Asing Net Sell, Akankah Kinerja IHSG Negatif ?

December 6th, 2019 No comments

Investor di pasar modal terdiri dari investor lokal dan investor asing. Selama ini ada persepsi bahwa jika asing melakukan penjualan, atau dikenal dengan istilah Net Sell, maka kinerja IHSG cenderung akan turun. Sebaliknya jika asing melakukan pembelian, atau dikenal dengan istilah Net Buy, maka IHSG cenderung akan naik. Apakah memang demikian?

Yang dimaksud dengan investor asing adalah investor perorangan non Warga Negara Indonesia (WNI) dan investor institusi yang didirikan di luar Indonesia. Sebaliknya investor lokal adalah investor WNI dan institusi yang didirikan di Indonesia.

Investor Institusi ini beragam, mulai dari Perusahaan, Yayasan, Asuransi, Dana Pensiun, Trust Fund (Dana Perwalian), hingga reksa dana, ETF, unit link dan berbagai bentuk institusi yang diperbolehkan menurut hukum yang berlaku.

Transaksi pembelian dan penjualan biasanya terdiri dari 3 variasi yaitu :

  1. Investor Lokal Jual Beli dengan Investor Lokal
  2. Investor Asing Jual Beli dengan Investor Asing
  3. Investor Asing Jual Beli dengan Investor Lokal

Angka total transaksi bursa biasanya dihitung dari total 3 variasi di atas, namun untuk angka Net Buy atau Net Sell biasanya dilihat pada poin ketiga saja.

Misalkan jika total saham yang dibeli asing dari lokal lebih besar dari yang dijual, maka disebut Net Buy, sebaliknya jika saham yang dijual asing ke lokal lebih besar dari yang dibeli, disebut Net Sell.

Angka net buy dan sell asing biasanya dipublikasikan setiap hari oleh Bursa Efek Indonesia, media massa, ataupun dapat diakses secara online pada aplikasi perdagangan saham perusahaan Sekuritas dan website penyedia informasi seperti RTI, Bloomberg, Infovesta, dan sebagainya.

Sebagai contoh berikut ini adalah contoh tampilan informasi net buy dan sell di Harian Kontan

Cara membaca tabel di atas adalah sebagai berikut :

  • Tanggal 29 November 2019, Investor Asing melakukan Net Sell sebanyak 219.03 M
  • Tanggal 3 Desember 2019, Investor Asing melakukan Net Buy sebanyak 17.49 M
  • Total Transaksi Investor Asing dari tanggal 29 November – 5 Desember 2019 adalah Net Sell sebesar 476.78 M

Jika mengacu pada persepsi bahwa Asing Net Sell IHSG kurang bagus dan sebaliknya Asing Net Buy maka IHSG bagus, maka seharusnya kinerja IHSG selama pada saat Net Sell akan turun dan saat Net Buy akan naik. Untuk membuktikannya, maka dilakukan perbandingan dengan kinerja IHSG langsung dan hasilnya sebagai berikut :

Untuk lebih lengkapnya silakan baca Asing Net Sell, Akankah Kinerja IHSG Negatif ?

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Memanfaatkan Bulan Baik Investasi Reksa Dana Saham

November 5th, 2019 No comments

Sebenarnya secara teori, investasi reksa dana apalagi yang berbasis saham adalah untuk jangka panjang. Oleh karena itu, mau memulai di kapan saja sebenarnya tidak terlalu masalah. Meski demikian, kadang-kadang ada waktu-waktu tertentu yang memungkinkan bagi investor untuk mendapatkan timing yang tepat sehingga bisa mendapat keuntungan jangka pendek / menengah.

Waktu-waktu tertentu ini saya sebut dengan istilah bulan baik. Kapan bulan baik untuk investasi di reksa dana saham?

Bagi investor, tentu saja bulan baik itu adalah bulan dimana ketika ketika beli dan kemudian jual, selisih harganya positif alias naik.

Berikut ini ada 2 bulan “baik” yang bisa dimanfaatkan investor untuk memaksimalkan hasil investasi reksa dana sahamnya. Kedua bulan baik tersebut adalah Window Dressing dan Sell in May and Go Away.

Untuk lebih lengkapnya silakan baca Memanfaatkan Bulan Baik Investasi Reksa Dana Saham

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Millennial Rich Update Digital Wealth Style : Uang Elektronik Bisa Bikin Lo Gaya dan Kaya, Gimana Caranya?

October 23rd, 2019 4 comments

Event OJK 3 November 2019

Millennial Rich Update Digital Wealth Style “Uang Elektronik Bisa Bikin Lo Gaya dan Kaya, Gimana Caranya?”

Harris Vertu Hotel – Jakarta
Minggu, 3 November 2019
Jam 08.30 WIB – Selesai
Ballroom lantai 5
Jalan Hayam Wuruk No 6 – 10120

Biaya pendaftaran Rp 100.000
Pendaftaran http://bit.ly/Daftar-Event

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Event Book of The Week : Sumpah (Investasi) Pemuda Indonesia

October 23rd, 2019 1 comment

Event Gramedia Oktober 2019

Elex Media Komputindo dan Smart FM bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia mempersembahkan

Book of The Week Live @BursaEfekIndonesia dengan topik “Sumpah (Investasi) Pemuda Indonesia

Acara ini akan diisi dengan Talkshow bersama penulis buku investasi Elex Media Komputindo.

Acara ini diselenggarakan pada :

Jumat, 25 Oktober 2019
Jam 14.00 – 16.00 WIB
Main Hall Bursa Efek Indonesia
Jalan Jend. Sudirman Kav 52 – 53, Jakarta Selatan

Untuk registrasi bisa klik bit.ly.botwsumpahinvestasi

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Seminar Pendidikan Peningkatan Kompetensi PWMII – Industry Trends Impacting Research Workflows

September 23rd, 2019 No comments

Dalam rangka Pendidikan Peningkatan Kompetensi (PPK). Diselenggarakan oleh Perkumpulan Wakil Manajer Investasi Indonesia (PWMII) yang bekerja sama dengan Bloomberg dengan topik “Industry Trends Impacting Research Workflow” yang diadakan pada :

Hari/tanggal       : Rabu / 02 Oktober 2019

Pukul                     : 13.30 WIB – selesai

Tempat                : Ruang Pelatihan PWMII

                                  Gedung Artha Graha Lantai 31

                                  Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53. Jakarta Selatan 12190

Jumlah peserta maksimal 60 orang (first come first served).

Untuk pendaftaran bisa melalui website www.pwmii.or.id atau scan QR Code terlampir.

Seminar ini dapat diikuti oleh anggota maupun non Anggota PWMII

NOTE : Khusus bagi Anggota PWMII yang sudah mendaftar atau melakukan booking seat PPK, apabila tidak dapat hadir, mohon pemberitahuannya dapat diinformasikan ke Sekretariat PWMII maksimal H-3. Apabila informasi pembatalan disampaikan kurang dari 3 hari sebelum pelaksanaan, maka hak Sdr/Sdri. Untuk mengikuti PPK secara gratis satu kali pada tahun ini dianggap tidak berlaku/tidak dapat digunakan.

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Prediksi Return Reksa Dana Pendapatan Tetap

September 3rd, 2019 No comments

Dalam kondisi suku bunga turun, salah satu instrumen investasi yang menjadi perhatian adalah obligasi atau reksa dana pendapatan tetap. Sebab secara teori, ketika Suku Bunga Turun maka harga Obligasi akan naik dan sebaliknya.

Reksa dana pendapatan tetap merupakan reksa dana yang berinvestasi pada instrumen obligasi. Oleh karena itu, ketika harga obligasi naik, maka harga reksa dana pendapatan tetap juga akan ikut naik.

Yang sering menjadi pertanyaan adalah kira-kira berapa persen kenaikannya? Sebab berbeda dengan reksa dana saham yang ada patokan IHSGnya, patokan reksa dana pendapatan tetap adalah suku bunga. Misalkan saat ini IHSG adalah 6000 dan diperkirakan bisa naik ke 6600, maka investor bisa membuat perkiraan reksa dana saham akan sekitar 10% mengikuti kenaikan IHSG.

Sementara bagaimana jika suku bunga turun dari 6% menjadi 5.5%. Bagaimana efek dari penurunan 0.50% tersebut terhadap harga obligasi dan reksa dana pendapatan tetap?

Secara teori, untuk meramalkan pergerakan harga obligasi berdasarkan suku bunga bisa menggunakan teori Modified Duration (MDuration). Namun pada prakteknya obligasi dan reksa dana yang berinvestasi pada obligasi secara prinsip sangat berbeda.

Yang paling mendasar adalah obligasi ada jatuh tempo, sementara reksa dana tidak. Jadi rumus yang berlaku di pengukuran pada instrumen yang ada jatuh temponya tentu tidak 100% sesuai jika diterapkan di instrumen yang tidak ada jatuh temponya.

Untuk itu, dalam prediksi return reksa dana pendapatan tetap yang dipergunakan adalah teori Regresi Linear. Seperti apa rumusnya, bagaimana hasil dan prakteknya menggunakan studi kasus reksa dana pendapatan tetap riil yaitu Panin Dana Utama Plus 2 dan Panin Dana Pendapatan Berkala? Untuk selengkapnya silakan baca Prediksi Return Reksa Dana Pendapatan Tetap

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Fenomena Finansial Generasi “Sandwich”

August 16th, 2019 No comments

Tentu Sahabat Panin tahu apa itu sandwich, kan? Roti isi ini kerap disajikan di berbagai kafe dan rumah makan untuk mengganjal rasa lapar. Berikaitan dengan kondisi finansial sebagian besar masyarakat saat ini ternyata bisa diibaratkan dengan sandwich loh.

Lebih tepatnya, kondisi finansial seorang individu yang harus mengurus anaknya, tapi juga sekaligus mengurus orangtuanya. Kondisi si individu yang ‘terjepit’ antara keharusan mengurus dua generasi ini kerap diibaratkan bagai sandwich, mirip isian roti yang terjepit di antara dua lembar roti.

Dari sini, lahirlah istilah sandwich generation. Pastinya gak mudah kalau Sahabat Panin dalam kondisi generasi sandwich ini. Tapi gak perlu khawatir, Panin Asset Management kamu dapat menggunakan kalkulator finansial yang tentunya dapat membantu perencanaan keuangan kamu ke depannya.

Simak videonya sampai tuntas ya. Semoga bermanfaat.

Untuk video Panin Asset Management lainnya silakan lihat di Youtube Panin AM

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Efek Perang Dagang Terhadap Investasi Reksa Dana

August 16th, 2019 No comments

Perang dagang antara dua raksasa ekonomi dunia yaitu Amerika Serikat dan China yang bermula pada awal 2018 ternyata masih berlanjut hingga pada tahun 2019 ini. Tidak hanya saling ancam, kedua negara juga saling menetapkan tarif bea masuk untuk ekspor impor antar negara. Bagaimana efek dari perang dagang terhadap investasi reksa dana?

Perang dagang pada dasarnya adalah penetapan tarif atau bea masuk terhadap barang impor dari suatu negara. Biasanya ada 3 tujuan penetapan tarif ini yaitu untuk menghambat impor barang / jasa luar negeri, melindungi barang / jasa produksi dalam negeri, dan atau menambah pendapatan pemerintah dari pajak.

Pengenaan tarif atau bea masuk sebenarnya merupakan praktik yang lumrah dalam perdagangan internasional. Seperti bea masuk atas barang mewah, minuman beralkohol, bahan baku yang tersedia di dalam negeri dan sebagainya. Hal ini menjadikan barang dari suatu negara lebih murah dibeli di negara asalnya dibandingkan harga ketika sudah diimpor.

Menjadi permasalahan apabila suatu negara merasa keberatan atas tarif bea masuk impor yang ditetapkan negara lain terhadap produknya. Keberatan tersebut dapat direspon dalam bentuk protes, mediasi di pengadilan arbitrase internasional, atau bahkan pembalasan dalam bentuk pengenaan bea masuk kembali.

Bagaimana dampaknya terhadap investasi reksa dana? Untuk lebih lengkapnya silakan baca Efek Perang Dagang Terhadap Investasi Reksa Dana

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:
%d bloggers like this: