Home > Belajar Reksa Dana > Apakah NAB = Harga Reksa Dana?

Apakah NAB = Harga Reksa Dana?

Dalam berinvestasi reksa dana, dikenal dengan istilah NAB. Informasi tersebut juga dapat dilihat di koran-koran bisnis seperti Kontan, Bisnis Indonesia, Seputar Indonesia, dan atau website seperti www.infovesta.com. Ketika investor ingin membeli dan menjual reksa dana yang dimilikinya, biasanya mereka juga akan menanyakan berapa NAB suatu reksa dana untuk memperkirakan jumlah unit atau perkiraan keuntungan yang akan mereka peroleh. Apakah NAB = Harga Reksa Dana?

Kenyataannya

NAB merupakan kepanjangan dari Nilai Aktiva Bersih dan BUKAN mencerminkan harga suatu reksa dana. NAB menunjukkan berapa besar nilai aset yang dikelola dalam suatu reksa dana. Istilah yang benar untuk menyatakan harga suatu reksa dana yaitu NAB/UP (Nilai Aktiva Bersih Per Unit Penyertaan). Istilah “NAB” yang dipakai dalam praktek sehari-hari disebabkan karena penyebutannya yang lebih mudah cukup NAB tidak perlu “NAB Per UP”.

Kata NAB mengadaptasi istilah dari Amerika yaitu Net Asset Value (NAV). Istilah ini sering digunakan dalam publikasi, laporan atau riset yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai Bahasa pengantar.

Karena sering digunakan, kata NAB yang sebenarnya menunjukkan besarnya jumlah dana yang dikelola sudah “dianggap” sebagai harga reksa dana meski kurang tepat. Untuk membedakan harga dengan jumlah aset yang dikelola, kami menggunakan istilah AUM (Asset Under Management) atau Jumlah Dana Kelolaan dalam bahasa Indonesia. Jadi ketika kami menyebut suatu reksa dana mengelola dana Rp 2 triliun, kami mengatakan “AUMnya Rp 2 triliun”. Kalau menyebutkan “NABnya Rp 2 Triliun” investor bisa bahagia dan terbang ke langit tujuh karena dikira harganya tumbuh dari Rp 1.000 ke Rp 2 triliun.

Istilah yang berkaitan dengan reksa dana terkait tentang harga, jumlah dana kelolaan dan aktivitas jual beli investor yang tepat adalah sebagai berikut:

NAB = Nilai Aktiva Bersih yang menyatakan berapa jumlah dana yang dikelola oleh suatu reksa dana. Jumlah dana dikelola tersebut sudah mencakup kas, deposito, saham dan obligasi. Dalam penyebutannya, saya menggunakan AUM (Asset Under Management).

Unit Penyertaan = Adalah satuan yang digunakan dalam investasi reksa dana. Ketika investor membeli reksa dana, dikatakan investor membeli Unit Penyertaan dari Manajer Investasi, ketika investor menjual reksa dana, dikatakan investor menjual Unit Penyertaan kepada Manajer Investasi. Semakin besar Jumlah Unit Penyertaan, berarti semakin banyak pula investor yang berinvestasi pada suatu reksa dana.

NAB/UP = Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan menyatakan harga suatu reksa dana. Pada harga ini kegiatan transaksi reksa dana dilakukan. Berbeda dengan saham dan obligasi, dimana investor sudah mengetahui berapa harga pada saat transaksi dilakukan, investor reksa dana baru mengetahui harga reksa dana pada keesokan harinya (transaksi sebelum jam 12 siang per hari ini) atau bisa keesokan harinya lagi apabila transaksi dilakukan setelah jam 12 siang.

Berikut ini adalah cuplikan dari suatu fund fact sheet reksa dana yang mendeskripsikan dengan jelas NAB, Unit Penyertaan dan NAB/Up:

Klik gambar untuk melihat lebih jelas.

Pada bagian Nilai Aktiva Bersih, dapat dilihat bahwa:
NAB dari TRIM Kapital Plus pada Bulan Juni adalah 382,73 Milliar naik menjadi Rp 389,09 Milliar pada Bulan Juli. Artinya total jumlah dana kelolaan yang mencakup kas dan instrumen investasi bertambah pada bulan Juli sebesar 6.36 milliar atau 1.66%.

Nilai Aktiva bersih per Unit (NAB/UP) pada bulan Juni 1.864,66 dan naik menjadi 1.931,44 pada bulan Juli. Artinya investor yang membeli TRIM Kapital Plus pada Bulan Juni dan menjualnya pada bulan Juli sudah mengalami keuntungan sebesar selisih 66,78 atau 3.58%.

Unit Penyertaan pada bulan Juni sebanyak 205.26 juta dan turun menjadi 201.45 juta pada bulan Juli. Unit Penyertaan bertambah karena investor melakukan investasi dan berkurang karena investor menjual investasinya. Dalam kasus di atas, berarti pada bulan Juli, investor yang menjual investasi lebih banyak dibandingkan investor yang membeli investasi reksa dana, akibatnya jumlah unit penyertaan turun.

Kesimpulannya, pada saat anda menanyakan harga, tanyalah NAB/Up reksa dana. Pada saat anda membaca berita di koran NAB reksa dana Naik atau Turun, jangan panik, itu bukan berarti anda untung atau rugi akan tetapi jumlah dana kelolaannya naik atau turun dan itu tidak berkaitan dengan untung atau rugi anda. Pada saat anda ingin melihat suatu reksa dana juga banyak dimiliki oleh investor lain atau tidak, lihatlah Jumlah Unit Penyertaannya.

Penyebutan produk investasi di atas tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis.

“Melakukan copy & paste artikel berita ini dan atau mendistribusikan ulang melalui situs atau blog Anda tanpa izin tertulis adalah melanggar Hak Cipta / Copyright ©”

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:
  1. Tami
    October 6th, 2010 at 12:36 | #1

    Pak Rudi, saya ingin minta ijin untuk repost artikel ini di blog saya, kebetulan saya sedang belajar mengenai reksadana, akan ada keterangan bahwa penulis artikel ini adalah pak rudi dan akan saya buatkan link ke blog ini juga.

    terima kasih

  2. October 9th, 2010 at 02:23 | #2

    @Tami
    Yth Tami, saat ini izin untuk copy paste masih sedang didiskusikan dengan pihak Kontan. Untuk sementara sampai ada keputusan, kami masih belum dapat memberikan izin tersebut. Mohon dimaklumi.

  3. Jemmy Apriandi
    October 11th, 2010 at 05:30 | #3

    saya palejar SMA yang berumur 15 tahun. Saya ingin berinvestasi di Reksadana, nah dokumen apa saja yang harus saya siapkan untuk membeli produk reksadana ?? dan Reksadana apa yang cocok untuk saya beli??? Info tambahan saya belum mempunyai KTP dan NPWP tetapi saya ingin mencoba membuat KTP pada bulan April mendatang…. Mohon jawabannya ya…

  4. October 11th, 2010 at 12:10 | #4

    @Jemmy Apriandi
    Yth Jemmy, sangat senang sekali anda sudah mulai berinvestasi pada usia yang relatif muda. Tapi jika dokumen yang dibutuhkan memang belum lengkap, sebaiknya saya sarankan untuk meminjam nama orang tua anda. Punya KTP saja belum cukup, mesti punya juga NPWP.

    Untuk jenis reksa dana yang cocok, biasanya harus disesuaikan dengan Kondisi Finansial dan Tujuan Keuangan anda. Saya sarankan anda bisa menghubungi financial planner jika ingin mendapatkan gambaran yang lebih lengkap. Mengenai kondisi finansial dan tujuan keuangan yang harus dimiliki oleh investor reksa dana, akan saya usahakan untuk dibahas dalam blog ini.

    Thanks

  5. Bryan
    October 12th, 2010 at 12:03 | #5

    Dear Pak Rudy,

    sedikit pertanyaan yang mengelitik saya, setahu saya NAB yang diterbitkan media bisnis/website berkaiatan NAB adalah NAB/UP karena kisaran nilaiannya biasanya hanya dalam satuan ribuan.

    dari perhitungan diatas menunjukkan bahwa nilai NAB/Up bisa berubah meningkat karena jumlah penyertaan yang menurun, tapi bukan karena nilai Aktiva Bersih yang bertambah,
    pada hal ketika kita membeli Reksadana patokan yang digunakan adalah nilai NAB/Up, jadi bisa saja dengan nilai uang tertentu dengan kenaikan NAB/Up (akibat pengaruh Up yang menurun), maka nilai Up yang kita dapat lebih kecil , yang menjadi pertanyaan saya kapan waktu yang tepat kita masuk ke RD, apakah pada saat NAB/Up-nya lagi posisi rendah, seperti istilah saham ketika terjadi koreksi dan kemungkinan ini kebanyakan terjadi pada RD saham dan tidak pada RD pendapatan tetap??

  6. October 16th, 2010 at 18:01 | #6

    @Bryan
    Yth Pak Bryan,

    Sedikit komentar saya, NAB/Up tidak akan berubah karena naik atau turunnya jumlah unit penyertaan. Asset Under Management (AUM) atau Nilai Aktiva Bersih (NAB) yang bisa berubah karena perubahan jumlah unit penyertaan. Dengan demikian logika anda, soal unit penyertaan dan pembelian itu kurang tepat.

    Soal kapan waktu yang tepat, saya ingin tanya kembali, bagaimana anda mendefinisikan rendah? apa definisi koreksi? turun 10%, 15%, 20% dari kapan turun dilakukan, harga awal tahun, harga akhir tahun, harga tertinggi ?

    Waktu yang tepat untuk membeli reksa dana sangat berbeda bagi investor yang berada dalam tahapan siklus kehidupan yang berbeda. Secara umum, periode siklus kehidupan yang berkaitan dengan investasi saya bagi jadi dua yaitu Tahapan Wealth Accumulation and Growth dimana kapan waktu yang tepat untuk masuk menjadi tidak terlalu penting, dan tahapan Wealth Preservation dimana kapan waktu yang tepat untuk masuk menjadi sangat penting.

    Saya akan menjelaskan lebih lanjut dalam artikel2 mendatang terkait siklus kehidupan dan investasi. Sehubungan dengan urutan artikel yang sudah saya persiapkan, mohon pak bryan bisa sabar menunggu. Terima kasih..

  7. Hani
    December 2nd, 2010 at 02:24 | #7

    Siang Pak Rudi..
    Saya seorang mahasiswa,saya mau tanya, bagaimana mendapatkan data NAB per unit penyertaan tetapi memalui website, saya sudah menemukan diharian binsis indonesia, namun menurut saya pengambilan data lewat itu memerlukan waktu yang lumayan lama,sedangkan saya ingin segera memperoleh data tersebut, sebelumnya terimakasih atas bantuannnya..

    • December 2nd, 2010 at 09:04 | #8

      Selamat Siang Hani,

      Anda bisa melakukannya antara lain dengan meminta langsung ke Manajer Investasi yang bersangkutan baik melalui website resmi ataupun melalui permintaan melalui telepon. Prosesnya memang tidak mudah, tapi bisa menambah pengalaman anda berhubungan dengan orang dan bukan tidak mungkin bisa menjadi referensi anda saat anda mencari kerja nanti.

      Akan tetapi data Reksa Dana Penyertaan Terbatas bukan data yang mudah diperoleh. Selain sifatnya yang tidak mewajibkan publikasi setiap hari, kepemilikannya yang terbatas juga tidak mengharuskan Manajer Investasi memberikan data tersebut kepada orang lain selain investor yang berkepentingan.

      Saran saya, kalau ini topik skripsi, silakan ganti dengan reksa dana selain jenis penyertaan terbatas.

      Semoga bermanfaat.

  8. udi
    May 4th, 2012 at 20:29 | #9

    pak saya seorang investor di slh 1 perusahaan tambang d luar negeri,saya hanya ingin tw kesimpulan dr statement ini apakah perusahaan ini akan berkembang atau tdk?ini pernyataanx
    Yang Terhormat Para Pemegang Saham, Karyawan, dan Partner

    Dewan Direksi telah menyetujui empat (4) keputusan penanda utama untuk perusahaan dalam pertemuan baru-baru ini. Karena ini adalah keputusan besar untuk Virgin Gold ke depannya, saya mendapat keistimewaan untuk berbagi keputusan itu dengan seluruh pemegang saham, partner, dan karyawan.

    Satu (1):
    Harga Virgin Gold Convertible Preferred Share (VGCPS-GOLD) akan naik sebesar USD0,05 setiap bulan dari Juni hingga Desember 2012.

    Juni 2012 – USD1,55
    Juli 2012 – USD1,60
    Agustus 2012 – USD1,65
    September 2012 – USD1,70
    Oktober 2012 – USD1,75
    November 2012 – USD1,80
    Desember 2012 – USD1,85

    Dasar dari suatu korporasi sering dicerminkan oleh harga sahamnya. Beberapa pemegang saham mungkin berpikir bahwa saya atau Dewan memutuskan dan menentukan harga tawaran CPS-GOLD kita. Itu tidak benar. Harga ditentukan oleh Dewan berdasarkan rekomendasi oleh auditor internal dan eksternal kami. Harga CPS-GOLD kita adalah cerminan sebenarnya dari Nilai Aktiva Bersih (NAB) korporasi ini. Kami memperkirakan bahwa harga CPS-GOLD akan terus berada pada kecenderungan meningkat hingga kita masuk bursa dalam beberapa tahun mendatang.

    Dua (2):
    Komite ad-hoc khusus yang diketuai oleh saya sendiri dan dibantu oleh Mr. Elinger akan mempelajari kemungkinan meningkatnya dividen kontraktual dengan para pemegang saham pilihan. Saya dapat meyakinkan bahwa akan ada berita baik pada Juni 2012.

    Tiga (3):
    Komite yang sama juga akan mempelajari insentif rujukan langsung dan bonus kinerja kelompok. Yakinlah bahwa hanya ada satu kemungkinan untuk mengembalikan lebih banyak kepada para pemegang saham dan tidak ada kemungkinan mengurangi pembayaran.

    Empat (4):
    Virgin Gold Mining Corporation akan menjalani pelatihan restrukturisasi korporat selama beberapa bulan ke depan dengan tujuan untuk mendukung ekspansi global kita dan untuk lebih jauh memperkuat struktur perusahaan sebagai bagian dari syarat-syarat public listing. Kami akan mendirikan anak-anak perusahaan di berbagai yurisdiksi di luar negeri. Kami juga sedang mempelajari kelayakan berpindah dari Panama ke yurisdiksi luar negeri lainnya.

    Dewan akan mengambil kesempatan ini untuk berterima kasih kepada Mr. Elinger dan tim eksekutifnya untuk kerja keras dan dedikasi dalam menjalankan korporasi ini. Tanpa dukungan dari semuanya, termasuk para pemegang saham pilihan, korporasi ini tidak akan mencapai kecepatan yang luar biasa seperti ini.

    Ricardo Luigi Oliviera
    Chairman
    Virgin Gold Mining Corporation

  9. Rudiyanto
    May 7th, 2012 at 01:40 | #10

    @udi
    Salam Pak Udi,

    Terkait pertanyaan anda:
    1. Bagaimana mungkin prospek suatu perusahaan bisa diketahui hanya dari statement direksi?
    2. Apakah perusahaan anda berinvestasi sudah terdaftar di regulator? Jika ada dimana? seperti apa model bisnisnya? bagaimana perusahaan tersebut menghasilkan uang?
    3. Anda yakin ini bukan money game?

    Investasilah di tempat yang anda pahami, jika tidak bisa dipahami jangan investasi

  10. Fernandus Habeahan
    June 9th, 2012 at 19:25 | #11

    Pak,, saya mahasiswa semester 4 ,, saya ingin bertanya :

    apa saja yang bisa mempengaruhi nilai wajar ? tolong di jelaskan ?

    satu lagi,,, LOAD FUND dan NO LOAD FUND itu apa ?

  11. Rudiyanto
    June 9th, 2012 at 22:49 | #12

    @Fernandus Habeahan
    Salam Fernandus,

    Untuk mencari nilai pasar wajar untuk portofolio reksa dana bisa dicoba di peraturan BAPEPAM-LK terkait nilai pasar wajar. http://bapepam.go.id/pasar_modal/regulasi_pm/peraturan_pm/index.htm

    Load dan No Load lebih kepada reksa dana yang mengenakan biaya pembelian (Subscription) atau tidak. Terkadang ada juga yang mengkaitkan dengan biaya penjualan (Redemption). Jadi No load, berarti tidak ada biaya.
    Semoga bermanfaat

  12. Fernandus Habeahan
    June 19th, 2012 at 18:08 | #13

    Pak,, saya ingin bertanya sekali lagi,,

    saya menemukan suatu pernyataan bahwa,, kupon obligasi dan pendapatan bunga bank harian mempengaruhi Nilai Wajar dalam reksadana ??

    saya sama sekali belum bisa memahami nya,, mohon bantuan nya, Pak ??

  13. Rudiyanto
    June 19th, 2012 at 20:46 | #14

    @Fernandus Habeahan
    Yth Fernadus,

    Boleh tahu darimana kamu mendapat pernyataan itu?

  14. Fernandus Habeahan
    June 21st, 2012 at 20:03 | #15

    saya tau dari PPt dosen saya, tetapi di tidah menjelaskannya. PPt nya seperti ini :
    Faktor yang mempengaruhi nilai wajar :
    1. Nilai pasar setiap aset investasi berubah
    2. Pendapatan bunga bank harian
    3. Perhitungan pendapatan kupon obligasi harian
    4. Perubahan jumlah UP yang beredar setiap hari

    mohon bantuannya, Pak ?

  15. Rudiyanto
    June 22nd, 2012 at 15:57 | #16

    @Fernandus Habeahan
    Yth Fernandus,

    Jika kamu membaca artikel di atas terdapat 3 komponen.
    NAB (Nilai Aktiva Bersih)
    Perubahannya dipengaruhi oleh no 1-3. Sebetulnya masih ada faktor lain seperti biaya, pajak, dll.
    UP (Unit Penyertaan)
    No 4. Berubah karena investor melakukan subscription dan redemption
    NAB/UP (Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan)
    Merupakan pembagian dari NAB dengan UP. Sering juga disebut harga reksa dana.

    Pertanyaan kamu itu mempengaruhi nilai wajar dari NAB, UP atau NAB/UP?

  16. andi
    November 16th, 2012 at 03:05 | #17

    Yth bapak Rudiyanto

    sy,mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi tentang reksa dana,mohon infonya pak
    dimana sy bs menemukan data NAB harian per unit untuk reksa dana jenis saham pada periode januari 2009 – desember 2010, sy sudah mencari di kontan tp hanya dapat periode 2011 dan 2012. kalaupun harus membeli data tersebut tidak masalah, asalkan sy bs mendapatkan data yang sy cari.. :)

    mohon bantuannya pak

    terima kasih..

  17. Rudiyanto
    November 16th, 2012 at 08:41 | #18

    @andi
    Salam Andi,

    Untuk yang datanya bisa dipercaya, anda bisa mencoba website infovesta dan website masing-masing Manajer Investasi. Kalau bulanan mungkin di BAPEPAM-LK juga ada, namun harus diambil satu per satu. Terima kasih.

  18. Ermal
    December 19th, 2012 at 11:49 | #19

    Saya ingin bertanya pa Rudiyanto. saya masih awam dalam pasar modal, saya ingin bertanya tentang pos NAB (Nilai Aktiva Bersih) di laporan keuangan. apakah pencatatannya diakui sebagai aset atau bagian dari pemilik saham.

    Mohon penjelasannya pak Rudiyanto,

    Terima kasih….

  19. Rudiyanto
    December 19th, 2012 at 11:56 | #20

    @Ermal
    Salam Ermal,

    Boleh tahu ini laporan keuangan siapa? Investor, Manajer Investasi atau Bank Kustodian?

  20. Ermal
    December 19th, 2012 at 15:36 | #21

    @Rudiyanto
    kalau dari sudut pandang investor apakah menjadi penambahan akun mereka di laporan keuangan pak? dan apabila terjadi kenaikan atas nilai dari NAB apakah dikenakan pajak… serta adakah hubungan kenaikan NAB atas kinerja, dan kenaikan NAB disebabkan oleh apa ya Pak… saya sangat berterima kasih dan mohon penjelasannya

    Sekali lagi terima kasih jawabannya…

    bolehkah saya bertanya lagi kepada bapak Rudiyanto namun pertanyaannya lari dari topik namun masih berhubungan kepada konteks pasar modal. saat ini saya masih sangat bingung dalam menginterpretasikan nominal nilai dalam sebuah indeks… (mis tgl 6 Januari stock prices indices 513 208 ) dari manakah perhitungan angka nilai harian dari indeks LQ 45 tersebut

    dan apakah hubungan indeks dengan reksa dana… terima kasih

  21. Rudiyanto
    December 19th, 2012 at 16:26 | #22

    @Ermal
    Salam Ermal,

    Reksa dana dicatat sebagai aset dalam pembukuan laporan keuangan. Nilai aset naik turun mengikuti perkalian jumlah unit dimiliki dengan harga reksa dananya. Keuntungan dari reksa dana sesuai perpajakan indonesia sudah bukan objek pajak. Saya tidak begitu mengerti detail perhitungannya, namun harusnya dalam perhitungan laba rugi, keuntungan dari reksa dana sudah bukan merupakan keuntungan / pendapatan kena pajak.

    Tentang mekanisme cara kerja reksa dana bisa anda baca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/11/09/back-to-basic-memahami-mekanisme-naik-turunnya-harga-reksa-dana/

    Tentang indeks, itu sebetulnya ada teori tersendiri karena indeks bisa dihitung dengan berbagai cara. Ada yang mempertimbangkan besaran kapitalisasi dari masing-masing saham pendukung, ada pula yang hanya merata-ratakan saja. Masing2 cara memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri. Indeks LQ-45 yang kamu lihat merupakan indeks yang merepresentasikan kinerja 45 sahamnya secara keseluruhan. Dan indeks tersebut sepengatahuan saya menggunakan weighting, artinya bobot saham satu sama lain berbeda beda tergantung kapitalisasinya masing-masing.

    Kegunaan indeks itu, misalnya ada LQ-45. Misalnya Januari 500, kemudian februari 550. Artinya dari Januari ke Februari ada kenaikan rata-rata sebesar 10% dari seluruh saham yang tergabung dalam LQ-45.

    Demikian saya jelaskan. Semoga bermanfaat.

  22. January 22nd, 2013 at 22:54 | #23

    semangat pagi Pak Rudiyanto, sy mahasiswi yang sedang mencari data2 tentang reksa dana saham. Pak saya mau menanyakan : dimana saya bisa mencari data atau info tentang AUM (Asset Under Management) dr manajer investasi? saya sudah mencari di web bapepam tapi belum menemukannya.. mohon pencerahannya ya Pak.. terimakasih :)

  23. Rudiyanto
    January 23rd, 2013 at 08:51 | #24

    @mayanast
    Kalau itu, berarti cara carinya kurang teliti. Coba setiap tombol kamu coba klik satu per satu, terutama di bagian ARIAnya. Semoga berhasil.

  24. ari
    January 30th, 2013 at 09:46 | #25

    menarik sekali pak, izin untuk saya duplikasi beberapa artikel bapak untuk menambah pengetahuan saya… trims

  25. azim wahbi
    July 19th, 2013 at 13:45 | #26

    pak saya mau tanya untuk menentukan besanya unit penyertaan darimana ya perhitunganya. sebab saya lihat disini unit penyertaan bisa bertambah ataupun berkurang walaupun nilai NAB/UP Bukan tergantung dari turun naik nya unit penyertaan awalan besarnya jmlah unit penyertaan yg baru keluar darimana ya?txs

  26. Rudiyanto
    July 19th, 2013 at 15:35 | #27
  27. Shandy
    October 10th, 2013 at 22:37 | #28

    Saya mau bertanya tentang objectives reksa dana saham yang ada di website bloomberg, di sana terdapat beberapa jenis yang agak bias yaitu growth broad market dan blend broad market. saya tidak dapat menemukan definisi pasti tentang 2 jenis reksa dana saham tersebut. apakah bapak dapat menjelaskannya? mohon pencerahannya, terima kasih banyak Pak.

  28. Rudiyanto
    October 11th, 2013 at 08:35 | #29

    @Shandy
    Pagi Shandy,

    Kemungkinan itu adalah portofolio yang menjadi investasi reksa dana tersebut. Di luar negeri, saham dibagi menjadi saham value, saham growth dan campuran (blend), meski demikian tidak pernah jelas garis batas antara saham value dan growth.

    Kemudian tentang broad market itu kemungkinan pasar yang menjadi investasinya. Berbeda dengan reksa dana Indonesia yang hanya fokus pada investasi saham / obligasi dalam negeri, investasi reksa dana di luar sudah bisa berinvestasi ke saham dan obligasi di seluruh dunia. Kemungkinan artinya berkaitan dengan hal tersebut.

    Semoga bermanfaat.

  29. Shandy
    January 26th, 2014 at 23:33 | #30

    Selamat malam Pak, thank you very much for the previous explanation about both reksa dana saham growth broad market dan blend broad market. itu saya pakai untuk judul skripsi saya,Pak. Saya menganalisis perbandingan karakteristik volatilitas kedua jenis objektivitas reksa dana saham tersebut. Hasilnya adalah jika dilihat dari kedua NAV movement saja sudah menunjukkan kemiripan sih, Pak. Hanya saja dengan menggunakan ARCH/GARCH saya mengharapkan ada hal yang bisa dijelaskan lebih spesifik. And yes, ada hasil yang lebih spesifik yang saya dapatkan dari hasil estimasi GARCH, yaitu dari alpha dan beta: produk mana yang lebih responsif, lebih cepat pulih (die out) dari shocks, dan mana yang lebih defensif. Tetapi saya belum puas Pak, apakah sekiranya ada hal lain yang bisa dilihat dari estimasi GARCH (khususnya indikator alpha dan beta) tentang karakteristik sebuah produk reksa dana saham? mohon bantuannya Pak, terima kasih banyak

  30. Rudiyanto
    January 27th, 2014 at 01:08 | #31

    @Shandy
    Malam Shandy,

    Boleh tahu bagaimana kamu mendefinisikan reksa dana yang cepat pulih dan defensif berdasarkan alpha dan beta tersebut?

  31. Shandy
    January 27th, 2014 at 17:42 | #32

    berdasarkan judul skripsi terdahulu yang saya replikasi: jika alpha lebih kecil berarti lebih berekasi thd pasar, jika beta lebih besar berarti membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih kembali(die out), lalu yang beta nya lebih rendah dari 1, berarti lebih defensif (?) correct me if i’m wrong Sir, thank you

  32. Rudiyanto
    January 28th, 2014 at 00:50 | #33

    @Shandy
    Terus terang saya baru kali ini mendengar bahwa kalau Alpha Kecil lebih bereaksi terhadap pasar dan jika Beta besar butuh waktu lebih lama untuk pulih. Saya sulit memahami hal dan menarik logika daripadanya kecuali memang didukung dengan data historis yang valid.

    Kemudian untuk beta lebih kecil dari 1 dan kemudian disebut defensif memang merupakan pengetahuan umum. Namun menurut saya ada beberapa kelemahan daripada metode beta. Untuk lebih lengkapnya bisa anda baca http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2013/04/17/mengenal-kelemahan-konsep-beta-dalam-investasi/

    Mengenai penelitian yang berkaitan dengan alpha bisa dibaca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/05/16/mengenal-metode-evaluasi-kinerja-reksa-dana/

    Semoga bermanfaat.

  33. Andri
    February 4th, 2014 at 22:02 | #34

    Selamat malam pa saya ingin bertanya.
    Kapan kita harus membeli,menjual dan menahan dalam suatu reksadana?
    karena saya masih awam mohon di maklumi

  34. Rudiyanto
  35. Nasir
    February 6th, 2014 at 23:46 | #36

    Hallo pak yanto.
    Mohon penjelasan Bpk dari 2 statement produk asuransi link dibawah ini, Mana yang benar ?
    NAB per 07/02/2014 Rp. 1.500,05 atau
    NAB per 07/02/2014 Rp. 2.200.320,00

    Saya ingin tahu cara menghitung NAB dalam asuransi link (Untuk ‘pengertian’ NAB yang kedua Rp. 2.200.320,00)

    Saya seorang pebisnis pemula properti, mana produk asuransi yang cocok untuk saya ?
    Equity fund atau Balance fund atau Fixed income fund ?

    Terima kasih ya pak ?

  36. Rudiyanto
    February 8th, 2014 at 01:01 | #37

    @Nasir
    Salam Juga Nasir,

    Perihal unit link tersebut sebaiknya ditanyakan langsung dengan perusahaan asuransi tempat anda membelinya. Meski tidak ada aturan yang pasti, unit link juga sama seperti reksa dana yaitu dimulai dari Rp 1000. Jadi kalau ada yang nilainya sudah 2 juta, rasa-rasanya tidak mungkin. Tapi bisa juga karena ini
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/08/20/reksa-dana-dengan-kinerja-ekstrem/

    Mengenai pilihan reksa dana, sebaiknya anda bisa baca tentang
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2010/11/04/sehat-dulu-investasi-kemudian/
    dan
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/05/07/seni-menyusun-tujuan-investasi-dengan-prinsip-smart/

    Semoga bermanfaat.

  37. gardhik
    May 4th, 2014 at 10:04 | #38

    Sir Cara bedain nab/up Karena kenaikan ihsg atau karena kinerja perusahaan gimana ya?
    Terima kasih sebelumnya

  38. Rudiyanto
    May 5th, 2014 at 11:25 | #39
  39. rahdwi
    September 6th, 2014 at 22:23 | #40

    pa, saya mw tanya,,saya ikut asuransi jiwa aia provisa syariah yang equity syariah fund, apa ini termasuk investasi saham, maaf saya kurang paham baca laporan bulanan yg dikirim,,dulu waktu ikut saya cuma coba2,, nah saya ingin tanya nilai unit perbulan itu sama dengan NAB tidak?
    trus kalau total nilai akun itu akumulasi slama kita membayar asuransi, nantinya dikali nilai unit perbulan atau dikali NAB?
    satu lagi pa, cara kta tahu asuransi kita naik atau turun, bisa dilihat dmna?
    trimakasih

  40. Rudiyanto
    September 8th, 2014 at 14:24 | #41

    @rahdwi
    Salam Rahdwi,

    Kemungkinan besar yang kamu ikut adalah Unit Link. Dimana kamu membeli asuransi dan investasi sekaligus. Porsi uang yang diinvestasikan dimasukkan dalam Equity Syariah Fund, yang berarti produk saham berbasis syariah.

    Untuk unit per bulan dan lain-lain itu harusnya ada dan bisa ditanyakan dengan agen penjual yang bersangkutan. Termasuk total nilai akun akumulasi anda.

    Untuk informasi lebih lengkap tentang asuransi, bisa anda tanyakan ke perusahaan asuransinya langsung. Setahu saya, harga unit linknya juga dipublikasikan di koran.

    Semoga bermanfaat.

  41. ahmad
    October 20th, 2014 at 23:47 | #42

    Pak rudi?? Apakah ada teori tentang NAB…. terus ada tidak teori yang mengatakan tentang faktor2 yg berpengaruh pada NAB… trimakasih…

  42. Rudiyanto
    October 24th, 2014 at 12:54 | #43

    @ahmad
    Salam Ahmad.

    Teori NAB tentang apa?
    Faktor yang berpengaruh pada reksa dana adalah saham dan obligasi yang menjadi pilihan portofolio investasinya.

    Terima kasih

  43. yusi
    October 24th, 2014 at 22:49 | #44

    pak rudy, maaf bagaimana cara kita mengeyahui NAB suatu perusahaan? mungkinkah ada web yang menyediakan mengenai NAB masing-masing perusahaan?
    terima kasih

  44. Rudiyanto
    October 27th, 2014 at 23:57 | #45

    @yusi
    Malam Ibu Yusi,

    Jika yang kamu maksud dengan NAB adalah Jumlah Dana Kelolaan, anda bisa mengecek ke website masing-masing perusahaan. Anda juga bisa datang ke website OJK, bagian data industri reksa dana untuk mendapatkan informasi tersebut.

    Bisa dilihat pada link ini
    http://aria.bapepam.go.id/reksadana/statistik.asp?page=statistik-nab-mi

    Semoga bermanfaat

  45. December 5th, 2014 at 19:50 | #46

    Yth Pak Rudi
    Pa, says ingin bertanya
    1. Dalam NAB, nilai penyataan dgn nilai investasi itu bedanya apa?
    2. Ketika saya baca disalah satu blog knp reksadana itu bebas papal.
    Terimakasih.

    Salam.
    fajri (089693863127)

  46. Rudiyanto
    December 6th, 2014 at 01:17 | #47

    @Fajri
    Pagi Pak Fajri,

    Sehubungan dengan pertanyaan anda
    1. Nilai penyataan itu apa ya? Apakah ada contohnya?
    2. Silakan ditanyakan langsung dengan yang menulis reksa dana bebas papal tersebut

    Terima kasih

  47. Jimmy Andrian
    January 2nd, 2015 at 16:52 | #48

    Dear pak Rudi.

    Sekarang sudah ada agen penjual reksadana via online dan juga membeli datang langsung ke manager investasi yang menjual unitnya sendiri.

    Menurut bapak, baiknya membeli dengan datang langsung ke manajer investasi atau membeli via online? karena saya sedikit tidak memiliki banyak waktu untuk pergi ke tempat manager investasi untuk mendapatkan laporan bulanan dan apakah bila membeli via online saya akan mendapatkan laporan keuangan bulanan?
    saya baru akan memulai investasi reksadana dan masih belum banyak pengetahuan namun ingin sesegera mungkin memiliki reksadana.

    terimakasih

  48. Tamsil
    January 4th, 2015 at 00:58 | #49

    Salam Pak Rudi
    Saya blum lama punya reksadana, ..
    Masih bingung bgt pak istilah2 nya
    Mau nanya nih istilah2 yg biasa d gunakan d laporan reksadana apa untuk hal berikut:
    -nominal yg sudah saya investasikan
    -jumlah unit yg saya miliki
    -harga per unit
    -jumlah investasi saya
    -harga jual
    -harga beli
    Makasi pak sebelumnya
    Maaf kalo pertanyaannya terlalu bodoh

  49. Rudiyanto
    January 6th, 2015 at 13:31 | #50

    @Tamsil
    Salam Tamsil,

    Boleh disertakan contoh angkanya supaya penjelasannya lebih lengkap? Atau kalau tidak anda bisa menanyakan ke marketing atau customer servicenya.

    Terima kasih

  50. Pipit
    January 15th, 2015 at 20:35 | #51

    Selamat malam Pak Rudy,apakah di reksadana ada volume perdagangan juga seperti di saham pak?Jika ada, dimanakah saya bisa mencari data volume perdagangan?Terima kasih Pak sebelumnya

  51. Rudiyanto
    January 16th, 2015 at 10:38 | #52

    @Pipit
    Pagi Ibu Pipit,

    Boleh tahu ini untuk keperluan apa?

  52. Chandra
    January 16th, 2015 at 22:46 | #53

    Dear Pak Rudi,

    Harga RD kan menghitungnya NAB/UP. Tetapi kok NAB tidak sesuai kalo memakai rumus Harga x Unit Penyertaan.
    Brarti NAB(dana kelolaan) itu bukan hanya berisi UP dari nasabah?

  53. Rudiyanto
    January 19th, 2015 at 18:51 | #54

    @Chandra
    Salam Chandra,

    Ada contohnya secara spesifik?

  54. Chandra
    January 19th, 2015 at 19:10 | #55

    @Rudiyanto
    Ternyata saya kalikan manual tidak beda jauh sih hasilnya Pak meski tidak sama persis semua digit. Misal yang ada info sampai semua digit nya ada di FFS Ashmore Dana Progresif Nusantara.

  55. Rudiyanto
    January 19th, 2015 at 21:24 | #56

    @Chandra
    Ok, berarti case closed.. Kadang2, yang dibutuhkan adalah menghitung dan mencoba sendiri sebelum berasumsi.

    Semoga bermanfaat.

  56. Rudiyanto
    January 19th, 2015 at 21:36 | #57

    @Jimmy Andrian
    Salam Jimmy,

    Mohon maaf, sepertinya pertanyaan anda terlewatkan sehingga belum sempat saya balas.

    Mengenai mana yang lebih baik, menurut saya itu adalah persoalan experience. Bisa baik menurut si A, tapi jelek menurut si B. Selain itu, karakter orang juga beda-beda, ada yang bisa self service, ada juga yang harus dilayani.

    Saran saya kamu coba saja dua-duanya. Kalau cuma persoalan mesti bertemu, anda bisa meminta manajer investasi yang menjual langsung untuk bertemu dengan anda di kantor atau rumah. Sebab anda kan menyisihkan sebagian uang yang anda kumpulkan dengan susah payah untuk tujuan yang mulia seperti memiliki rumah bersama keluarga, pendidikan anak atau pensiun anda. Masa untuk bertemu sekali dan membahasnya bersama agen penjual saja tidak bisa disisihkan waktunya?

    Semoga bermanfaat

  57. mesi
    February 3rd, 2015 at 19:50 | #58

    saya ingin sekali segera berinvestasi di reksadana tp saya masih binggung..menurut bapak berapa yg harus say investasikan setiap bulanya ..karena saya meninginkan uang saya terkumpul sekitar 2oo jt tuk 7 thn yg
    akan datang ..mohon bantu rencana investasinya.. serta di reksadana mana yg sesuai.. saya ingin reksadana syariah

    trim

  58. Rudiyanto
    February 5th, 2015 at 10:04 | #59

    @mesi
    Salam Mesi,

    Untuk hal tersebut anda bisa menggunakan kalkulator finansial yang ada di website Panin AM, http://www.panin-am.co.id/InvestmentCalculator.aspx

    Mengenai cara memakainya bisa anda baca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/08/10/3-langkah-menjadi-investor-reksa-dana-bagi-pemula/

    Terima kasih

  59. enny luciana
    May 16th, 2015 at 21:13 | #60

    met malam bapak saya mohon bantuan untuk mencari data NAB perusahaan sub sektor makanan dan minuman di reksadana saham periode 2009-2014 untuk penelitian dimana say memperoleh data tersebut pak terima kasih

  60. enny luciana
    May 16th, 2015 at 22:05 | #61

    pak saya mencari NAB reksadana saham dan reksadana campuran periode 20009-2014

  61. enny luciana
    May 16th, 2015 at 22:09 | #62

    cara mencara NAB reksadana sqhan dan reksadana campuran periode 2009-2014

  62. Rudiyanto
    May 17th, 2015 at 01:32 | #63
  63. Setya
    May 27th, 2015 at 16:10 | #64

    Selamat sore pak ,

    apakah perbedaannya antara NAB Manajer investasi dengan perhitungan Riil ?
    Terima kasih

  64. Rudiyanto
    May 27th, 2015 at 16:29 | #65

    @Setya
    Selamat Sore Juga,

    Ada contohnya?

  65. September 21st, 2015 at 09:59 | #66

    pak rudi, saya seorang mahasiswa dengan gaji 1 juta perbulan, dan saya belum punya NPWP.
    Apakah saya bisa ada kemungkinan bisa investasi reksadana dengan gaji sekian?

  66. Rudiyanto
    September 21st, 2015 at 17:27 | #67

    @taufiq
    Salam Pak Taufiq,

    Untuk bisa berinvestasi di reksa dana, yang dibutuhkan adalah memiliki KTP, NPWP dan Rekening Tabungan atas nama sendiri. Untuk NPWP jika masih belum punya, bisa disusulkan nanti setelah bekerja dan memperoleh NPWP.

    Untuk minimum investasi adalah dimulai dari Rp 100.000. Jadi saya yakin penghasilan anda sekarang sudah cukup. Sebenarnya bukan soal berapa besaran gaji. Saya yakin nilai gaji anda baru Rp 1 juta bisa jadi karena anda baru bekerja parttime atau magang. Sudah bagus mahasiswa bisa punya penghasilan.

    Nanti ketika sudah bekerja / buka usaha dan pendapatannya lebih baik anda bisa kembali menambah nilai investasinya.

    Semoga bermanfaat.

  67. December 29th, 2015 at 11:55 | #68

    Dear pak rudi,

    Saya adalah seorang karyawan dengan gaji 3 jutaan, saya tertarik untuk berinvestasi di reksadana. Lalu apakah besarnya NAB bergantung pada jumlah aset dari bank/tempat saya berinvestasi reksa dana? sistem untungnya sendiri seperti apa pak? Mohon Pencerahannya.
    Terima Kasih.

  68. Rudiyanto
    December 29th, 2015 at 12:01 | #69

    @Irma
    Salam Ibu Irma,

    Terima kasih karena sudah berniat untuk melakukan investasi di reksa dana.
    Semoga tujuan keuangan anda bisa tercapai dengan investasi di reksa dana.

    Beberapa langkah yang bisa anda lakukan adalah membuat perencanaan keuangan secara sederhana dan kemudian disiplin melaksanakannya. Cara untuk membuat perencanaan keuangan bisa dengan membaca link http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/08/10/3-langkah-menjadi-investor-reksa-dana-bagi-pemula/

    Apabila anda ingin mempelajari cara kerja reksa dana dari dasar selain artikel di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/arsip-artikel/ anda juga bisa membaca artikel di
    http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/3469/3/Sukses.Finansial.dengan.Reksa.Dana

    Semoga bermanfaat

  69. agung
    January 8th, 2016 at 11:12 | #70

    Dear pak rudi, saya baru belajar dan searching2 mengenai reksadana. Saya ingin menanyakan proses return yg dimaksud itu bagaimana mekanismenya. Semisal saya invest 1jt, harga NAB saat invest 1.000 jadi kan 1.ooo.ooo : 1.000 = 1.000 unit, nah klo dari saya baca2 return dari RDS misal 20%/thn, saya invest selama 5 tahun, nah nanti stlh 5 thn returnnya bakal jadi 100%, padahal saya cek d blomberg kan nilai NAB nya fluktuatif selama 5 tahun, dr saya lihat kenaikan NAB paling tinggi mungkin cuma 60% dlm jangka 5 thn, jd kan klo d thn ke 5 harga NAB “cuma” 1.600 berarti kan cuma 60% saja, ga seperti yg di bicarakan banyak org yg klo kita invest lebih dr 5 thn bisa ampe bahkan 200% lebih, atau nekanismenya return dibagikan tiap tahun?? Ato gmn saya masih belum paham soal ini…mohon maaf sebelumnya dan terima kasih

  70. Ferdy
    January 8th, 2016 at 11:43 | #71

    Yth Pak rudy,

    dengan penjelasan bapak, artinya Nilai Aktiva Bersih belum memperhitungkan subscribe & redemption fee serta management fee kan pak?

    contohnya :
    menggunakan contoh bapak untuk Juli 2014; dengan asumsi sbb:
    - saya subscribe 3 hari sebelum tanggal redeem
    - harga nab dari saat saya subscribe dan redeem tetap di 1931,44
    - saya subscribe 1000 unit
    - saya tidak dikenai fee subscribe dan fee redemption

    maka, ketika redemption secara teori saya mendapatkan 1.931.440.
    namun sebenarnya dana saya harus dikurangi dengan management fee sehingga saya mendapatkan dana senilai kurang dari 1931440. bukan begitu pak?

  71. Rudiyanto
    January 8th, 2016 at 12:26 | #72

    @Ferdy
    Selamat Siang Pak Ferdi,

    NAB sudah memperhitungkan Management Fee. Yang tidak diperhitungkan adalah Subscribe dan Redemption Fee. Jadi lebih tepatnya adalah pada harga anda redeem, kinerja tersebut sudah dikurangi dengan management fee yang dibayarkan ke Manajer Investasi.

    Jadi yang benar adalah kalau tidak ada management fee, maka dana redemption yang anda terima bisa lebih besar.

    Semoga bermanfaat

  72. Rudiyanto
    January 8th, 2016 at 12:42 | #73

    @agung
    Salam Pak Agung,

    Untuk return 20% per tahun selama 5 tahun caranya bukan dikali 5. Untuk kalkulatornya anda bisa lihat di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/08/10/3-langkah-menjadi-investor-reksa-dana-bagi-pemula/

    Kalau ada yang menyampaikan ke anda dalam 5 tahun bisa untung sampai dengan 200%, bisa ditanyakan apa nama reksa dananya dan pada periode apa return tersebut terjadi. Hal ini bukan tidak mungkin, tapi namanya investasi tidak ada jaminan keuntungan. Dengan demikian, bisa untung, bisa juga rugi.

    Untuk mengetahui statistik investasi 5 tahun bisa untung berapa di saham atau kalau rugi bisa sampai berapa bisa cek di
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/02/20/berapa-asumsi-return-investasi-saham-yang-wajar/

    Hampir semua reksa dana kecuali terproteksi, tidak membagikan keuntungan. Jadi biasanya jika untung selalu dari kenaikan harga saja,

    Semoga bermanfaat

  73. agung
    January 8th, 2016 at 13:52 | #74

    Dear pak rudi, saya sudah ke link yg pak rudi berikan, nah d situ ada hitungan inves 120jt, imbal (singkatan dari apa ya) 20%/thn selama 10th, hasilnya wow 734jtan…perhitungannya gmn itu pak? Saya cek d bloomber kenaikan nilai nab 5 thn terakhir aja gda yg mencapai 100%, nah 700jt itu hasil dari mana? Apa imbal tiap tahun yg katanya 20%/thn itu langsung ditambahkan ke inves yg 120jt itu terus2 berakumulasi sampai 10th atau gmn saya masih blm paham..sblmnya terima kasih pak

  74. Rudiyanto
    January 8th, 2016 at 13:56 | #75
  75. agung
    January 8th, 2016 at 15:06 | #76

    @Rudiyanto RDS itu menerapkan dividen tiap tahun ato murni diperoleh dari kenaikan harga NAB ya pak? klo cuma dari kenaikan harga NAB kan berarti untuk mencapai angka 700jt dengan investasi 120jt selama 10th, semisal NAB saat mulain invest 1.000/unit; 120.000.000 : 1.000 = 120.000 unit, untuk dapat angka 700jt; 700.000.000 : 120.000 unit = 5.833,3/unit, nah dari harga 1.000/unit ke 5.833,3/unit kenaikan harga NAB sebesar 583,3%. mohon maaf jika terlalu banyak pertanyaan.

  76. Rudiyanto
    January 8th, 2016 at 21:02 | #77

    @agung
    Selamat Malam,

    Mengenai dividen bukankah sudah saya jawab dalam komentar sebelumnya, bisa dibaca lagi.

    Kemudian apa masalahnya jika harga 5833 atau naik 583%?

    Jika anda cek di http://www.infovesta.com harga reksa dana ada yang sampai Rp 60ribuan. Tinggal berapa tahun yang dibutuhkan untuk mencapai angka tersebut.

  77. rani
    January 9th, 2016 at 11:55 | #78

    Pak rudiyanto, maaf saya ingin bertanya, banyak penelitian tentang pengaruh variabel makro ekonomi terhadap NAB reksadana, apakah ad teorinya ? Apakah benar bahwa NAB reksdana bisa d.pengaruhi oleh makro ekonomi ? Seperti nilai tukar dan inflasi. Trima kasih

  78. sulfah
    January 9th, 2016 at 12:04 | #79

    siang pak rudiyanto, saya ingin minta saran, bagaimana menurut bapak jika saya ingin meneliti pengaruh variabel makro ekonomi terhadap NAB reksadana syariah untuk judul skripsi saya, tetapi saya belum menemukan teori secara langsung. trima kasih

  79. Rudiyanto
    January 11th, 2016 at 00:06 | #80

    @rani
    Salam Ibu Rani,

    Untuk teori, seharusnya dicari pada perpustakaan atau daftar jurnal ilmiah di kampus.

    Reksa dana memang bisa dipengaruhi oleh makro ekonomi, tapi menurut saya variabelnya sangat dinamis dan bisa berubah dari waktu ke waktu. Bisa saja pada periode A sangat berpengaruh, tapi kemudian tidak ada pengaruh sama sekali di periode berikutnya. Seharusnya adalah tugas akademisi seperti anda yang membuktikan / mencari pengaruh tersebut.

    Semoga berhasil

  80. Rudiyanto
    January 11th, 2016 at 00:09 | #81

    @sulfah
    Malam Ibu Sulfah,

    Saran saya kerjakan dengan sepenuh hati yang dimulai dengan membaca buku-buku teori yang ada di perpustakaan dan jurnal ilmiah yang bisa dilihat dicari via google.

    Semoga berhasil.

  81. rani
    January 11th, 2016 at 15:36 | #82

    @Rudiyanto
    siap pak terima kasih

  82. Abdul halim
    January 14th, 2016 at 22:38 | #83

    Salam hormat pak..
    Mohon bantuan.
    Untuk melihat harga per-unit reksadana pada saat kita membeli bagaimana pak.?
    Misalnya hari ini saya membeli reksadana bahana dana likud sebesar 100.000, berapa unit portofolio yg saya dapatkan.?
    Terimakasih, mohon di balas email saya.

  83. Rudiyanto
    January 15th, 2016 at 13:28 | #84

    @Abdul halim
    Selamat Siang Pak Abdul Halim,

    Kalau harga per unit reksa dana, biasanya bisa dicek pada agen penjual atau website manajer investasi yang bersangkutan. Anda juga bisa melihat di website http://www.infovesta.com

    Kalau untuk transaksi pembelian bisa baca http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/11/17/071219326/Ini.Cara.Menghitung.Transaksi.Reksa.Dana

    Semoga bermanfaat

  84. diego
    March 1st, 2016 at 20:14 | #85

    faktor apa saja pa yang mempengaruhi NAB? tks

  85. Rudiyanto
  86. hidayah
    March 21st, 2016 at 05:36 | #87

    Dear Pak Rudi, saya baru belajar mengenai reksadana. setelah saya searching ada ungkapan bahwa semakin besar pertumbuhan AUM maka petumbuhan return berpotensi melambat. mengapa bisa seperti itu pak? mohon bantuannya pak.Terima kasih.

  87. Rudiyanto
    March 21st, 2016 at 13:25 | #88

    @hidayah
    Selamat Siang Pak Hidayah,

    Untuk pertanyaan tersebut, berikut referensi artikel yang bisa anda baca http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/05/09/apakah-besarnya-jumlah-dana-kelolaan-berpengaruh-terhadap-kinerja-reksa-dana-saham/

    Semoga bermanfaat

  88. Chory
    May 9th, 2016 at 06:52 | #89

    Salam pak Rudi, saya mahasiswi yang sedang mengambil skripsi tentang RDS. saya ingin bertanya apakah ada teori dalam buku yang menjelaskan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi Reksa Dana? Terimakasih pak.

  89. Chory
    May 9th, 2016 at 06:55 | #90

    @Chory
    karena dalam buku bapak tidak saya temukan, faktor tersebut di pertanyakan penguji dan harus menurut teori dalam buku yang ada. terimakasih pak sekali lagi

  90. Rudiyanto
    May 9th, 2016 at 23:42 | #91

    @Chory
    Selamat malam Ibu Chory,

    Kalau teori saya tidak tahu, tapi yang membuat harga reksa dana naik atau turun bisa dibaca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/11/09/back-to-basic-memahami-mekanisme-naik-turunnya-harga-reksa-dana/

    Semoga bermanfaat

  91. Rezki
    June 1st, 2016 at 09:48 | #92

    Maaf pak saya ingin bertanya cukup banyak, karena saya cukup tertarik dengan reksadana ini
    1. Kalau dilihat dari penjelasan dan artikel bapak, dalam berinvestasi di reksadana ini keuntungan yang kita dapat, murni dari selisih nab awal kita berinvestasi dengan nab saat ingin melakukan penarikan. Pertanyaan saya ketika berinvestasi uang kita akan berubah menjadi unit penyertaan sesuai dengan jumlah investasi dibagi dengan nilai NAB, apakah setelah jangka waktu tertentu unit penyertaan kita juga bertambah sesuai pertambahan NAB atau tetap? Jika tetap apakah berarti kita harus terus mengawasi pertambahan NAB dan melakukan transaksi penjualan dan pembelian agar dana kita berkembang dengan baik.
    2. Disalah satu artikel saya membaca bahwa ketika produk reksadana pertama kali dibuka atau diluncurkan NABnya adalah 1000. Apakah berarti ketika saya melihat suatu produk reksadana NABnya bernilai dibawah 1000, produk tersebut mengalami kerugian. Apakah ada batas atas Nilai aktiva bersih dari suatu produk reksadana sehingga ketika suatu produk menyentuh batas tersebut nilainya akan diubah menjadi 1000 kembali?
    3. NAB atau NAV yang menjadi patokan nilai investasi kita, apakah mungkin dapat bertambah ataupun berkurang cukup drastis dalam satu hari, misalnya di hari senin Nab produk xyz 1234,56 kemudian dihari selasa pukul 13.00 Nab produk menjadi 1235,67?
    Terima kasih pak, mohon bantuannya

  92. Rudiyanto
    June 2nd, 2016 at 10:04 | #93

    @Rezki
    Selamat pagi Pak Rezki,

    Sehubungan dengan pertanyaan anda :
    1. Jumlah unit penyertaan tidak dapat bertambah. Dulu untuk jenis reksa dana pasar uang memang sempat bisa karena harganya dipatok 1000 dan keuntungannya dibagikan dalam bentuk kenaikan unit. Namun perhitungan tersebut dianggap sangat merepotkan sehingga untuk reksa dana pasar uang diganti menjadi sistem naik turunnya harga seperti reksa dana pada umumnya.

    Jadi menegaskan kembali, jumlah unit penyertaan tidak dapat bertambah atau berkurang apabila tidak ada transaksi pembelian dan penjualan dari para investornya. Yang harus anda perhatikan adalah persentase perubahan harga NAB/Upnya

    2. Definisi kerugian adalah relatif. Sebab anda perlu melihat perbandingan waktunya. Misalkan per 1 Juni 2016 harga reksa dana A adalah Rp 800 dan reksa dana B adalah Rp 1800. Apakah reksa dana B pasti lebih baik dari reksa dana A? Belum tentu, bisa saja 1 tahun yang lalu harga reksa dana A adalah Rp 600 sehingga naik Rp 200 sementara harga reksa dana B adalah Rp 2000 sehingga turun Rp 200.

    Reksa dana A dan B akan sebanding apabila terbit di tanggal yang bersamaan. Apabila tanggal penerbitannya berbeda, maka sebaiknya menggunakan perbandingan persentase perubahan di tanggal yang sama.

    Tapi memang benar, jika harganya di bawah Rp 1000, berarti turun dibandingkan harga penerbitannya pertama kali. Tidak ada ketentuan atau batas tertentu yang menyebabkan harganya akan kembali ke Rp 1000. Yang menentukan harganya adalah pergerakan harga saham dan obligasi serta pelaksanaan dari strategi investasinya.

    3. Bisa saja, tergantung perubahan harga saham dan obligasi. Apabila harga saham turun 20%, maka harga reksa dana atau NAB/Up juga bisa turun 20% atau bahkan lebih.

    Semoga bermanfaat

  93. Budi
    November 6th, 2016 at 10:42 | #94

    @Rudiyanto

    Salam Pak Rudi,
    Saya ingin bertanya untuk memastikan, jumlah reksa dana itu tidak sama dengan unit penyertaan bukan? Jumlah reksa dana yg dimaksud dalam situs ojk merupakan perusahaan manajer investasi spt (danreksa, panin AM, dll)?

    Apakah jika jumlah reksa dana meningkat drastis tetapi jumlah NAB menurun bisa dikatakan sebuah fenomena?

    Saya juga ingin bertanya pak, saya disuruh untuk mencari fenomena ttg variabel independen saya yaitu fund age, market timing, stock selection, dan portfolio turnover terhadap kinerja reksa dana syariah saham. Saya bingung untuk melihat dari apa (tolak ukur) serta bagaimana cara melihat tolak ukur tsb sehingga menyebabkan saya memilih variabel independen tadi untuk mengukur kinerja reksa dana syariah saham. Sedangkan jika saya mengukur masing2 variabel tsb, secara tidak langsung hal tsb sudah menjawab penelitian saya tentang signifikansi pengaruh variabel diatas terhadap kinerja reksa dana syariah saham.

    Mohon bimbingannya pak. Terima kasih

  94. Rudiyanto
    November 14th, 2016 at 18:06 | #95

    @Budi
    Salam Pak Budi,

    Benar jumlah reksa dana tidak sama dengan jumlah unit penyertaan. Judulnya juga sudah berbeda bukan.

    Kalau jumlah reksa dana meningkat tapi NAB turun itu kejadian biasa dalam pasar modal. Tidak ada yang khusus. Orang berinvestasi dan menarik keuntungannya. Maka wajar NAB bisa naik dan turun.

    Mengenai fenomena tersebut silakan berkonsultasi dengan dosen pembimbing anda.

    Terima kasih

  1. No trackbacks yet.

 


%d bloggers like this: