Home > Riset Reksa Dana > Memanfaatkan Window Dressing Reksa Dana Saham

Memanfaatkan Window Dressing Reksa Dana Saham

Anda seorang investor reksa dana saham? Jika ya, saya yakin sekali bahwa anda saat ini sedang bingung. Saatnya take profit, atau malah nambah lagi ya?

Didukung dengan terus masuknya dana asing, harga saham di Indonesia menguat secara signifikan. Per tanggal artikel ini dibuat, IHSG sudah beberapa kali mencoba menembus level 3500 namun tidak berhasil. Mungkin saja pada saat artikel ini dimuat, IHSG bahkan sudah menguat ke level yang lebih tinggi.

Hal ini tentu saja menjadi berita gembira bagi investor reksa dana saham karena investasinya sudah menguntungkan. Namun bagi sebagian investor yang belum sempat atau ingin menambah investasinya di reksa dana saham menimbulkan kekhawatiran. Tancap gas atau rem dulu?

Sebagian beranggapan dengan kondisi indeks sekarang, valuasi saham sudah sangat mahal. Oleh karena itu sebaiknya investor menahan diri. Sebagian lagi beranggapan meski mahal, dana asing yang akan terus masuk akan menjadi penopang utama pertumbuhan saham. Sepanjang asing tidak keluar, masuk dulu tidak apa-apa. Toh, kondisi makro ekonomi kita sangat kondusif bagi investor asing saat ini.

Pendapat yang pertama tidak salah, namun jika mengikuti hal tersebut mungkin investor sudah keluar saat indeks berada di level 3000 sehingga sudah jauh ketinggalan. Pendapat yang kedua juga tidak salah, tapi investor tentu masih ingat pengalaman pahit pada saat tahun 2008 dulu. Bagi yang lupa, kami ingatkan lagi bahwa pada tahun tersebut IHSG minus 50%. Sebagian reksa dana saham bahkan ada yang lebih parah karena kerugiannya mencapai minus 60% – 70%. Padahal pada tahun 2006 dan 2007 IHSG juga bullish seperti sekarang ini dengan membukukan return positif lebih dari 50% dalam 1 tahun.

Sangat sulit untuk menentukan pendapat mana yang benar karena masing-masing punya poin dan asumsi yang masuk akal. Di tengah kebingungan tersebut kami mencoba mencari solusi bagi investor dengan melakukan riset terhadap kinerja historis saham selama 9 tahun terakhir dari 2001 – 2009. Solusi ini mungkin tidak cocok bagi investor reksa dana saham yang ingin berinvestasi dalam jangka waktu yang panjang. Tapi mungkin saja cocok bagi investor yang ingin memanfaatkan fenomena yang selalu terjadi di bursa saham untuk mendapatkan keuntungan dalam jangka pendek.

Fenomena Window Dressing
Dari hasil riset terhadap kinerja IHSG historis, kami menemukan ada satu fenomena menarik yaitu adanya fenomena window dressing selama 9 tahun terakhir dari 2001 – 2009. Di bursa saham, istilah window dressing biasanya diartikan sebagai kondisi di mana IHSG akan cenderung menguat menjelang penutupan akhir tahun.

Penyebab terjadinya window dressing berasal dari beberapa hal, seperti spekulasi pada kinerja dari emiten (perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa) di akhir tahun ini yang diperkirakan lebih baik dibanding tahun sebelumnya, positifnya data-data ekonomi menjelang akhir tahun, hingga pola anomali pasar saham yang secara historis sering terulang dan menjadi sebuah kebiasaan.

Selain itu, terjadinya window dressing juga dipicu oleh usaha dari para emiten dan Manajer Investasi yang ingin mempercantik kinerjanya selama setahun penuh. Faktor self-fulfilling prophecy (kebiasaan umum yang selalu dipercaya terjadi) pun juga menambah kuatnya peluang window dressing di akhir tahun.

Dengan memanfaatkan fenomena tersebut investor bisa mendapatkan keuntungan investasi dalam jangka pendek karena biasanya window dressing terjadi pada bulan desember. Dengan kata lain, jika investor berinvestasi pada akhir November 2010 dan menjualnya pada Akhir Desember 2010, besar kemungkinan investor akan memperoleh keuntungan.

Dalam riset yang kami buat, kami mencoba 2 periode, periode pertama adalah investasi pada akhir November dan menjualnya akhir Desember. Periode yang kedua adalah investasi pada akhir Oktober dan menjualnya pada akhir Desember. Penggunaan 2 periode ini untuk melihat apakah dengan melakukan hal tersebut potensi return investor dapat ditingkatkan. Hasil riset yang kami lakukan adalah sebagai berikut:


Sumber : www.infovesta.com, diolah

Hasil tabel di atas menunjukkan selama 9 tahun terakhir, IHSG selalu membukukan keuntungan baik investor melakukan investasi pada periode November – Desember ataupun investasi pada Desember saja. Padahal dalam periode ini IHSG mengalami berbagai siklus naik turun seperti bullish pada tahun 2004, 2006 dan 2007 serta periode bearish seperti pada tahun 2008.

Dari sisi keuntungan memang tingkat returnnya bervariasi, misalnya untuk periode November-Desember berkisar antara 2.16% hingga 16.24% lebih tinggi dibandingkan periode Desember berkisar antara 2.14% hingga 12.12%. Jadi, apabila anda percaya bahwa fenomena window dressing masih akan kembali terjadi pada tahun 2010 dan asumsi return di atas sudah cukup menarik bagi anda, investor yang ingin memanfaatkan potensi return jangka pendek dapat mencoba peruntungannya melalui reksa dana saham.

Untuk memanfaatkan fenomena window dressing, investor harus memilih reksa dana saham yang memiliki portofolio saham-saham yang menggerakkan indeks. Patokannya adalah saham-saham bluechips atau perusahaan berkapitalisasi besar dan tergabung dalam LQ-45. Sebab meski window dressing terjadi di IHSG, bukan berarti hal itu terjadi pula di SEMUA saham. Pemilihan portofolio saham yang salah juga dapat menyebabkan kerugian. Kriteria lainnya adalah coba dilihat juga bagaimana kinerja reksa dana saham dalam periode yang disebutkan di atas. Apakah mereka selalu membukukan keuntungan seperti IHSG dan apakah (yang lebih penting) keuntungannya lebih besar dibandingkan IHSG itu sendiri.

Asumsi bahwa kinerja masa lalu belum tentu akan selalu terulang di masa depan tetap tidak bisa investor lupakan. Oleh karena itu, bagi investor yang ingin berspekulasi kami menyarankan agar cukup menggunakan alokasi dana yang memang untuk spekulasi, jangan sampai dana investasi yang utama juga anda gunakan. Selamat berinvestasi..

Penyebutan produk investasi di atas tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis.

“Melakukan copy & paste artikel berita ini dan atau mendistribusikan ulang melalui situs atau blog Anda tanpa izin tertulis adalah melanggar Hak Cipta / Copyright ©”

Categories: Riset Reksa Dana Tags:
  1. doni teguh
    October 13th, 2010 at 09:48 | #1

    saya sebagai pemula, mengucapkan terima kasih atas saran nya nih.. memang agak sedikit bingung d saat pasar lagi bullish, apakah kita stay atau tetap invest..

    terima kasih dan sukses ya

  2. October 13th, 2010 at 10:18 | #2

    @doni teguh
    Sama-sama pak Doni Teguh..

    Sukses untuk anda juga

  3. Amin Mas’udi
    October 13th, 2010 at 15:11 | #3

    Artikel ini sungguh sangat mencerahkan, terima kasih buat Pak Rudiyanto. Pertanyaan saya, dengan kondisi pasar yang bullish terus-terusan saat ini, apakah diperlukan window dressing lagi, mengingat mungkin saja target tahunan emiten telah tercapai sebelum Desember. Thx atas sharing nya..

  4. October 14th, 2010 at 02:24 | #4

    @Amin Mas’udi
    Yth Pak Amin,

    Seperti yang saya katakan di atas, ini murni spekulasi tapi didukung dengan fakta historis.
    Selalu terjadi juga mau kondisi pasar lagi naik tinggi ataupun sedang turun. Tinggal apakah range returnnya menarik untuk anda?

  5. januar
    October 14th, 2010 at 03:39 | #5

    wah keren nih analisanya+datanya, berhubung saya mau full power di akhir tahun ni ke BNP ekuitas

  6. Budianto Hs
    October 14th, 2010 at 06:36 | #6

    Dear Pak Rudiyanto, artikel ini sudah saya baca di Kontan , kemarin. Jadi untuk ikut fenomena ini, harus dipilih Reksa Dana tertentu, bukan SEMUA Reksa Dana. Kadang-kadang sulit memperoleh portofolio saham dari suatu Reksa Dana, apalagi barangkali di akhir tahun portofolionya, menjadi berubah. Dan saya ingin klarifikasi kriterianya : jadi lebih baik, dipilih Reksa Dana yg.kinerjanya, selama ini, membukukan profit diatas IHSG ? atau ada kriteria yg lebih praktis untuk diikuti ?

  7. October 14th, 2010 at 06:50 | #7

    @Budianto Hs
    Yth Pak Budianto,

    Boleh juga kriteria anda. Memang kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan, tapi kalau dari dulunya ga pernah bisa kalahkan IHSG maka atas dasar apa kinerja reksa dana tersebut bisa menang lawan IHSG nanti?

    Kriteria untuk memilih reksa dana cukup banyak dan spesifik. Mungkin saya akan bahas dalam artikel-artikel mendatang. Ditunggu aja ya pak..

    Thanks

  8. Budianto Hs
    October 14th, 2010 at 07:03 | #8

    Anyhow, thanks buat artikel Window dressing ini. Saya mau coba untuk “return short term” yang satu ini. Moga-moga pemilihan Reksa Dananya tepat, sesuai dgn yg anda maksud.
    Rgds.

  9. mutiara
    September 27th, 2011 at 20:05 | #9

    pak, sya seorang mahasiswa jurusan finance management..
    dan untuk skripsi , saya tertarik untuk meneliti tentang fenomena window dressing ..

    bisakah bpk, memberi link tentang jurnal atau penelitian tersebut ???

    selain tullisan bpk tentunya..

    bantuan dr bpk sangat sya harapkan sebagai bahan referensi skripsi …

    terimakasih

  10. September 28th, 2011 at 00:31 | #10

    @mutiara
    Yth Mutiara,

    Coba searching di google saja.

  1. December 20th, 2010 at 02:38 | #1

 


%d bloggers like this: