Home > Belajar Reksa Dana, Riset Reksa Dana > Reksa Dana Mahal.. Reksa Dana Murah..? (1)

Reksa Dana Mahal.. Reksa Dana Murah..? (1)

Kenapa ada angka (1) dalam judul di atas ? Apakah anda berpikir kalau tulisan ini terdiri dari beberapa bagian yang bersambung? Sebetulnya tidak juga.

Untuk menjelaskan konsep tentang reksa dana mahal atau murah bisa dilakukan dari beberapa sudut pandang yang berbeda. Jadi nomor angka di atas menjelaskan bahwa saya akan membahas topik di atas dari 1 sudut pandang. Di kemudian hari, saya akan memberi nomor lanjutan jika saya menjelaskan dari sudut pandang yang lain.

Berapa Jumlah Uang Yang Dibutuhkan?

Reksa Dana agak berbeda dengan saham meskipun data yang ditampilkan ke publik untuk kedua jenis instrumen ini sangat mirip. Sebagai contoh berikut ini adalah tampilan yang diambil dari website infovesta dan Yahoo Finance untuk reksa dana dan saham tertentu sebagai berikut:

     

     

Sebelah kiri adalah tabel harga reksa dana yang bisa diperoleh investor dengan mengakses ke homepage Infovesta. Sebelah Kanan adalah harga saham Gudang Garam yang dapat diakses di website yahoo finance dengan mengetikkan kode GGRM.JK pada kolom querry yang tersedia pada tengah atas.

Kedua gambar di samping menunjukkan harga dari reksa dana dan saham. Apa yang membedakan antara (ambil contoh) Panin Dana Maksima yang harganya Rp 45.955 dengan Astra Agro Lestari (AALI) yang harganya 21.100 dari sisi Jumlah Uang yang dibutuhkan untuk membeli kedua instrumen tersebut?

Sepengetahuan penulis, jumlah minimum investasi yang dipersyaratkan untuk Panin Dana Maksima adalah Rp 5.000.000. Pada harga berapapun reksa dana ini, asalkan investor memiliki uang Rp 5.000.000 maka investor bisa membeli reksa dana ini. Jika harga reksa dana adalah seperti yang tertulis di atas Rp 45.955, maka dengan uang Rp 5.000.000 jumlah unit yang diperoleh investor adalah sebagai berikut:
Rp 5.000.000 dibagi Rp 45.955 = 108,8021 Unit Penyertaan (dengan asumsi tidak ada biaya sama sekali)

Bagaimana dengan saham Astra Agro Lestari? logikanya jika dengan uang Rp 5 juta saja kita bisa membeli reksa dana Panin Dana Maksima yang harganya Rp 45rb lebih, tentu uang ini akan cukup pula untuk membeli saham yang harganya bahkan kurang dari setengah harga reksa dana tersebut. Logika ini salah…

Untuk membeli saham, jumlah minimum yang diperbolehkan adalah 1 lot. 1 lot terdiri dari 500 lembar. Jadi jika harganya adalah Rp 21.100 maka jumlah minimum pembelian yang diperlukan adalah
Rp 21.100 x 500 = Rp 10.550.000 (dengan asumsi tidak ada biaya juga). Uang 5 juta tidak cukup untuk membeli saham ini dan investor harus menyetor modal tambahan lagi.

Bagaimana dengan (Ambil contoh lagi) Panin Dana Prima yang harganya “cuma” Rp 2.316 ? Sekali lagi , minimum pembelian untuk Panin Dana Prima adalah Rp 5 juta (kalau yang ini saya lebih pasti). Jadi, meskipun harganya cuman dua ribuan, jumlah uang yang harus dirogoh oleh investor tetap sama yaitu 5 juta.

Dari contoh di atas bisa dilihat bahwa sebetulnya prinsip yang dipakai untuk investasi di saham, sebetulnya kurang tepat jika diterapkan langsung jika ingin berinvestasi pada reksa dana.

Investor yang masih awam dengan reksa dana, namun sudah pernah berinvestasi di saham atau tanpa pernah mengenal dunia pasar modal sama sekali pun akan berpikir investasi reksa dana itu seperti halnya investasi saham. Semakin mahal harga suatu barang, tentu semakin banyak pula jumlah uang yang harus dikeluarkan untuk membeli barang tersebut.

Oleh karena itu, ketika melihat harga reksa dana yang sudah di atas 10ribuan dengan reksa dana yang harganya masih ribuan, secara refleks akan beranggapan yang harganya sudah puluhan ribu itu “mahal” sementara yang ribuan atau ratusan itu akan dianggap murah.

Faktor kedua adalah sedikitnya jumlah Unit Penyertaan reksa dana yang akan diperoleh. Dengan uang Rp 5 juta, investor akan memperoleh 2.158,8946 Unit Penyertaan Panin Dana Prima dan “cuma” 108,8021 unit Penyertaan Panin Dana Maksima. Perolehan jumlah unit yang jauh lebih kecil ini juga memberikan efek psikologis bahwa yang satu lebih mahal dibandingkan yang lain. Padahal yang lebih penting adalah Kinerja bukan harga (topik ini akan saya bahas dalam postingan berikutnya).

Secara akademis, ada cara perhitungan dan konsep untuk mengukur mahal murahnya harga instrumen investasi seperti saham dan obligasi. Namun konsep tersebut masih belum ada untuk reksa dana. Konsep akademis yang berkaitan tentang reksa dana adalah lebih kepada pengukuran kinerja, apakah kinerja suatu reksa dana secara risiko dan return relatif lebih baik dibandingkan yang lain atau tidak.

Investor sekalian, percayalah, saya sudah bertemu dengan ratusan atau mungkin ribuan investor dan berinteraksi dengan beberapa di antaranya. Kebanyakan dari mereka, Baik dari investor kecil-kecilan yang modalnya ratusan ribu hingga High Net Worth Individual dan Korporasi besar yang modalnya ratusan milyar hingga triliunan (dan mungkin juga anda salah satunya) masih memilki logika berpikir yang salah untuk konsep mahal murah suatunya reksa dana.

Kesimpulannya, dari sisi Jumlah Uang yang dibutuhkan, tidak ada yang namanya Reksa Dana Mahal atau Reksa Dana Murah. Jadi ketika anda ingin membeli reksa dana, maka yang pertama kali dilihat adalah jumlah minimum investasi (jika modal anda terbatas) baru kemudian kinerjanya. Jangan pernah jadikan harga sebagai salah satu acuan anda dalam membeli reksa dana. Jangan pula percaya dengan omongan yang menyatakan suatu reksa dana “murah” karena baru 1000 karena baru diterbitkan.

Penyebutan produk investasi di atas tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis.

“Melakukan copy & paste artikel berita ini dan atau mendistribusikan ulang melalui situs atau blog Anda tanpa izin tertulis adalah melanggar Hak Cipta / Copyright ©”

  1. December 18th, 2010 at 12:05 | #1

    Met malam pak,
    Mo nanya nich jika kita invest reksadana, apakah kita bisa menarik atau menjual unit penyertaan (UP) kita kapan saja?? misal kita beli 2 bulan yang lalu tiba2 hari ini IHSG lagi mahal, terus kita pengen jual punya kita apakah boleh untuk menarik keuntungan???

  2. December 19th, 2010 at 11:30 | #2

    @riza
    Yth Pak Riza,

    Untuk transaksi reksa dana, mau beli hari ini jual besok juga bisa pak. Sepanjang anda setuju dengan biaya yang dikenakan karena investasi kurang dari 1 tahun dan Manajer Investasi tidak menolak kegiatan penarikan yang anda lakukan.

    Ada beberapa kondisi yang memperbolehkan Manajer Investasi menolak redemption. Jika memungkinkan akan dibahas dalam postingan mendatang.

    Semoga menjawab pertanyaan anda. Terima kasih

  3. January 13th, 2011 at 04:24 | #3

    mau tanya: apakah keuntungan reksadana bisa dicairkan setiap bulannya?
    jika dengan modal 10 juta berapakah hasil yg didapatkan perbulannya?
    terima kasih

    • January 13th, 2011 at 07:37 | #4

      Yth Luki,

      Bisa saja pak. Mau dijual besok pagi juga bisa.
      Kalau besarnya keuntungan sesuai pergerakan harganya. Kalau lebih besar dari harga beli berarti untung kalau lebih kecil berarti rugi.

      Anda bisa coba lihat return 1 bulan di http://www.infovesta.com disitu kira2 ada gambaran return reksa dana selama periode 1 bulan. Anda bisa melihat berapa untung atau rugi reksa dana selama 1 bulan dari tabel tersebut.

  4. Devi Ari
    June 27th, 2011 at 08:41 | #5

    Pak maw tanya
    beberapa waktu lalu sy bertanya pada MI di Panin sekuritas.
    Salah satunya dia menjelasakan bahwa RD Panin Dana Prima itu RD saham, sama seperti RD dana maksima, namun dia lebih agresif
    pertanyaan saya
    untuk jangka panjang, seperti contoh 2 produk RD itu, lebih baik yg mana ya?
    yang agresif, atau yg lempeng aja.
    melihat Panin sekuritas sbg MI dgn bintang 5 saat ini, kinerjanya bagus
    terima kasih

  5. June 28th, 2011 at 23:20 | #6

    @Devi Ari
    Yth Devi Ari,

    Jika anda sudah meyakini suatu reksa dana bagus atau tidak, maka selanjutnya adalah mencocokan karakteristik reksa dana tersebut dengan profil risiko dan tujuan investasi anda. Untuk melakukan hal tersebut anda bisa melakukan sendiri dengan menganalisa reksa dana, berkonsultasi dengan perencana keuangan atau menggunakan fitur yang terdapat dalam Myplan. Informasi berkaitan dengan contoh dan cara kerja Myplan bisa anda lihat disini http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/category/perencanaan-investasi/

    Semoga bisa menjawab pertanyaan anda. Thanks

Comment pages
1 2 88
  1. April 18th, 2011 at 09:56 | #1
  2. June 29th, 2011 at 23:12 | #2

 


%d bloggers like this: