana itu dijual melalui bank, kebanyakan adalah produk reksa dana yang dikelola Manajer Investasi asing dan beberapa produk Manajer Investasi Lokal berskala besar. Untuk Manajer Investasi lokal yang berskala kecil menengah umumnya selain mengelola dana, mereka juga memasarkan sendiri produk reksa dananya karena kesulitan untuk mendapat akses penjualan melalui bank. Namun hal ini tidak berarti produk mereka kalah kinerja produk reksa dana yang dijual melalui bank.

Bagi Manajer Investasi, adalah jauh lebih ekonomis dan menguntungkan apabila produknya bisa dipasarkan melalui bank karena tidak banyak manajer investasi yang memiliki tenaga pemasaran dengan jaringan dan akses nasabah seperti bank. Umumnya orang (terutama dari kalangan High Net Worth Individual) juga lebih mempercayai marketing dari bank dibandingkan dengan marketing dari produk investasi apalagi orang tersebut juga sudah menjadi nasabah dari bank yang bersangkutan.

Pada tingkatan kerjasama yang lebih tinggi, bahkan ada Manajer Investasi yang seluruh penjualan reksa dana dilakukan melalui Bank Agen Penjual. Jadi produk tersebut hanya dijual melalui 1 bank saja dan bahkan investor tidak bisa membeli langsung kepada Manajer Investasi tersebut.

Dengan segala fakta di atas, memang kesan reksa dana itu produk bank masih sangat kental meskipun kenyataannya tidak. Investor harus ingat bahwa Bank Agen Penjual hanya bertindak sebagai perantara saja dan bukan orang yang mengelola dana anda. Untuk memudahkan hal tersebut, makanya BAPEPAM-LK (otoritas tertinggi produk reksa dana) mewajibkan Manajer Investasi untuk mencantumkan nama Manajer Investasi dalam penamaan produk reksa dana tersebut.

Misalnya jika BNP Paribas Solaris yang dikelola BNP Paribas Investment Partners, Danareksa Mawar Agresif yang dikelola oleh Danareksa Investment Management, First State Indoequity Sectoral Fund yang dikelola oleh First State Investment Management. Dengan adanya penamaan ini, misalkan jika investor membeli produk tersebut di salah satu bank, misalnya Bank Danamon, diharapkan investor bisa memahami bahwa produk tersebut bukan produk Bank Danamon akan tetapi merupakan produk yang diterbitkan oleh nama perusahaan di atas.

Penyebutan produk investasi di atas tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis.

“Melakukan copy & paste artikel berita ini dan atau mendistribusikan ulang melalui situs atau blog Anda tanpa izin tertulis adalah melanggar Hak Cipta / Copyright ©”

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:
  1. ila
    October 18th, 2010 at 06:15 | #1

    Salam kenal Pak Rudi. Maksih ats infonya Pak, saya baru tahu sekarang bahwasanya Reksadana bukan produk Perbankan..

  2. Haryatno
    October 18th, 2010 at 12:19 | #2

    Saya pernah membaca adanya Reksadana syariah.
    Apa keunggulan dan kelemahan dari reksadana syariah tersebut?
    Atas perhatiannya disampaikan banyak terima kasih.
    Salam

  3. October 19th, 2010 at 02:40 | #3

    @Haryatno
    Yth Pak Haryatno,

    Kebetulan saya sedang menyiapkan posting tentang reksa dana syariah dalam 2 – 3 artikel. Ditunggu saja pak, semoga bisa saya release dalam waktu dekat ini

  4. asti
    October 21st, 2010 at 02:51 | #4

    terima kasih Pak atas ulasannya, benar-benar mencerahkan… kebetulan juga saya baru mengikuti investasi reksadana, (moga-maga hasilnya menggembirakan)..

    best regard..

    • October 21st, 2010 at 06:17 | #5

      Yth Asti,

      Sama-sama juga. Semoga sukses dengan investasinya

  1. No trackbacks yet.