Home > Belajar Reksa Dana, Riset Reksa Dana > Reksa Dana Mahal.. Reksa Dana Murah..? (1)

Reksa Dana Mahal.. Reksa Dana Murah..? (1)

Kenapa ada angka (1) dalam judul di atas ? Apakah anda berpikir kalau tulisan ini terdiri dari beberapa bagian yang bersambung? Sebetulnya tidak juga.

Untuk menjelaskan konsep tentang reksa dana mahal atau murah bisa dilakukan dari beberapa sudut pandang yang berbeda. Jadi nomor angka di atas menjelaskan bahwa saya akan membahas topik di atas dari 1 sudut pandang. Di kemudian hari, saya akan memberi nomor lanjutan jika saya menjelaskan dari sudut pandang yang lain.

Berapa Jumlah Uang Yang Dibutuhkan?

Reksa Dana agak berbeda dengan saham meskipun data yang ditampilkan ke publik untuk kedua jenis instrumen ini sangat mirip. Sebagai contoh berikut ini adalah tampilan yang diambil dari website infovesta dan Yahoo Finance untuk reksa dana dan saham tertentu sebagai berikut:

     

     

Sebelah kiri adalah tabel harga reksa dana yang bisa diperoleh investor dengan mengakses ke homepage Infovesta. Sebelah Kanan adalah harga saham Gudang Garam yang dapat diakses di website yahoo finance dengan mengetikkan kode GGRM.JK pada kolom querry yang tersedia pada tengah atas.

Kedua gambar di samping menunjukkan harga dari reksa dana dan saham. Apa yang membedakan antara (ambil contoh) Panin Dana Maksima yang harganya Rp 45.955 dengan Astra Agro Lestari (AALI) yang harganya 21.100 dari sisi Jumlah Uang yang dibutuhkan untuk membeli kedua instrumen tersebut?

Sepengetahuan penulis, jumlah minimum investasi yang dipersyaratkan untuk Panin Dana Maksima adalah Rp 5.000.000. Pada harga berapapun reksa dana ini, asalkan investor memiliki uang Rp 5.000.000 maka investor bisa membeli reksa dana ini. Jika harga reksa dana adalah seperti yang tertulis di atas Rp 45.955, maka dengan uang Rp 5.000.000 jumlah unit yang diperoleh investor adalah sebagai berikut:
Rp 5.000.000 dibagi Rp 45.955 = 108,8021 Unit Penyertaan (dengan asumsi tidak ada biaya sama sekali)

Bagaimana dengan saham Astra Agro Lestari? logikanya jika dengan uang Rp 5 juta saja kita bisa membeli reksa dana Panin Dana Maksima yang harganya Rp 45rb lebih, tentu uang ini akan cukup pula untuk membeli saham yang harganya bahkan kurang dari setengah harga reksa dana tersebut. Logika ini salah…

Untuk membeli saham, jumlah minimum yang diperbolehkan adalah 1 lot. 1 lot terdiri dari 500 lembar. Jadi jika harganya adalah Rp 21.100 maka jumlah minimum pembelian yang diperlukan adalah
Rp 21.100 x 500 = Rp 10.550.000 (dengan asumsi tidak ada biaya juga). Uang 5 juta tidak cukup untuk membeli saham ini dan investor harus menyetor modal tambahan lagi.

Bagaimana dengan (Ambil contoh lagi) Panin Dana Prima yang harganya “cuma” Rp 2.316 ? Sekali lagi , minimum pembelian untuk Panin Dana Prima adalah Rp 5 juta (kalau yang ini saya lebih pasti). Jadi, meskipun harganya cuman dua ribuan, jumlah uang yang harus dirogoh oleh investor tetap sama yaitu 5 juta.

Dari contoh di atas bisa dilihat bahwa sebetulnya prinsip yang dipakai untuk investasi di saham, sebetulnya kurang tepat jika diterapkan langsung jika ingin berinvestasi pada reksa dana.

Investor yang masih awam dengan reksa dana, namun sudah pernah berinvestasi di saham atau tanpa pernah mengenal dunia pasar modal sama sekali pun akan berpikir investasi reksa dana itu seperti halnya investasi saham. Semakin mahal harga suatu barang, tentu semakin banyak pula jumlah uang yang harus dikeluarkan untuk membeli barang tersebut.

Oleh karena itu, ketika melihat harga reksa dana yang sudah di atas 10ribuan dengan reksa dana yang harganya masih ribuan, secara refleks akan beranggapan yang harganya sudah puluhan ribu itu “mahal” sementara yang ribuan atau ratusan itu akan dianggap murah.

Faktor kedua adalah sedikitnya jumlah Unit Penyertaan reksa dana yang akan diperoleh. Dengan uang Rp 5 juta, investor akan memperoleh 2.158,8946 Unit Penyertaan Panin Dana Prima dan “cuma” 108,8021 unit Penyertaan Panin Dana Maksima. Perolehan jumlah unit yang jauh lebih kecil ini juga memberikan efek psikologis bahwa yang satu lebih mahal dibandingkan yang lain. Padahal yang lebih penting adalah Kinerja bukan harga (topik ini akan saya bahas dalam postingan berikutnya).

Secara akademis, ada cara perhitungan dan konsep untuk mengukur mahal murahnya harga instrumen investasi seperti saham dan obligasi. Namun konsep tersebut masih belum ada untuk reksa dana. Konsep akademis yang berkaitan tentang reksa dana adalah lebih kepada pengukuran kinerja, apakah kinerja suatu reksa dana secara risiko dan return relatif lebih baik dibandingkan yang lain atau tidak.

Investor sekalian, percayalah, saya sudah bertemu dengan ratusan atau mungkin ribuan investor dan berinteraksi dengan beberapa di antaranya. Kebanyakan dari mereka, Baik dari investor kecil-kecilan yang modalnya ratusan ribu hingga High Net Worth Individual dan Korporasi besar yang modalnya ratusan milyar hingga triliunan (dan mungkin juga anda salah satunya) masih memilki logika berpikir yang salah untuk konsep mahal murah suatunya reksa dana.

Kesimpulannya, dari sisi Jumlah Uang yang dibutuhkan, tidak ada yang namanya Reksa Dana Mahal atau Reksa Dana Murah. Jadi ketika anda ingin membeli reksa dana, maka yang pertama kali dilihat adalah jumlah minimum investasi (jika modal anda terbatas) baru kemudian kinerjanya. Jangan pernah jadikan harga sebagai salah satu acuan anda dalam membeli reksa dana. Jangan pula percaya dengan omongan yang menyatakan suatu reksa dana “murah” karena baru 1000 karena baru diterbitkan.

Penyebutan produk investasi di atas tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis.

“Melakukan copy & paste artikel berita ini dan atau mendistribusikan ulang melalui situs atau blog Anda tanpa izin tertulis adalah melanggar Hak Cipta / Copyright ©”

  1. Jemmy Apriandi
    October 11th, 2010 at 05:20 | #1

    saya pelajar SMA kelas 1 yang ingin bereksadana, tapi karna faktor usia dan belum mempunyai NPWP saya tak dapat membeli produk reksadana. Apakah ada jalan keluarnya agar saya bisa membeli Reksadana?? Dan saya mau mananyakan, Reksadana apa yang cocok untuk kantong Pelajar SMA seperti saya??? Mohon Pencerahannya ya…

  2. Budianto Hs
    October 11th, 2010 at 09:13 | #2

    Bagaimana mengetahui Manager investasi yg ini baik, yg lain kurang baik ? Apakah bisa dipercaya dari jumlah dana yg dikelola ? Bagaimana bisa tahu bahwa dlm suatu organisasi
    Manager investasi, terjadi perubahan/perombakan personil, yg dpt menurunkan kinerjanya ?
    Mengapa hanya ada 3 Reksadana saham yg. saat ini kinerjanya diatas IHSG, sedang yg lain
    ketinggalan dibawahnya ? Apa ada yg memperoleh hidden information, sehingga portofolio yg satu betul- betul berbeda dgn yg lain ?

  3. October 11th, 2010 at 12:56 | #3

    Yth Bapak Budianto,

    Pertanyaannya banyak juga ya.. Saya akan mencoba menjawab dari sudut pandang saya, Untuk melihat apakah Manajer Investasi baik atau tidak bisa dilihat dari:
    - Apakah informasinya transparan dan bisa diakses oleh publik
    Ada data yang sifatnya “Publik” seperti NAB/Up reksa dana, Fund Fact Sheet dan Prospektus. Data yang sifatnya publik harus selalu bisa diakses oleh publik baik melalui website perusahaan, BAPEPAM-LK ataupun http://www.infovesta.com. dalam prospektus biasanya informasi pergantian personel dikemukakan.
    - Apakah data yang “Publik” itu juga update?
    - Apakah ada gathering atau pemberitahuan dari Manajer Investasi kepada investor ketika kondisi pasar bergejolak (kalau ini sih tergantung nilai investasi ya, biasanya diutamakan ke investor yang besar-besar dulu) yang membahas tentang kondisi dan strategi yang akan diambil oleh Manajer Investasi
    - Apakah reksa dana anda memberikan keuntungan untuk anda (kalau rugi trus ya sama aja)

    Definisi pergantian personel juga sebetulnya sesuatu yang sangat relatif jika dikaitkan dengan kinerja. Sebab tanpa merombak personel sekalipun kalau memang kinerjanya pas lagi kurang bagus tetap bisa turun juga. Dan bagaimana anda mendefinisikan “turun”? Return 50% saat IHSG untuk 80% atau Rugi 20% saat IHSG rugi 40% ?

    Kalau soal mengapa hanya ada 3 reksa dana saham yang menang lawan indeks dan soal Inside Information, saya kira jawaban yang paling pas adalah dengan menanyakan kepada Manajer Investasi langsung. Tanyakan saja ama yang menang sama yang kalah lalu dicocokkan.

    Tapi kalau menurut dugaan saya, kebanyakan salah menebak pasar tahun ini. Mungkin pada awal tahun prediksi IHSG tidak sebullish seperti sekarang sehingga strategi yang diambil juga lebih konservatif, begitu market bullish, strateginya tidak cocok lagi sehingga returnnya juga kalah dengan IHSG.

  4. October 11th, 2010 at 13:03 | #4

    @Jemmy Apriandi
    Yth Jemmy,

    Sepertinya pertanyaan anda sudah saya jawab di postingan yang lain sebelumnya ya?

    Pada dasarnya sih kalau belum punya KTP dan NPWP, cara yang paling gampang pinjam nama orang tua.

    Kalau duitnya kurang, cara yang paling gampang adalah dengan meminta kepada orang tua. Kalau mau yang lebih sulit bisa dengan menyisihkan uang jajan atau kerja parttime untuk dapat uang tambahan.

    Semua orang menyarankan untuk berinvestasi sejak dini, tapi bukan cuma usia yang harus dipersiapkan, tapi juga Mental dan Modal..

    Selamat berinvestasi.

  5. Jemmy Apriandi
    October 11th, 2010 at 13:57 | #5

    Jika saya sudah mempunyai KTP tapi belum mempunyai NPWP, apakah saya bisa membeli produk Reksadana?? Dan satu lagi, Lebih Baik beli Reksadana di MI-nya langsung atau lewat Bank (mis: Bank Commonwealth) ?? Trima kasih atas penjelasannya..

  6. Santrianom
    October 12th, 2010 at 02:14 | #6

    I’m Agreed..

    Tapi mungkin perlu dipertimbangkan apa yang namanya minimum penjualan unit
    ada agen penjual reksadana ato broker yang menetapkan batasan penjualan minimum unit reksadana.

    CMIIW

  7. Santrianom
    October 12th, 2010 at 02:24 | #7

    sample itungan

    REksadana Panin Dana Maksima dg harga 45.955 dan jumlah minimum investasi 5,000,000 maka investor hanya akan mendapatkan 108,8021 unit penyertaan
    Reksadana Panin Dana Prima dg harga 2.316 jika jumlah minimum investasi adalah sama, maka investor akan mendapat 2.158,8946 unit penyertaan.

    Jika broker/agen penjual reksadana menetapkan batasan minimum penjualan unit investasi adalah sebesar 200 unit penyertaan maka jika kita membeli RD Panin D. Maksima dan kita ingin menjualnya kembali, maka kita perlu menambah modal sebesar 5,000,000 supaya jumlah kepemilikannya lebih dari 200 Unit penyertaan

    Tapi ini tetap tidak ada hubungannya dengan Murah ato Mahal.. bener kata p Rudiyanto pilih RD yang bagus kinerjanya…

  8. October 12th, 2010 at 03:17 | #8

    @Jemmy Apriandi
    Kalau ga ada NPWP secara aturan seharusnya belum boleh. Makanya sebaiknya bikin dulu, punya duit buat investasi tapi ga punya NPWP apa kata dunia?

    Untuk soal beli lewat mana, saya sudah ada postingannya ditunggu aja

  9. October 12th, 2010 at 03:18 | #9

    @Santrianom

    Minimum kepemilikan Unit Penyertaan yang 200 unit itu berbeda dengan Minimum investasi. Untuk lebih detailnya saya akan menjelaskan dalam postingan tersendiri. Ditunggu aja ya…

  10. Santrianom
    October 12th, 2010 at 09:54 | #10

    tentu berbeda, yang dimaksud disni adalah batasan minimun penjualan unit penyertaan.. gtu lho om bukan minimum investasi, klo minimum investasi 500,000 perak juga udah bisa dapet RD

  11. Bryan
    October 12th, 2010 at 11:45 | #11

    Dear pak Rudy,
    Jika di saham ada PER sebagai salah satu parameter penilaian apakah suatu saham mahal atau tidak, apakah di RD juga ada parameter seperti tsb?

    Mengenai nilai NAB sangat berhubungan jangka waktu RD? jika sdh lama umur RD sudah pasti NAB sudah tinggi? apakah ada alat u/ melihat apakah NAB suatu RD sudah ketinggian seperti misalnya disaham ada istilah overbought?
    Jika dengan melihat kondisi saat ini seharusnya NAN RD Saham sudah kemahalan ? mengikuti analis pasar modal yang menyatakan IDX sdh ketinggian dan seharusnya jika kita mau masuk ke RD saham harusnya menunggu koreksi IDX sehingga NAB rendah sehingga nanti unit penyertaan kita lebih besar dengan nilai uang yang sama?? mohon pencerahnnya pak

  12. Teddy
    October 12th, 2010 at 15:54 | #12

    Yth. Pak Rudiyanto,

    Apakah dalam reksa dana saham dikenal istilah “profit taking” seperti dalam saham? Maksudnya apakah kita dapat melakukan penjualan reksa dana saham pada saat IHSG sedang tinggi-tingginya seperti pada saat sekarang ini, kemudian kembali melakukan pembelian reksa dana saham tersebut pada saat IHSG mengalami koreksi yang cukup dalam supaya memperoleh return yang besar dalam waktu yang cukup singkat pada saat IHSG mengalami rebound? Terima kasih.

  13. October 13th, 2010 at 02:20 | #13

    @Teddy
    Yth Pak Teddy,

    Mau profit taking bisa dimana saja, mau saham, obligasi, reksa dana ataupun forex. Tinggal kalau profit takingnya kurang dari 1 tahun biasanya kena fee jual

  14. October 13th, 2010 at 02:28 | #14

    @Bryan
    Yth Pak Bryan,

    Reksa dana saham juga bisa diukur mahal murahnya dengan melihat PER masing-masing saham. Masalahnya adalah yang namanya portofolio saham di reksa dana bisa berubah setiap hari. Misalnya hari ini isinya saham mahal, besok isinya saham murah. Selain itu, meskipun isinya saham, belum tentu 100% ditaroh di saham. Bisa ada alokasi kasnya dan itu bisa hingga 20% menurut peraturan BAPEPAM-Lk. Jadi kalau MI merasa saham sudah kemahalan semua, dia bisa memilih saham2 yang masih murah, atau menempatkan dana dalam bentuk kas dan deposito untuk menunggu momen beli berikutnya.

    Untuk umur dan kaitannya dengan tinggi rendah reksa dana, sekali lagi itu berkaitan dengan kinerja. Anda bisa menunggu di ulasan yang akan datang.

    Istilah overbought atau oversold itu mengacu pada istilah analisis teknikal. Kalau ada alat yang bisa melakukan analisa teknikal dengan menggunakan data harga reksa dana, maka angka itu bisa anda keluarkan. Tapi saya sudah pernah mengujinya di http://www.infovesta.com, hasilnya sebetulnya tidak jauh berbeda kalau anda mengujinya pada IHSG karena kinerjanya yang selisih tidak jauh.

    Berkaitan dengan IHSG yang ketinggian dan kapan untuk masuk sebetulnya saya sudah membuat ulasan di tabloid kontan mingguan. Sayangnya artikel saya diedit cukup banyak sehingga grafik yang saya kirim tidak ditampilkan. Yah, mungkin saya akan posting lagi di sini dengan data yang lengkap agak sorean nanti kalau sempat. Artikel itu isinya kurang lebih tentang view jangka pendek. Untuk jangka panjang masih sedang dikerjakan bersama tim riset http://www.infovesta.com.

  15. October 13th, 2010 at 02:31 | #15

    @Santrianom
    Yth Santrianom,

    Mohon maaf, saya salah baca antara minimum investasi dengan minimum penjualan.

  16. Jemmy apriandi
    October 14th, 2010 at 08:27 | #16

    Apakah membwt NPWP itu rumit? Dokumen & syarat apa saja yg hrs d siapkan untk membwt Npwp? Apakah membuat NPWP bisa dilakukan secara Online? Satu lg, berapa biaya yg hrs d keluarkan untk membuat NPWP? Maaf jk trlalu bnyk prtanyaannya…

    • October 14th, 2010 at 12:03 | #17

      Yth Pak Jemmy,

      Senang sekali anda sudah punya kesadaran untuk membuat NPWP. Tapi berhubung saya bukan petugas pajak anda bisa mendatangi kantor pajak terdekat anda atau telpon KringPajak di 021500200.
      Satu hal yang penting lagi, abis udah punya NPWP jangan lupa bayar pajaknya ya…

  17. awan
    October 19th, 2010 at 05:46 | #18

    Yth. Pak Rudiyanto,
    Dalam satu MI biasanya mempunyai banyak produk reksadana, bagaimana tips untuk memilih produk2 tersebut??(karena saya sudah baca prospektus satu2 yang hasilnya cuman capek dengan kata lain nggak ada kesimpulannya or masih bingung)- terima kasih atas jawabannya

  18. October 19th, 2010 at 10:29 | #19

    @awan
    Yth Pak Awan,

    Jika anda sudah tertarik dengan 1 Manajer Investasi dan ingin memilih produk2 yang dikelola oleh Manajer Investasi tesebut, maka menurut saya yang harus anda perhatikan adalah 2 hal.

    Pertama, kinerja.. Apakah kinerja reksa dana tersebut bagus. Untuk melihatnya anda bisa menggunakan penilaian seperti Return dan risiko yang dipaparkan melalui fund fact sheet. Atau kalau mau yang versi berbayar bisa menggunakan data Rating Reksa Dana yang dikembangkan oleh http://www.infovesta.com karena sudah merupakan ikhtisar dari berbagai metode penilaian. Data rating ini memberikan penilaian seperti bintang 5, bintang 4 dan seterusnya.

    Kedua, Diversifikasi.. Kalau anda sudah punya satu reksa dana, maka alasan anda memiliki reksa dana lain yang dikelola oleh produk yang sama adalah diversifikasi. Apa yang dimaksud dengan diversifikasi, bisa banyak. Misalnya reksa dana yang satu fokusnya saham blue chip, reksa dana yang kedua fokusnya saham second liner. Jenisnya bisa saham – campuran, saham – pendapatan tetap, campuran – pasar uang, kalau jenisnya berbeda.

    Kalau di http://www.infovesta.com, prinsip diversifikasi digambarkan dengan kuadran yaitu High Risk High Return, High Risk Low Return, Low Risk Low Return dan Low Risk High Return. Dari kuadran ini, kemudian kami kembangkan lagi dengan membagi reksa dana menjadi kategori agresif, moderat dan konservatif. Jadi kalau anda sudah punya reksa dana yang agresif, maka anda bisa memilih saham yang konservatif atau moderat untuk melakukan diversifikasi dan hal ini menjadi alasan anda membeli reksa dana lain dari Manajer Investasi yang sama.

    Semoga penjelasan ini dapat membantu..

  19. Made In Bali
    October 19th, 2010 at 15:56 | #20

    “Kesimpulannya, dari sisi Jumlah Uang yang dibutuhkan, tidak ada yang namanya Reksa Dana Mahal atau Reksa Dana Murah. Jadi ketika anda ingin membeli reksa dana, maka yang pertama kali dilihat adalah jumlah minimum investasi (jika modal anda terbatas) baru kemudian kinerjanya. Jangan pernah jadikan harga sebagai salah satu acuan anda dalam membeli reksa dana. Jangan pula percaya dengan omongan yang menyatakan suatu reksa dana “murah” karena baru 1000 karena baru diterbitkan.”

    SETUJU SEKALI!!!

  20. De Zul
    December 6th, 2010 at 05:19 | #21

    saya pernah liat tabel reksa dana, disitu disebutkan %perubahan NAB dari tahun sebelumnya.., sy mau tanya apakah mungkin NAB tersebut bisa mencapai nilai Rp.100 ribu/unit atau Rp. 2.000.000/unit ,,, Mohon pencerahannya

    • December 6th, 2010 at 13:42 | #22

      Kalau 100rb bisa saja pak, tp paling tidak butuh 15 – 20 tahun. Kalau 2.000.000 tetap bisa terjadi tp kemungkinannya sangat kecil.

      Tambahan:
      Jika 20 tahun, maka reksa dana tersebut harus secara konsisten membukukan return paling tidak 26% setiap tahun selama 20 tahun.

      Alternatif lain adalah bentuk reksa dana tersebut adalah reksa dana penyertaan terbatas yang nilainya dimulai dari Rp 5.000.000. Jadi untuk ke 2 juta tinggal turun 60% dari nilainya awalnya.

      Semoga bermanfaat.

  21. December 18th, 2010 at 12:05 | #23

    Met malam pak,
    Mo nanya nich jika kita invest reksadana, apakah kita bisa menarik atau menjual unit penyertaan (UP) kita kapan saja?? misal kita beli 2 bulan yang lalu tiba2 hari ini IHSG lagi mahal, terus kita pengen jual punya kita apakah boleh untuk menarik keuntungan???

  22. December 19th, 2010 at 11:30 | #24

    @riza
    Yth Pak Riza,

    Untuk transaksi reksa dana, mau beli hari ini jual besok juga bisa pak. Sepanjang anda setuju dengan biaya yang dikenakan karena investasi kurang dari 1 tahun dan Manajer Investasi tidak menolak kegiatan penarikan yang anda lakukan.

    Ada beberapa kondisi yang memperbolehkan Manajer Investasi menolak redemption. Jika memungkinkan akan dibahas dalam postingan mendatang.

    Semoga menjawab pertanyaan anda. Terima kasih

  23. January 13th, 2011 at 04:24 | #25

    mau tanya: apakah keuntungan reksadana bisa dicairkan setiap bulannya?
    jika dengan modal 10 juta berapakah hasil yg didapatkan perbulannya?
    terima kasih

    • January 13th, 2011 at 07:37 | #26

      Yth Luki,

      Bisa saja pak. Mau dijual besok pagi juga bisa.
      Kalau besarnya keuntungan sesuai pergerakan harganya. Kalau lebih besar dari harga beli berarti untung kalau lebih kecil berarti rugi.

      Anda bisa coba lihat return 1 bulan di http://www.infovesta.com disitu kira2 ada gambaran return reksa dana selama periode 1 bulan. Anda bisa melihat berapa untung atau rugi reksa dana selama 1 bulan dari tabel tersebut.

  24. Devi Ari
    June 27th, 2011 at 08:41 | #27

    Pak maw tanya
    beberapa waktu lalu sy bertanya pada MI di Panin sekuritas.
    Salah satunya dia menjelasakan bahwa RD Panin Dana Prima itu RD saham, sama seperti RD dana maksima, namun dia lebih agresif
    pertanyaan saya
    untuk jangka panjang, seperti contoh 2 produk RD itu, lebih baik yg mana ya?
    yang agresif, atau yg lempeng aja.
    melihat Panin sekuritas sbg MI dgn bintang 5 saat ini, kinerjanya bagus
    terima kasih

  25. June 28th, 2011 at 23:20 | #28

    @Devi Ari
    Yth Devi Ari,

    Jika anda sudah meyakini suatu reksa dana bagus atau tidak, maka selanjutnya adalah mencocokan karakteristik reksa dana tersebut dengan profil risiko dan tujuan investasi anda. Untuk melakukan hal tersebut anda bisa melakukan sendiri dengan menganalisa reksa dana, berkonsultasi dengan perencana keuangan atau menggunakan fitur yang terdapat dalam Myplan. Informasi berkaitan dengan contoh dan cara kerja Myplan bisa anda lihat disini http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/category/perencanaan-investasi/

    Semoga bisa menjawab pertanyaan anda. Thanks

  1. April 18th, 2011 at 09:56 | #1
  2. June 29th, 2011 at 23:12 | #2

 


%d bloggers like this: