Panduan Menghitung Yield dan Harga Wajar Obligasi Melalui Microsoft Excel

December 11th, 2016 No comments

Laptop showing a spreadsheet and a paper

Dalam investasi obligasi, dikenal dengan istilah Yield to Maturity (YTM). Secara sederhana, YTM adalah tingkat keuntungan tahunan yang diperoleh investor obligasi dari kupon yang dibagikan ditambahkan dengan selisih harga apabila memegang obligasi tersebut hingga jatuh tempo. Rumus untuk menghitung besaran YTM obligasi bisa ditemui dengan mudah di berbagai buku tentang investasi dan manajemen keuangan, namun permasalahannya rumus tersebut mengasumsikan kita berinvestasi pada tanggal perdana atau tanggal pembagian kupon.

Apabila pembelian dilakukan di antara tengah-tengah pembagian kupon, menurut saya perlu dilakukan penyesuaian terhadap rumus yang digunakan. Sayangnya sampai saat ini saya belum menemukan buku yang membahas tentang hal tersebut sehingga adalah lebih praktis untuk menghitung YTM obligasi menggunakan rumus yang tersedia dalam program Microsoft Excel. Selain menghitung YTM, Microsoft Excel juga dapat membantu penggunanya untuk menghitung harga obligasi berdasarkan tingkat keuntungan yang diharapkan.

Berikut ini adalah langkah-langkah untuk menghitung YTM dan Harga Obligasi menggunakan Excel. Read more…

Seberapa Jauh US Dollar Akan Menguat Terhadap Rupiah ?

November 23rd, 2016 1 comment

Balance Concept

Donald Trump resmi akan mulai menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) sekitar bulan Januari 2017 nanti. Meski demikian, spekulasi tentang kebijakan ekonomi yang akan diambilnya sudah membuat seluruh dunia mulai bertanya-tanya dan menyiapkan diri.

Salah satu pertanyaan dan sekaligus kekhawatiran adalah seberapa jauh US Dollar akan menguat terhadap Rupiah? Apakah penguatan ini disebabkan karena Donald Trump atau sebab lainnya ? Berapa perkiraan nilai wajar USD terhadap IDR yang wajar berdasarkan fundamental untuk tahun 2017?

Sebagaimana diketahui Rp yang selama ini adem di 13.000an, per tanggal 22 November 2016 berdasarkan Kurs BI mencapai Rp 13.424 per 1 USD.

Data Kurs Tengah BI

Sumber : Bank Indonesia

Sebelumnya, mata uang Rupiah diperkirakan akan terus menguat jika melihat data fundamental seperti transaksi dagang yang surplus, pertumbuhan ekonomi yang positif dan inflasi yang rendah. Belum lagi ada dana repatriasi sekitar Rp 140an Triliun yang akan masuk secara bertahap hingga akhir tahun 2016 ini. Dengan dasar di atas, seharusnya baik secara fundamental maupun sentimen, seharusnya semua hal positif untuk penguatan Rupiah. Mengapa yang terjadi sekarang malah sebaliknya? Read more…

Investasi Reksa Dana Paska Pemilihan Presiden AS

November 14th, 2016 3 comments

American press Donald Trump new USA president

Kemenangan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) ke 45 pada pemilihan yang dilakukan pada 8 November 2016 yang lalu memang diluar dugaan. Namun suka atau tidak, semua harus menerima bahwa beliau yang terpilih sebagai Presiden AS. Dalam sudut pandang investasi, yang menjadi fokus adalah mencoba menebak dan memahami kebijakan yang akan diambil pada masa mendatang.

Mengapa disebut menebak? Sebab beliau baru resmi menjabat pada bulan Januari 2017 nanti. Janji-janji yang diucapkan selama masa kampanye masih bisa berubah. Sebagai contoh, sebelumnya pernah disebutkan akan menghapus program perlindungan kesehatan di AS yang dikenal dengan Obamacare. Setelah dilakukan pertemuan dengan Barrack Obama, disebutkan bahwa program tersebut tidak dihapus tapi dipertahankan dengan penyesuaian.

Dari sisi sistem tata negara, suatu kebijakan baru harus didasari dengan Undang-Undang dan itu membutuhkan persetujuan dengan legislatif. Jika ada kebijakan yang dianggap terlalu berlebihan, belum tentu disetujui oleh legislatif. Untuk membuat atau membatalkan undang-undang yang lama pun tentu juga membutuhkan waktu.

Sebagai informasi, kemenangan Donald Trump ini juga disertai kemenangan Republik di kursi legislatif. Dengan kata lain, jika kebijakannya rasional, seharusnya proses pembuatan Undang-Undang akan relatif tidak menemui kendala. Hal ini berbeda dengan era Obama dimana meski menjabat sebagai Presiden, legislatif justru dikuasai partai oposisi sehingga proses menjalankannya pemerintahan banyak mendapat kendala.

Legislatif

Sumber : MSN Politics

Perubahan rezim memang akan membawa ketidakpastian dan rasa tidak nyaman karena keluar dari status quo, namun tidak berarti perubahan harus negatif. Bisa saja perubahannya malah bersifat positif, seperti karena mau meningkatkan ekonomi, pembangunan infrastruktur ditingkatkan. Yang perlu dilakukan adalah mencoba memhami kira-kira seperti apa kebijakan berkaitan dengan ekonomi yang akan dilakukan ke depannya.

Berdasarkan referensi yang ada di berbagai situs keuangan, perkirakan kebijakan ekonomi yang akan diambil adalah sebagai berikut Read more…

Sekolah Investor Ready – 26 November 2016

November 4th, 2016 No comments

Flyer Investor Ready - Update

Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) kembali mengadakan program Sekolah Investor Reksa Dana APRDI (Investor Ready) pada hari Sabtu, tanggal 26 November 2016 pukul 09.00-16.00 WIB di Jakarta

Bagi yang ingin belajar reksa dana langsung dari ahli dan sumbernya, dapat langsung mendaftarkan diri dengan menghubungi :

Email : Investor.Ready@APRDI.or.id

WhatsApps : 0812 8730 1087

Website : https://investoready-aprdi.org/

Apa Dampak Pilpres AS dan Kenaikan Suku Bunga The Fed Terhadap IHSG ?

November 2nd, 2016 No comments

Wall Street and Election

Akhir-akhir ini pergerakan bursa saham dan obligasi agak stagnan bahkan cenderung turun. Walaupun pada akhir tahun ada yang namanya Window Dressing (kecenderungan IHSG meningkat di akhir tahun), namun sepertinya perhatian investor lebih tertuju pada isu-isu di US seperti Pemilihan Presiden yang akan diselenggarakan pada 8 November 2016 dan suku bunga The Fed yang (rencananya) akan dinaikkan pada bulan Desember tahun ini.

Beredar juga Whatapps yang dikalangan nasabah yang memelintir wawancara sebuah media asing dengan Jim Rogers, dimana topiknya hanya pada denda yang menimpa salah satu bank di Jerman menjadi isu gagal bayar. Padahal dalam wawancara tersebut, tidak disinggung sama sekali gagal bayar dan bahkan angka yang di dalam WA juga sangat berbeda dengan angka dalam wawancara. Bisa jadi tren mengedit berita resmi menjadi berita hoax yang heboh yang terjadi di Indonesia juga dipelajari oleh luar negeri. Ditambah dengan rencana demo besar tanggal 4 November nanti, sedikit banyak membuat investor menjadi lebih wait and see.

Sebelum menjelaskan lebih jauh tentang dampak Pilpres AS dan (rencana) kenaikan suku bunga The Fed, sebenarnya ada statistik return bulanan IHSG yang cukup menarik untuk kita cermati. Berikut statistiknya selama hampir 16 tahun terakhir.

Statistik Return Bulanan IHSG

Sumber : www.infovesta.com, diolah

Dari statistik di atas, terlihat bulan Desember adalah bulan yang tidak pernah rugi selama 15 tahun terakhir dari 2001 sampai dengan 2015. Tingkat returnnya bervariasi antara 0.42% hingga 12.12% dalam 1 bulan. Untuk investor yang menunggu IHSG dibawah harga fundamental, sebagaimana yang sering saya kemukakan untuk tahun 2016 antara 5300 – 5500, kalau misalkan tidak dapat-dapat juga dan percaya dengan statistik ini, bisa mencoba untuk masuk selambat-lambatnya akhir November. Namun dalam perjalanan, jika ternyata sempat dibawah 5300, bisa menjadi pertimbangan untuk menambah investasinya di saham.

Kembali ke topik utama, bagaimana dampak kedua isu tersebut terhadap Indonesia, khususnya terhadap IHSG ? Read more…

Sekolah Investor Reksa Dana APRDI – 29 Oktober 2016

October 20th, 2016 3 comments

Flyer Investor Ready - Update

Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) kembali mengadakan program Sekolah Investor Reksa Dana APRDI (Investor Ready) pada hari Sabtu, tanggal 29 Oktober 2016 pukul 09.00-16.00 WIB di Gedung Bursa Efek Indonesia.

Bagi yang ingin belajar reksa dana langsung dari ahli dan sumbernya, dapat langsung mendaftarkan diri dengan menghubungi :

Email : Investor.Ready@APRDI.or.id

WhatsApps : 0812 8730 1087

Website : https://investoready-aprdi.org/

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

(Potensi) Rating Upgrade, Apakah Positif untuk Investasi Reksa Dana?

October 19th, 2016 3 comments

Potensi Rating Upgrade IndonesiaSumber : Kontan Harian

Beberapa waktu yang lalu, Ibu Sri Mulyani Indrawati melobi perusahaan pemeringkat S&P untuk mengevaluasi kembali rating Indonesia. Sebagaimana diketahui, hanya S&P saja yang belum memberikan rating Investment Grade kepada Indonesia.

Berdasarkan data historis, biasanya pemeringkatan dilakukan setiap tahun pada sekitar bulan April – Juni. Namun dalam kondisi khusus, bisa saja perusahaan pemeringkat melalukan perubahan yang diperlukan. Sebagai contoh, pada tahun 2001 dan 2003 terdapat 2 kali perubahan rating. Sebelum tahun 2000 pada saat krisis menimpa negara-negara asia, bahkan perubahannya lebih sering.

Historis Rating Indonesia Oleh S&P

Penjelasan Bintang Pada RatingSumber : Bank Indonesia

Berita tentang peringkat ini sempat mendapat porsi sebagai headline ada pemberitaan Kontan beberapa waktu yang lalu sebagaimana saya kutip di atas dan sangat disambut positif oleh pasar modal. Bagi orang awam, pertanyaannya adalah seandainya revisi rating ini terjadi, bagaimana dampaknya terhadap kinerja reksa dana? Read more…

Apa Yang Terjadi Jika Bank Kustodian Bangkrut ?

October 3rd, 2016 5 comments

Fungsi Bank KustodianBelakangan ini berita mengenai krisis keuangan yang menimpa salah satu bank terbesar di Jerman menghiasi media massa. Di Indonesia, bank tersebut mendapatkan izin sebagai bank kustodian dan menjadi salah satu bank kustodian dengan pangsa pasar terbesar. Banyak produk reksa dana yang menggunakan jasa bank kustodian tersebut, termasuk salah satunya tempat saya bekerja saat ini, Panin Asset Management.

Sebagai investor, tentu sedikit banyak akan khawatir karena reksa dana antara kontrak investasi kolektif antara manajer investasi dengan bank kustodian. Apa yang terjadi jika bank kustodiannya bangkrut? Apakah akan berdampak terhadap kinerja dan pelayanan reksa dana?

Sebelum membahas lebih lanjut, kita harus sepakat bahwa bank tersebut saat ini memang mengalami masalah. Namun bermasalah bukan berarti bangkrut. Masalah sudah menjadi salah satu bagian dari hidup, baik itu kehidupan pribadi maupun kehidupan berorganisasi. Tentu eksekutif perusahaan saat ini sedang berupaya keras agar perusahaan bisa keluar dari masalah tersebut.

Yang kita bahas hari ini adalah “SEANDAINYA” jika suatu bank kustodian bangkrut, apa yang akan terjadi pada reksa dananya. Bukan berarti bank kustodian telah atau akan bangkrut karena masih terdapat peluang untuk memperbaiki kondisi. Mengutip pepatah “What doesn’t kill you, makes you stronger”

Untuk memahami dampak kebangkrutan pihak bank kustodian dalam kontrak investasi kolektif kita perlu memahami definisi, kewajiban dan cara kerja dari bank kustodian itu sendiri. Read more…

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:
%d bloggers like this: