Antisipasi Risiko Kematian, Asuransi Komersial atau BPJS Ketenagakerjaan ?

May 20th, 2016 4 comments

Construction accident

Kematian itu pasti, yang tidak pasti itu kapan datangnya. baik ketika sedang bekerja, sedang istirahat, dalam masa pensiun, setiap saat kita bisa “dipanggil” Yang Maha Kuasa. Yang menjadi kekhawatiran adalah bagaimana dengan kondisi keluarga yang ditinggalkan? Secara fisik dan kehadiran, tentu saja kehilangan seseorang adalah tidak bisa digantikan. Namun secara finansial sebenarnya bisa yaitu dengan asuransi. Bagi masyarakat yang membeli asuransi jiwa, apabila terjadi risiko kematian maka perusahaan asuransi akan memberikan uang pertanggungan dengan nilai tertentu sesuai premi yang dibayarkan.

Uang pertanggungan asuransi selanjutnya akan dianggap sebagai pengganti dari kehadiran sang pencari nafkah yang sudah meninggal. Harapannya, uang itu cukup sampai anggota keluarga yang tersisa mampu bangkit kembali secara finansial sehingga bisa hidup mandiri. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan utama mengapa orang membeli asuransi. Namun tahukah anda? bahwa jika anda seorang karyawan dimana perusahaan tempat anda bekerja mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan, sebenarnya anda sudah memiliki asuransi jiwa yang disebut program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan program Jaminan Kematian (JKM).

Yang menjadi pertanyaan, apabila sudah terlindung asuransi jiwa dari BPJS Ketenagakerjaan, apakah masih harus memiliki asuransi jiwa komersial? Read more…

Categories: Asuransi, Lain-lain, Literasi Keuangan Tags:

Bagaimana Kinerja Perusahaan di Kuartal 1 – 2016 ?

May 14th, 2016 5 comments

Economic Growth 2016

Pada artikel Menanti Potensi “Positive Surprise” Di Tahun 2016, saya menyebutkan ada 4 potensi yang mungkin saja bisa membuat kinerja saham meningkat. Salah satu di antaranya adalah publikasi laporan keuangan perusahaan pada kuartal 1 – 2016. Asumsi yang digunakan adalah bahwa kinerja perusahaan sudah mulai memasuki masa pemulihan sehingga diharapkan penjualan dan laba bisa meningkat.

Dengan menggunakan teori bahwa harga saham mencerminkan fundamental perusahaan, jika penjualan dan laba bersih meningkat maka akan meningkatkan nilai fundamental perusahaan. Selanjutnya diharapkan dapat meningkatkan harga pasar saham juga. Berapa persen peningkatan yang dianggap bagus? Sebenarnya bagi perusahaan tentu yang diharapkan adalah yang setinggi-tingginya. Namun sebenarnya yang lebih penting adalah konsistensi dalam jangka panjang.

Dalam buku Phil Town #1 Rule yang mengadopsi teori Value Investing, disebutkan bahwa salah satu kriteria bagi “Outstanding Company” adalah perusahaan dengan rata-rata pertumbuhan penjualan dan laba bersih di atas 10% per tahun selama 10 tahun. Dengan inflasi yang lebih tinggi, seharusnya di Indonesia angka yang wajar adalah mungkin sekitar 15%. Namun angka 10 – 15% bisa dijadikan sebagai referensi angka pertumbuhan yang bagus.

Pertanyaannya, apakah laporan keuangan pada kuartal 1 – 2016 juga sudah mencerminkan hal tersebut? Mari kita lihat analisa sebagai berikut Read more…

Bagaimana Cara Manajer Investasi Melakukan Asset Allocation ?

May 5th, 2016 2 comments

Aset Alokasi Saham

Lebih dari 20 tahun yang lalu, 3 orang akademisi yaitu Gary P. Brinson, L. Randolph Hood dan Gilbert L. Beebower (BHB) menerbitkan suatu publikasi manajemen portofolio yang dijadikan sebagai rujukan dalam berbagai buku keuangan hingga sekarang. Judul publikasi tersebut yaitu “Determinant of Portfolio Performance”.

Dalam publikasi itu disebutkan bahwa secara umum para Manajer Investasi dalam melakukan pengelolaan dana menggunakan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Menentukan jenis kelas aset (asset class) yang akan dimasukkan atau dikeluarkan dalam portofolio
  2. Menentukan apakah akan normal, over atau underweight pada masing-masing kelas dalam portofolio*, proses ini disebut dengan Policy atau Asset Allocation
  3. Secara strategis melakukan penyesuaian dalam pengelolaan portofolio dibandingkan kebijakan yang telah ditetapkan untuk mencoba mendapatkan excess return dari fluktuasi harga jangka pendek atau dikenal dengan sebutan Market Timing
  4. Memilih secara selektif saham atau obligasi dalam masing-masing kelas aset untuk mendapatkan tingkat keuntungan yang superior, proses ini disebut dengan Security Selection.

*Yang dimaksud dengan normal, over dan underweight adalah komposisi saham / obligasi dari portofolio investasi terhadap pasar. Misalkan dalam IHSG, komposisi dari saham Astra adalah 10%, maka suatu reksa dana dikatakan normal weighted apabila komposisi Astra dalam portofolionya adalah 10%, jika di atas 10% disebut overweight dan jika dibawah 10% disebut underweight.

Penelitian tersebut bermaksud untuk mencari tahu, dalam konteks melakukan pengelolaan dana, langkah manakah yang paling berpengaruh terhadap kinerja manajer investasi? Apakah Asset Allocation, Market Timing atau Security Selection ? Berdasarkan yang dilakukan oleh BHB, disebutkan bahwa 93.6% kinerja pengelolaan ditentukan oleh Asset Allocation, sisanya yaitu 6.4% ditentukan oleh Market Timing, Security Selection dan Lainnya (Faktor lainnya atau other, biasanya selalu terdapat dalam perhitungan statistik).

Dalam perjalanannya, riset ini mendapat banyak tanggapan baik yang bersifat pro dan kontra. Ada juga penelitian serupa yang dilakukan terhadap reksa dana saham dan mendapatkan hasil dimana ternyata pengaruhnya tidak sampai sebesar 93%, tapi berkisar antara 30 – 70an%. Terlepas dari benar atau salahnya penelitian tersebut, Asset Allocation memang menjadi faktor penting bagi Manajer Investasi dalam melakukan pengelolaan reksa dana.

Tulisan kali ini tidak bermaksud mereproduksi penelitian di atas di Indonesia. Sebab ketika saya membaca jurnal aslinya, ada beberapa tahapan yang terus terang tidak begitu dimengerti. Selain itu, fokus dalam tulisan ini adalah memberikan gambaran kepada anda bagaimana langkah-langkah yang dilakukan oleh para Manajer Investasi dalam melakukan pengelolaan reksa dana. Dengan demikian, investor bisa lebih memahami proses yang terjadi dalam pengelolaan reksa dana. Read more…

Cerdas Keuangan Jakarta – 21 Mei 2016

May 3rd, 2016 No comments

Cerdas Mengelola Keuangan Jakarta Mei 2016

PT. Panin Asset Management kembali menyelenggarakan seminar Cerdas Keuangan 2016 yang akan diselenggarakan di :

Tempat  : Ruang Seminar APRDI, Gedung Artha Graha Lantai 31

Waktu : Sabtu, 21 Mei 2016 Jam 09.00 – 12.00 WIB

Biaya pendaftaran adalah Rp 250.000, namun anda berkesempatan mendapatkan tiket masuk gratis apabila menjadi nasabah Panin AM, syarat dan ketentuan berlaku.

Tempat terbatas

Informasi lebih lengkap bisa menghubungi contact person yang tertera di atas.

Categories: Talkshow dan Seminar Tags:

Telah Terbit Buku – Seri Panduan Investasi : Reksa Dana Untuk Pemula

April 30th, 2016 No comments

Cover Reksa Dana Untuk Pemula

Teman2 dan para pembaca blog yang setia, mau saya informasikan bahwa telah terbit buku ketiga saya, Seri Panduan Investasi : Reksa Dana Untuk Pemula

Buku ini saya buat khusus bagi para calon investor reksa dana yang baru mau belajar untuk berinvestasi. Supaya lebih menarik, buku ini dibuat full colour dan juga setiap artikelnya dilengkapi dengan ilustrasi karikatur. Bagi yang berminat dapat membelinya di Toko Buku Gramedia terdekat. Harga untuk Toko Buku Gramedia di Jakarta adalah Rp 125.000.

Bagi yang mau membelinya langsung dari saya dapat dilakukan dengan cara klik Pesan Buku Reksa Dana Untuk Pemula

Bagi yang berminat untuk mengkoleksi buku saya sejak pertama juga bisa membelinya secara paket dengan harga lebih murah di Pesan Buku Rudiyanto

Buku ketiga ini sepenuhnya saya persembahkan bagi perkembangan literasi keuangan Indonesia. Untuk itu, versi online dari buku ini saya sediakan secara gratis di www.ReksaDanaUntukPemula.com.

Bagi yang mau membeli buku ini untuk dikoleksi atau diberikan kepada orang lain silakan, bagi yang mau membacanya secara gratis juga silakan.

Semoga bermanfaat.

Bagian Belakang Buku

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Jadwal Investor Ready Mei – Juli 2016

April 18th, 2016 No comments

Jadwal untuk Sekolah Investor Reksa Dana APRDI bulan Mei – July adalah sebagai berikut :

Kelas Reguler Rabu (1 kali pertemuan) Jam 09.00 – 16.00 WIB

  • Batch #11. 18 Mei 2016

  • Batch #12. 25 Mei 2016

  • Batch #13. 15 Juni 2016

  • Batch #14. 22 Juni 2016

  • Batch #15. 20 Juli 2016

  • Batch #16. 27 Juli 2016

Kelas Sabtu (2 kali pertemuan) Jam 09.00 – 12.00 WIB

  • Batch #2. 4 Juni dan 11 Juni 2016

Sebagai informasi, kuota promo diskon 50% untuk biaya pendaftaran masih tersedia.

Informasi mengenai Investor Ready dapat menghubungi:
www.investoReady-aprdi.org

Ibu Lauren
Whatapps : 0812 8730 1087
Email : investor.ready@aprdi.or.id

Categories: Talkshow dan Seminar Tags:

Seminar April 2016 : Surabaya dan Medan

April 15th, 2016 No comments

Informasi Seminar Bulan April

Surabaya

Tema : Cerdas Mengelola Keuangan 2016
Tempat : MidTown Hotel Jalan Basuki Rachmat No 76
Waktu : Sabtu 23 April  09.00 – 12.00 WIB
Pembicara : Rudiyanto (Panin Asset Management) dan Yasmeen, ST. CFP (Financial Planner)
Topik :

  • Bagaimana cara membuat perencanaan keuangan dan mencapai kebebasan finansial
  • Bagaimana cara mengelola hutang
  • Bagaimana cara mengelola gaji
  • Apa beda reksa dana dan unit link
  • Bagaimana strategi investasi reksa dana yang efektif

Informasi dan Pendaftaran : Naning 0813 3000 9840 dan Ricky 0878 5577 3767

Cerdas Keuangan Surabaya 2016

Medan

Tema : Cerdas Investasi 2016
Tempat : IT & B, Jl. Mahoni 16, Medan
Waktu : Sabtu 30 April  11.30 WIB – Selesai
Pembicara : Darmin SE. MBA. CIMBA
(Penasehat Investasi, Analis Pasar Modal dan Pemegang Rekor MURI)
Topik :

  • Memasuki era pembangunan infrastruktur di Indonesia dan harga minyak internasional yang turun sekitar USD 30 per barel, Apa peluang bagi anda mengembangkan kekayaan
  • Kondisi biaya hidup yang terus naik, bagaimana mengelola penghasilan ?
  • Tantangan dan peluang Indonesia di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)
  • Testimoni Ibu Rumah Tangga, Profesional, dan Pengusaha yang berhasil di bidang keuangan
  • Fakta dan cara yang bisa diikuti untuk mencapai keuangan yang sejahtera

Informasi dan Pendaftaran : 061 451 9267, 061 456 6122, 061 457 6996 dan 061 453 0123

Cerdas Investasi Medan 2016

Categories: Talkshow dan Seminar Tags:

Seberapa Sulitkah Mencari Reksa Dana Saham Yang Mengalahkan IHSG di Indonesia ?

April 13th, 2016 8 comments

Unicorn Stag

Ketika melihat gambar di atas mungkin anda bingung, apa hubungan antara reksa dana saham yang mengalahkan IHSG dengan gambar kuda bertanduk (unicorn) ? Apabila anda membaca buku “Money, Master The Game : 7 Simple Steps To Financial Freedom” yang dibuat oleh motivator kelas dunia bapak Tony Robbins, dalam salah satu babnya, dia membahas tentang investasi reksa dana. Menurut dia, 96% daripada reksa dana aktif – reksa dana yang dikelola dengan strategi aktif dengan tujuan mengalahkan indeks, di Amerika Serikat tidak lebih baik dibandingkan dengan indeks yang menjadi acuannya.

Kutipan aslinya seperti ini :

An incredible 96% of actively managed mutual fund fail to beat the market over any sustained period of time!

Saking sulitnya untuk mencari reksa dana yang mampu mengalahkan indeks, dia menjuluki reksa dana tersebut dengan sebutan Unicorn. Analoginya, untuk mencari reksa dana yang mampu mengalahkan indeks itu sama sulitnya dengan mencari kuda bertanduk. Tidak ada jaminan pula bahwa reksa dana “unicorn” yang mengalahkan indeks tahun ini akan sama dengan reksa dana yang mengalahkan indeks tahun depan. Jadi konsistensi kinerja reksa dana dalam jangka panjang juga dipertanyakan.

Terus bagaimana? Apakah itu berarti di Amerika Serikat orang tidak berinvestasi di reksa dana? Sebenarnya tidak juga, riset serupa sebenarnya juga sudah dikemukakan sejak lama dan hal ini menjadi pemicu timbulnya reksa dana indeks. Reksa dana indeks adalah reksa dana yang dikelola secara pasif dengan tujuan menyamakan kinerja dengan indeks yang menjadi acuannya. Karena pasif, umumnya biaya pengelolaan relatif lebih rendah. Warren Buffet sendiri, dalam bukunya memberikan saran kepada investor pemula yang mau berinvestasi di pasar modal utk memulainya dengan reksa dana indeks.

Saya tidak menyangsikan pendapat tokoh2 tersebut karena mereka mendasarkan argumentasinya berdasarkan data dan riset yang komprehensif. Namun apakah hal tersebut juga berlaku di Indonesia? Sebab saya sering memperhatikan bahwa terkadang orang membaca hasil riset di luar, itupun datanya sudah jadul puluhan tahun yang lalu, dan dengan mudahnya menyamakan dengan Indonesia. Apalagi kebetulan ada satu atau dua reksa dana yang mendukung argumentasinya.

Pada kesempatan ini, saya ingin mencoba membuktikan apakah benar bahwa sangat sulit untuk mencari reksa dana yang mengalahkan benchmark di Indonesia. Pembuktiannya akan dilakukan dengan menggunakan Reksa Dana Saham dan IHSG sebagai pembanding dari tahun 2001 – 2015. Hasil penelitiannya adalah sebagai berikut : Read more…

%d bloggers like this: